facebook

Minggu, 23 November 2014

Berhenti Merokok !!! Sekarang



Semua orang mengetahuinya pasti akan sangat sulit untuk berhenti merokok. Bagaimanapun, nikotin dalam rokok adalah zat kuat yang adiktif. Tapi dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat melakukannya. Jutaan orang Amerika telah mengubah kebiasaan merokok dengan mengikuti beberapa langkah, seperti dukungan dari teman dan perencanaan ke depan bagaimana mereka akan merespon keinginannya untuk berhenti merokok.
Berikut cara mudah untuk berhenti merokok

1. Buatlah perencanaan pribadi untuk berhenti  merokok

Perencanaan pribadi akan membantu Anda berpikir melalui pendekatan. Ketika Anda bekerja sesuai dengan perencanaan, Anda akan melihat contoh dari beberapa hal yang orang lain lakukan untuk berhenti merokok. Ketika Anda sudah yakin dengan rencana pribadi Anda, Anda dapat mencetak dan mulai membuat lembar tujuan Anda berhenti merokok guna membimbing dan menginspirasi Anda.

2. Dibutuhkan kesadaran berhenti merokok setiap hari

Anda mengganti kebiasaan merokok Anda dengan kebiasaan sehat yang baru, dan memprogram ulang otak Anda untuk mengerti bahaya dari rokok. Sepertinya itu memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Anda akan membutuhkan kesabaran dan, ya, kemauan. Jadi mengambil satu hari pada suatu waktu. Lihatlah lembar tujuan Anda setiap hari dan mengingatkan diri Anda dari alasan mengapa Anda ingin berhenti merokok.

3. Maafkan diri Anda, dan kembali ke tujuan

Apakah Anda lupa dan melakukan kesalahan? Maafkan diri Anda dan kembalilah ke tujuan awal yaitu berhenti merokok. Berusahalah sekuat mungkin untuk selalu mengingat bahwa anda dalam program untuk berhenti merokok.

4. Selalu ingat bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari rokok

Ketika kita selalu terbayang akan bahaya rokok, pasti kita akan lebih giat untuk berhenti merokok. Sebab merokok bukan hanya merugikan perokoknya, tapi bahkan merugikan oran sekitar yang menghirup asap rokok tersebut.

5. Selalu berfikir berhenti merokok itu mudah, dan Anda pasti berhasil.

Apakah Anda melewati situasi sulit tanpa merokok?, semua orang tahu bahwa memberhentikan kebiasaan merokok itu bukanlah perkara yang gampang. Tapi cobalah selalu berfikir bahwa waktu untuk melepaskan diri Anda dari rokok pasti bisa terlewati.

Dan ketika anda terbiasa dengan tips-tips diatas,  berikan selamat kepada diri Anda sendiri. Ini merupakan prestasi nyata untuk berhenti merokok. Ketika Anda mencapai tujuan Anda, Anda tidak hanya akan sehat. Anda juga akan tahu lebih banyak tentang diri Anda sendiri – seperti fakta bahwa Anda cukup kuat untuk memenuhi tantangan yang benar-benar sulit.

Kamis, 18 September 2014

Pelajaran tentang Hidup Sederhana yang bisa Kamu Peroleh dari Seorang Anak





“Wanting less is probably better blessing than having more.” - Mary Ellen Edmunds

Yang dikatakan Mary Ellen Edmunds lewat bukunya ‘You Can Never Get Enough of What You Don’t Need: The Quest for Contentment’ mungkin emang benar adanya. Manusia gak pernah berhenti merasa puas dengan apa yang dimilikinya, kita selalu menginginkan lebih dan lebih. Ane udah pernah mengulas manfaat serta bagaimana memulai gaya hidup minimalis di tengah tuntutan untuk memiliki gaya hidup yang konsumtif dewasa ini.

Nah, selain pelajaran hidup yang bisa diambil orang dewasa dari anak-anak yang Ane bahas sebelumnya, ternyata ada hal lain yang bisa kita pelajari dari mereka, yaitu tentang gaya hidup yang minimalis. Apa makna hidup sederhana yang bisa kita temukan dari anak-anak? Simak sama-sama yuk.




Quote:

1. Seorang teman bermain jauh lebih berharga dari segudang mainan.


Anak-anak sangat menikmati saat mereka bermain bareng teman-temannya, baik itu main kucing-kucingan, petak umpet, atau sekadar main ayunan dan jungkat-jungkit. Saat bersama teman-teman, mereka bisa main gak kenal waktu tanpa bosan. Tapi coba deh kalau mereka terpaksa main sendirian dengan mainannya, mereka pasti jadi cepat bosan.

Hikmah: Hubungan dengan orang lain jauh lebih menarik dan berharga daripada barang-barang milikmu.




Quote:

2. Pakaian itu dikenakan bukan untuk membuat orang terkesan.


Buat apa anak-anak memakai pakaian? Untuk melindungi tubuh mereka dan biar mereka gak kepanasan atau masuk angin. Anak-anak gak pernah tuh pake baju keren-keren cuma buat memikat gadis-gadis atau guru mereka. Mereka bahkan gak kepikiran buat mengikuti mode terbaru hanya untuk membuat orang lain terkesan.

Hikmah: Benda-benda yang kamu miliki seharusnya diperuntukkan sesuai fungsinya, bukan hanya sekadar untuk membuat orang terkessan.




Quote:

3. Rasa sakit paling baik disembuhkan oleh pelukan, bukan mainan baru

Kamu mungkin pernah lihat seorang anak kecil (atau mungkin ingat dirimu sendiri saat kecil) yang menangis gara-gara terjatuh. Lalu, setelah ibunya datang dan memeluknya, tangisnya mereda. Yang dia butuhkan untuk meredakan rasa sakitnya bukanlah mainan baru, tapi sebuah pelukan hangat yang memberi cinta dan rasa aman.

Hikmah: Jangan mencoba meredakan rasa sakit yang kamu alami dalam hidup menggunakan suatu benda, itu gak akan mengobati lukamu. Alih-alih, temukanlah cinta, dukungan, serta perlindungan dari orang-orang dekat.




Quote:

4. Karakter seseorang tidak ada hubungannya dengan benda yang dimilikinya


Anak-anak seusia Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar masih belum mengenal label yang mengkotak-kotakkan manusia yang satu dengan yang lain. Gak ada yang milih-milih teman cuma gara-gara berbeda etnis atau suku. Gak ada yang menilai teman dari pakaian, seberapa mewah rumah yang ditinggali, atau kendaraan yang dipake orang tuanya.

Pakaian mereka seragam, dan mereka memandang satu sama lainnya setara.

Hikmah: Nilailah seseorang bukan dari sekeren apa pakaian atau materi kepunyaannya, tapi nilailah dari hati dan karakter mereka.




Quote:

5. Terlalu banyak mainan di dalam kotak hanya akan menghalangimu mendapatkan yang lebih baik.


Saat seorang anak ulang tahun, mereka suka dihadiahi segunung mainan baru. Awalnya mereka memainkannya dengan gembira. Tapi, lama kelamaan, mainan-mainan itu dibiarkan menumpuk di sudut ruangan dan mereka pun kembali pada mainan lama yang biasa mereka mainkan sebelumnya.

Mainan baru yang kita pikir bisa membuat mereka senang ternyata menghalangi mereka bermain dengan mainan favorit mereka (yang mungkin sudah usang).

Hikmah: Kita mengira memiliki sejumlah materi akan memberikan kegembiraan yang awet bagi hidup kita, tapi seringnya mereka justru menghalangi kita memiliki sesuatau yang lebih bermakna.




Quote:

6. Semakin banyak mainan yang kita mainkan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membereskannya.


Anak-anak yang dididik buat membereskan mainannya sendiri pasti paham bahwa semakin banyak mainan yang mereka gunakan, semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk membereskannya. Kalo dibalik, berarti makin sedikit waktu yang dimiliki untuk menikmati permainannya.

Hikmah: Semakin banyak materi yang kita miliki, semakin banyak tenaga dan waktu yang diperlukan untuk mengurusinya.




Quote:

7. Jalan-jalan lebih asik daripada main game seharian di rumah.


Anak-anak selalu gembira kalau diajak jalan-jalan atau menjelajah tempat baru. Kenapa? Karena video game gak bakal bisa menandingi grafis, pengalaman yang dirasakan pancaindera, atau kedekatan hubungan dengan keluarga saat jalan bareng. Menjelajah dunia memberikan pengalaman nyata yang gak bisa digantikan oleh apapun.

Hikmah: Matikan televisi, itu bukan hidupmu. Keluarlah dan jalani hidup yang sebenarnya, jangan hanya menontonnya lewat layar monitor.



Menjadi dewasa gak serta-merta membuatmu jadi manusia yang superior. Banyak hal yang masih haruss kita pelajari tentang hidup dan kesederhanaan. Dan pelajaran itu bisa datang dari mana aja jika kita cukup jeli menangkap maknanya, termasuk dari anak kecil.

Apakah kamu sudah siap menjalani kehidupan yang sederhana tapi penuh makna?
sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/53fbe2cc31e2e67d308b4568

Jumat, 05 September 2014

Jangan Sia-siakan Pernikahan Anda



Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan apartmen kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku saat keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke dalam rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia. Dan ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu saat kami menikah.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang diantara aku dan istriku sudah mulai menurun.
Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga.

Lalu, Jane datang ke dalam kehidupanku.

Hari itu hari yang cerah. Aku berdiri di balkon yang luas. Jane memelukku dari belakang. Sekali lagi hatiku seperti terbenam di dalam cintanya. Apartmen ini aku belikan untuknya. Lalu Jane berkata, "Kau adalah laki-laki yang pandai memikat wanita." Kata-katanya tiba-tiba mengingatkan ku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku berkata "Laki-laki sepertimu, ketika sukses nanti, akan memikat banyak wanita." Memikirkan hal ini, aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu, aku telah mengkhianati istriku.

Aku menyampingkan tangan Jane dan berkata, "Kamu perlu memilih beberapa furnitur, ok? Ada yang perlu aku lakukan di perusahaan." Dia terlihat tidak senang, karena aku telah berjanji akan menemaninya melihat-lihat furnitur. Sesaat, pikiran untuk bercerai menjadi semakin jelas walaupun sebelumnya tampak mustahil. Bagaimanapun juga, akan sulit untuk mengatakannya pada istriku. Tidak peduli selembut apapun aku mengatakannya, dia akan sangat terluka. Sejujurnya, dia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam, dia selalu sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk di depan televisi. Makan malam akan segera tersedia. Kemudian kami menonton TV bersama. Hal ini sebelumnya merupakan hiburan bagiku.

Suatu hari aku bertanya pada istriku dengan bercanda, "Kalau misalnya kita bercerai, apa yang akan kamu lakukan?" Dia menatapku beberapa saat tanpa berkata apapun. Kelihatannya dia seorang yang percaya bahwa perceraian tidak akan datang padanya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya ketika nanti dia tahu bahwa aku serius tentang ini.

Ketika istriku datang ke kantorku, Jane langsung pegi keluar. Hampir semua pegawai melihat istriku dengan pandangan simpatik dan mencoba menyembunyikan apa yang sedang terjadi ketika berbicara dengannya. Istriku seperti mendapat sedikit petunjuk. Dia tersenyum dengan lembut kepada bawahan-bawahanku. Tapi aku melihat ada perasaan luka di matanya.

Sekali lagi, Jane berkata padaku, "Sayang, ceraikan dia, ok? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak bisa ragu-ragu lagi. Ketika aku pulang malam itu, istriku sedang menyiapkan makan malam. Aku menggenggam tangannya dan berkata, "Ada yang ingin aku bicarakan." Dia kemudian duduk dan makan dalam diam. Lagi, aku melihat perasaan luka dari matanya.

Tiba-tiba aku tidak bisa membuka mulutku. Tapi aku harus tetap mengatakan ini pada istriku. Aku ingin bercerai. Aku memulai pembicaraan dengan tenang. Dia seperti tidak terganggu dengan kata-kataku, sebaliknya malah bertanya dengan lembut, "Kenapa?"
Aku menghindari pertanyaannya. Hal ini membuatnya marah. Dia melempar sumpit dan berteriak padaku, "Kamu bukan seorang pria!" Malam itu, kami tidak saling bicara. Dia menangis. Aku tahu, dia ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi di dalam pernikahan kami. Tapi aku sulit memberikannya jawaban yang memuaskan, bahwa hatiku telah memilih Jane. Aku tidak mencintainya lagi. Aku hanya mengasihaninya!

Dengan perasaan bersalah, aku membuat perjanjian perceraian yang menyatakan bahwa istriku bisa memiliki rumah kami, mobil kami dan 30% aset perusahaanku.
Dia melirik surat itu dan kemudian merobek-robeknya. Wanita yang telah menghabiskan 10 tahun hidupnya denganku telah menjadi seorang yang asing bagiku. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan waktu, daya dan tenaganya tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yang telah aku katakan karena aku sangat mencintai Jane. Akhirnya istriku menangis dengan keras di depanku, yang telah aku perkirakan sebelumnya. Bagiku, tangisannya adalah semacam pelepasan. Pikiran tentang perceraian yang telah memenuhi diriku selama beberapa minggu belakangan, sekarang menjadi tampak tegas dan jelas.

Hari berikutnya, aku pulang terlambat dan melihat istriku menulis sesuatu di meja makan. Aku tidak makan malam, tapi langsung tidur dan tertidur dengan cepat karena telah seharian bersama Jane. Ketika aku terbangun, istriku masih disana, menulis. Aku tidak mempedulikannya dan langsung kembali tidur. Paginya, dia menyerahkan syarat perceraiannya: Dia tidak menginginkan apapun dariku, hanya menginginkan perhatian selama sebulan sebelum perceraian. Dia meminta dalam 1 bulan itu kami berdua harus berusaha hidup sebiasa mungkin. Alasannya sederhana, anak kami sedang menghadapi ujian dalam sebulan itu, dan dia tidak mau mengacaukan anak kami dengan perceraian kami. Aku setuju saja dengan permintaannya. Namun dia meminta satu lagi, dia memintaku untuk mengingat bagaimana menggendongnya ketika aku membawanya ke kamar pengantin, di hari pernikahan kami.

Dia memintanya selama 1 bulan setiap hari, aku menggendongnya keluar dari kamar kami, ke pintu depan setiap pagi. Aku pikir dia gila. Aku menerima permintaannya yang aneh karena hanya ingin membuat hari-hari terakhir kebersamaan kami lebih mudah diterima olehnya. Aku memberi tahu Jane tentang syarat perceraian dari istriku. Dia tertawa keras dan berpikir bahwa hal itu berlebihan. "Trik apapun yang dia gunakan, dia harus tetap menghadapi perceraian!" kata Jane, dengan nada menghina.

Istriku dan aku sudah lama tidak melakukan kontak fisik sejak keinginan untuk bercerai mulai terpikirkan olehku. Jadi, ketika aku menggendongnya di hari pertama, kami berdua tampak canggung. Anak kami tepuk tangan di belakang kami. Katanya, "Papa menggendong mama!" Kata-katanya membuat ku merasa terluka. Dari kamar ke ruang tamu, lalu ke pintu depan, aku berjalan sejauh 10 meter, dengan dirinya dipelukanku. Dia menutup mata dan berbisik padaku, "Jangan bilang anak kita mengenai perceraian ini." Aku mengangguk, merasa sedih. Aku menurunkannya di depan pintu. Dia pergi untuk menunggu bus untuk bekerja. Aku sendiri naik mobil ke kantor.

Hari kedua, kami berdua lebih mudah bertindak. Dia bersandar di dadaku. Aku bisa mencium wangi dari pakaiannya. Aku tersadar, sudah lama aku tidak sungguh-sungguh memperhatikan wanita ini. Aku sadar dia sudah tidak muda lagi, ada garis halus di wajahnya, rambutnya memutih. Pernikahan kami telah membuatnya susah. Sesaat aku terheran, apa yang telah aku lakukan padanya.

Hari keempat, ketika aku menggendongnya, aku merasa rasa kedekatan seperti kembali lagi. Wanita ini adalah seorang yang telah memberikan 10 tahun kehidupannya padaku.

Hari kelima dan keenam, aku sadar rasa kedekatan kami semakin bertumbuh. Aku tidak mengatakan ini pada Jane. Seiring berjalannya waktu semakin mudah menggendongnya. Mungkin karena aku rajin berolahraga membuatku semakin kuat.

Satu pagi, istriku sedang memilih pakaian yang dia ingin kenakan. Dia mencoba beberapa pakaian tapi tidak menemukan yang pas. Kemudian dia menghela nafas, "Pakaianku semua jadi besar." Tiba-tiba aku tersadar bahwa dia telah menjadi sangat kurus. Ini lah alasan aku bisa menggendongnya dengan mudah.

Tiba-tiba aku terpukul. Dia telah memendam rasa sakit dan kepahitan yang luar biasa di hatinya. Tanpa sadar aku menyentuh kepalanya.

Anak kami datang saat itu dan berkata, "Pa, sudah waktunya menggendong mama keluar." Bagi anak kami, melihat ayahnya menggendong ibunya keluar telah menjadi arti penting dalam hidupnya. Istriku melambai pada anakku untuk mendekat dan memeluknya erat. Aku mengalihkan wajahku karena takut aku akan berubah pikiran pada saat terakhir. Kemudian aku menggendong istriku, jalan dari kamar, ke ruang tamu, ke pintu depan. Tangannya melingkar di leherku dengan lembut. Aku menggendongnya dengan erat, seperti ketika hari pernikahan kami.

Tapi berat badannya yang ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku menggendongnya, sulit sekali bagiku untuk bergerak. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku menggendongnya dengan erat dan berkata, "Aku tidak memperhatikan kalau selama ini kita kurang kedekatan."

Aku pergi ke kantor, keluar cepat dari mobil tanpa mengunci pintunya. Aku takut, penundaan apapun akan mengubah pikiranku. Aku jalan keatas, Jane membuka pintu dan aku berkata padanya, "Maaf, Jane, aku tidak mau perceraian." Dia menatapku, dengan heran menyentuh keningku. "Kamu demam?", tanyanya. Aku menyingkirkan tangannya dari kepalaku. "Maaf, Jane, aku bilang, aku tidak akan bercerai." Kehidupan pernikahanku selama ini membosankan mungkin karena aku dan istriku tidak menilai segala detail kehidupan kami, bukan karena kami tidak saling mencintai. Sekarang aku sadar, sejak aku menggendongnya ke rumahku di hari pernikahan kami, aku harus terus menggendongnya sampai maut memisahkan kami.

Jane seperti tiba-tiba tersadar. Dia menamparku keras kemudian membanting pintu dan lari sambil menangis. Aku turun dan pergi keluar. Di toko bunga, ketika aku berkendara pulang, aku memesan satu buket bunga untuk istriku. Penjual menanyakan padaku apa yang ingin aku tulis di kartunya. Aku tersenyum dan menulis, aku akan menggendongmu setiap pagi sampai maut memisahkan kita.

Sore itu, aku sampai rumah, dengan bunga di tanganku, senyum di wajahku, aku berlari ke kamar atas, hanya untuk menemukan istriku terbaring di tempat tidur, meninggal. Istriku telah melawan kanker selama berbulan-bulan dan aku terlalu sibuk dengan Jane sampai tidak memperhatikannya. Dia tahu dia akan segera meninggal, dan dia ingin menyelamatku dari reaksi negatif apapun dari anak kami, seandainya kami jadi bercerai. Setidaknya, di mata anak kami, aku adalah suami yang penyayang.

Hal-hal kecil di dalam kehidupanmu adalah yang paling penting dalam suatu hubungan. Bukan rumah besar, mobil, properti atau uang di bank. Semua ini menunjang kebahagian tapi tidak bisa memberikan kebahagian itu sendiri. Jadi, carilah waktu untuk menjadi teman bagi pasanganmu, dan lakukan hal-hal yang kecil bersama-sama untuk membangun kedekatan itu. Miliki pernikahan yang sungguh-sungguh dan bahagia.

Ya.. ya, godaan bagi para suami adalah ketika ada orang ketiga (Apalagi ada sekretaris seksi di kantor) . Inget gan,

"Setia dalam pernikahan itu tindakan, setia dalam pacaran itu khayalan"

So, ketika memutuskan ke wanita mana agan akan menaruh cincinnya. Momen itulah agan akan menjalani fase 'Setia sampai mati, atau setia hanya karena rok mini'

Senin, 21 Juli 2014

akhirnya jokowi menang



Jika Jokowi membangun koalisi tanpa syarat..kau bilang mustahil tanpa bagi2 kursi.
Sementara Prabowo yg menjamin menteri utama..kau anggap wajar sebagai bagian dari kerja sama.

Jokowi buka tiga Rekening sumbangan.. kau katakan Jokowi itu pengemis.Tapi ketika Prabowo buka rekening sumbangan.. kau katakan itu murni gotong royong. Lalu.. Jokowi harus bagaimana.. atau kau yg harus bagaimana..??

Jokowi kalah pidato.. kau katakan ndeso.. lembek & tidak pantes jadi Presiden. Tapi kalau Prabowo kalah debat.. kau katakan “Jokowi curang.. pasti soalnya bocor duluan”

Jokowi ketemu Dubes.. kau katakan antek asing. Tapi jika Prabowo ketemu Dubes.. kau katakan “Itu hanya silaturahim”. Lalu.. Jokowi harus bagaimana.. atau kau yg harus bagaimana..??

Jokowi naik pesawat sekali saja.. kau katakan “Yg biayai pasti cukong”. Padahal namanya keluar kota tidak mungkin naik becak. Sementara ketika Prabowo kemana-mana naik Jet & Helikopter.. kau tidak pernah mempersoalkan.

Jokowi Sholat.. kau katakan Jokowi jual agama.. bahkan Jokowi jadi imam pun dianggap tidak tau tatacara sholat. Sementara jika foto Prabowo sholat.. kau bilang “Ini contoh pemimpin yg Islami”. Padahal Prabowo sendiri tidak pernah jadi imam sholat. Lalu.. Jokowi harus bagaimana..atau kau yg harus bagaimana. .??

Kau dgn lantang katakan ibu Jokowi Nasrani. Padahal jelas2 ibu & saudara2 Prabowo yg Kristen kau diam saja & itu dianggap sebagai keluarga yg menghormati perbedaan.

Jokowi Sholat Jumaat.. kau katakan “pencitraan”. Tapi jika prabowo yg faktanya tidak sholat Jumaat.. malah kau katakan “wajar musafir boleh dirukhsoh”. Lalu.. Jokowi harus bagaimana..atau kau yg harus bagaimana. .??

Jokowi & Megawati bertemu dgn Dubes Amerika.. kau katakan “Antek asing”. Tapi kalau Hasyim adik Prabowo ngemis dukungan Amerika kau bilang “Wajar..kita harus menjalin komunikasi yg baik”.

Jokowi bawa istri sendiri.. kau katakan pamer & sok romantis. Tapi kalau Prabowo cipika-cipiki dgn mantan istrinya (padahal hubungannya sudah tdk halal lagi) kau anggap wajar. Lalu.. Jokowi harus bagaimana.. atau kau yg harus bagaimana..??

Sekarang 7 lembaga survei memenangkan Jokowi,”kau katakan itu karena ada afiliasi dan dibayar jokowi Tapi klo 4 lembaga Survei yg memenangkan Prabowo, kau bilang “itu yg paling benar” Lalu.. Jokowi harus bagaimana.. atau kau yg harus bagaimana. .??

Lalu sekarang jokowi menang via Quick count kamu katakan yg paling benar real count. Lalu.. Jokowi harus bagaimana. .atau kau yg harus bagaimana..??

Sekarang realcount sudah terbukti, jokowi yang menang, kau meminta agar pengumuman 22juli ditunda... Lalu.. Jokowi harus bagaimana. .atau kau yg harus bagaimana..??

yang jujur pasti menang.... ...!!!!! Maaf saya posting ini dr seorang temen... KEREN MENGGELITIK TAPI RIEL..

Selasa, 17 Juni 2014

Jadilah Pemilih yang Cerdas, Pastikan Lakukan Hal Ini




Halo!
Sobat kakecho

pemilih cerdas
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2014 akan berlangsung kurang dari 1 bulan lagi. Sudah tahu hendak memilih siapa dalam pesta demokrasi kali ini? Memutuskan siapa yang akan jadi pemimpin negara kita untuk 5 tahun ke depan bukanlah hal yang remeh. Kamu perlu benar-benar mempertimbangkan banyak hal sebelum menjatuhkan pilihan.

Kali ini kakecho akan memaparkan hal-hal apa yang perlu kamu tahu dari kandidat calon pemimpin bangsa ini. Plus, hal-hal apa yang kamu perlu acuhkan dari mereka. Sudah siap jadi calon pemilih yang cerdas?

Sebelum Menjatuhkan Pilihan, Kamu Perlu Melakukan Hal-Hal Ini:

1. Sudah Tahu Visi-Misi Kandidat Capres Dan Cawapres?
Janji manis adalah hal yang sering dilontarkan menjelang pemilihan umum. Kandidat bisa menjanjikan berbagai hal, namun pada akhirnya visi-misinya lah yang akan menjadi penyambung lidah bagi aksi yang benar-benar akan dia lakukan. Dari visi-misi itu lah kita bisa melihat komitmen calon pasangan terhadap berbagai isu.

Takut bosen baca visi dan misi yang bertele-tele? Sekarang kamu udah nggak perlu khawatir lagi. Kedua tim sudah mempersiapkan web asyik yang bisa kamu kunjungi. Untuk mengetahui visi dan misi Jokowi dan JK kamu bisa mengakses ke laman ini. Sementara visi dan misi pasangan Prabowo-Hatta dituangkan dalam laman ini.

pemilih cerdas
Sudah tidak ada lagi alasan kamu enggan memilih karena tidak mengenal kandidat yang akan maju ke Pemilu Presiden 2014. Semua informasi tentang komitmen program mereka telah tersedia di hadap mata. Tinggal browsing internet sebentar juga ketemu, kok.

2. Gali Dulu Idealismemu
pemilih cerdas
Anak muda Indonesia kadang tidak peduli pada pentingnya idealisme. Kita kerap terseret arus populer, sehingga menentukan pilihan hanya berdasar apa yang sedang in atau hip saat itu. Mengikuti apa yang paling banyak diminati orang jadi hal yang paling “normal” untuk dilakukan. Padahal, krusial untuk benar-benar mengetahui hal yang paling penting buatmu. Tanpa harus mengindahkan pendapat orang lain.

Setelah mengetahui visi dan misi kandidat, tanyakan pada dirimu sendiri sebelum memutuskan memilih: “Apa yang paling aku harapkan dari kandidat presiden selanjutnya?” ; “Indonesia seperti apa yang ingin aku lihat di masa depan?”. Kalau kamu belum atau enggak mau mengasosiasikan diri dengan idealisme manapun, pertanyaan mendasar tersebut bisa jadi panduanmu untuk menentukan pilihan.

pemilih cerdas
Cari kandidat yang kamu rasa paling mungkin mewujudkan harapanmu. Sesuaikan keinginanmu dengan program dan visi mereka. Pilihlah kandidat yang secara rasional paling dekat dengan idealisme yang kamu yakini.

3. Jangan Malas Luangkan Waktu Nonton Debat Capres-Cawapres
pemilih cerdas
Sekarang perkembangan media memberikan kita kemudahan untuk melihat secara langsung bagaimana calon presiden dan wakil presiden kita memberikan pandangannya tentang sebuah isu. Selama bulan Juni hingga pertengahan Juli mendatang, akan diselenggarakan 5 kali debat Capres-Cawapres (jadwal selengkapnya, disini). Luangkan waktu untuk nonton debat ini. Jangan cuma nonton acara yang isinya joget-joget sama bagi duit itu.

Dalam setiap debat, kandidat Presiden dan Wakil Presiden akan dihadapkan pada isu yang berbeda. Di situlah kamu bisa secara jelas mengetahui bagaimana program-program nyata yang akan ia laksanakan kelak jika terpilih. Kalau perlu, catat poin dari setiap debat dan elaborasikan lagi di debat selanjutnya. Kamu akan bisa melihat mana yang cuma pintar bicara dan mana yang benar-benar konsisten terhadap komitmennya.

Kalau ketinggalan siaran langsungnya di televisi, sekarang juga sudah ada Youtube tempat kamu bisa menonton ulang debat yang sudah berlangsung. Banyak sekali jalan untuk mengetahui sudut pandang calon pemimpin yang akan mengomandani negeri ini. Tinggal kita saja yang harus pintar-pintar memanfaatkan.

4. Kepo-In Mereka Di Media Sosial
pemilih cerdas
Semua kandidat capres dan cawapres punya akun di jejaring sosial. Mereka juga sama seperti kita, menggunakan akun media sosial untuk menyampaikan ide, curhatan dan gagasannya. Bedanya Bapak-Bapak ini kebetulan sedang mencalonkan diri untuk jadi orang nomor 1 dan 2 di republik ini.

pemilih cerdas
Belum tahu apa akun twitter mereka? Nih ya Apasih.com kasih tahu: Prabowo (@Prabowo08), Jokowi (@Jokowi_do2), Hatta Rajasa (@hattarajasa) dan Jusuf Kalla (@Pak_JK). Gak ada salahnya jika mulai sekarang kamu follow akun mereka untuk mendapatkan perkembangan informasi tentang masing-masing kubu secara real time. Kalau punya pertanyaan kamu pun bisa langsung mention ke Bapak-Bapak ini. Keempat kandidat Capres dan Cawapres kita ini cukup ramah kok meladeni pertanyaan konstituen via jejaring sosial.

5. Ketahui Rekam Jejak Kandidat
pemilih cerdas
Janji manis bisa menipu, namun apa yang sudah pernah dilakukan akan jadi bukti nyata bagaimana kinerja calon presiden dan calon wakil presiden kita. Kedua pasang calon kandidat pernah punya jabatan: ada yang sipil (jabatan publik), ada yang militer. Mereka adalah pribadi yang bisa dinilai secara rasional dari rekam jejak yang mereka miliki.

Dari web masing-masing calon kamu bisa mengetahui riwayat kerja yang pernah mereka lakukan. Prestasi apa yang pernah dicapai, permasalahan apa yang dihadapi dan diselesaikan, plus kegagalan apa yang pernah terjadi selama masa jabatan. Apa yang pernah mereka lakukan saat menduduki jabatan akan jadi peta yang baik untuk menunjukkan bagaimana mereka akan bertindak saat memegang pucuk komando tertinggi di negara ini.

6. Cari Sumber Berita Yang Netral. Biasakan Bersikap Kritis Dan Kroscek Informasi
pemilih cerdas
Sekarang ini black campaign bertebaran dimana-mana. Informasi ngawur yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi menjatuhkan pihak lawan kerap jadi sumber data yang menyesatkan. Ngerinya, gak cuma oknum aja. Media cetak dan elektronik juga kerap ditunggangi oleh kepentingan.

Demi menjaga objektivitasmu sebagai pemilih, pastikan kamu punya sumber informasi yang netral. Jangan langsung percaya pada berita yang kamu dapat, bandingkan dulu dengan pemberitaan di media lain. Terlebih jika informasi tersebut kamu dapatkan dari kicauan di sosial media. Selalu cari data yang bisa mendukung informasi tersebut. Informasi viral yang banyak dibicarakan oleh orang-orang disekitarmu itu belum tentu valid, loh.

Kalau Hal Diatas Tadi Penting Untuk Dilakukan, Ini Adalah Hal Yang Sepatutnya Tidak Jadi Pertimbanganmu Dalam Memilih Capres Dan Cawapres:

1. Agamanya Apa/Agamanya Bagaimana?
pemilih cerdas
Keyakinan kepada Tuhan adalah hal paling personal yang dimiliki oleh seseorang. Akan gak adil jika kita sebagai manusia berusaha menilai seseorang dari hubungan vertikal-nya dengan Sang Maha. Siapa kita sih, bisa menilai keimanan seseorang?

Secara konstitusi, siapapun yang berkewarganegaraan Indonesia- dengan latar belakang agama apapun - berhak mencalonkan diri menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Satu-satunya syarat tentang agama hanya tercantum pada pasal 6 poin (a) yaitu “Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa”. Selengkapnya soal Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden bisa kamu lihat disini.

pemilih cerdas
Selain berangkat dari sudut pandang Hak Asasi Manusia dan pemahaman bahwa keimanan tidak bisa diukur oleh manusia, mengesampingkan urusan agama juga jadi bukti bahwa kamu mempercayai sistem check and balance dalam demokrasi Indonesia. Tidak peduli agamanya apa, seorang pemimpin tidak akan bisa semena-mena menjalankan pemerintahan sesuai keinginannya sendiri. Dalam sebuah negara demokrasi, keinginan rakyat akan didengar dan disuarakan lewat wakil-wakil kita yang terhormat di DPR. Belajar memilih secara objektif dan meletakkan isu agama disamping bisa jadi awal yang baik bagi sistem demokrasi kita.
2.” Suku X Ya? Iiih Kalau Orang Suku X Kan Gini” (Kemudian Berspekulasi)
pemilih cerdas
Kultur tempat seseorang dibesarkan memang bisa membentuk nilai-nilai dalam dirinya. Namun, kultur tidak serta merta membentuk perilaku. Semuanya kembali pada karakter dan integritas diri orang tersebut. Lagian udah bukan jamannya banget nggak sih memilih seseorang berdasar suku? Kita sepatutnya sudah harus lebih dewasa menghadapi perbedaan.


3. Dia Kaya Atau Enggak Sih?
pemilih cerdas
Katanya, kalau milih calon pemimpin yang udah settle secara finansial maka kemungkinan korupsi bisa diperkecil. Well, mau sekaya apapun orang itu kalau nggak punya integritas ya tetap saja bisa tergoda untuk korupsi.

Lebih baik pilih dia yang berintegritas dan mau diaudit secara terbuka, terlepas dari jumlah kekayaan yang sudah dimiliki saat ini.

Nah, itu tadi beberapa cara yang bisa kamu terapkan agar jadi pemilih cerdas di pemilu mendatang. Sudah lebih siap dong menghadapi pesta demokrasi Indonesia?

Minggu, 08 Juni 2014

8 tanda lelaki bermasa depan cerah



Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.


1. Punya tujuan hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya. Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, "Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir."

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. "Family man"
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya
sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata "tidak bisa" atau "malas deh melakukannya". Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

jangan salah pilih ya...!!! http:kakecho.blogspot.com/

Jumat, 30 Mei 2014

MENGAPA RIDHO SUAMI ITU SYURGA BAGI PARA ISTRI



1. Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh Ayah Ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan Akad Nikah tanpa ikatan rahim seperti Ayah dan Ibunya.

3. Suami ridho menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah, engkau lebih harus di
hormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4. Suami berusaha menutupi masalahnya dihadapanmu dan berusaha menyelesaikanny a sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. padahal bisa saja disaat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalahmu di utamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.

5. Suami berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6. Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat,
kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Kerja Tersiksa Tapi Banyak Duit / Kerja Seneng Tapi Duitnya Dikit?



Jaman edan kayak sekarang ini lebih mentingin mana? Kerja susah payah banting tulang ngabisin waktu, TAPI dapet banyak DUIT atau Kerja santai dibawa Happy aja, tapi duit segitu-gitu doank?

PENTING MANA? DUIT / KESENANGAN?
BANYAK DUIT BELUM TENTU SENENG
GA PUNYA DUIT UDA PASTI GA BISA SENENG

Orang mana yang SENENG klo ga punya DUIT?
Mau jadi apa lo? Let's DEBATE!
Kenapa saya bilang GA PUNYA DUIT = GA SENENG?

"Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang" (mario teguh)

Orang akan lebih bahagia saat dia punya uang, dia bisa memenuhi kebutuhan sandang-pangan-papan dengan hasil jerih payah kerjanya. Ada uang, bahagia datang! Kita bisa menciptakan kebahagiaan kita sendiri dengan uang.

Apa saja kebahagiaan yang bisa dibeli dengan Uang?
Sebagai contoh:
Menikah itu bahagia, dan menikah itu butuh uang.
Menyenangkan orangtua atau anak,
membelikan barang kesukaan mereka, itu butuh uang.

Semakin banyak kamu membeli, semakin kamu bahagia, maka dari itu WANITA selalu suka yang namanya Shopping, karena mereka bahagia saat
mereka banyak uang.
Mau jadi cantik/ganteng itu butuh perawatan dan uang, good looking mendapat banyak pujian, dan itu membuat bahagia.

Janganlah jadi orang EGOIS
Bekerjalan selagi tulangmu masih tegak Carilah uang sebanyak mungkin, bahagiakan orang sekitarmu, atau setidaknya keluargamu

Jadilah orang berguna yang kelak dikenang Janganlah jadi orang biasa yang mementingkan keSENANGan pribadi daripada keSENANGan bersama Hidup cuma sekali, mikir yang logis, pikir ke DEPAN Jangan cuma mikir HARI INI, KAPAN MAU MAJU?

Mental orang jaman sekarang, terutama PEKERJA/ KARYAWAN terlalu lembek, mental MEWEK ANAK ABABIL
Kerja susah dikit.. RESIGN, Kena MARAH 1x uda MUTUNG, nangis di kamar mandi.

CARI KERJA GA SEGAMPANG MASAK INDOMIE Kerja apapun pasti ada PLUS-MINUS nya, jangan terlalu EGOIS dengan mementingkan KEBAHAGIAAN dulu daripada UANG.

SUATU PEKERJAAN MEMANG SELALU ADA HAMBATAN DAN RINTANGANNYA,
ITULAH DIMANA SESEORANG HARUS BISA MENEMPATKAN DIRI
MENYESUAIKAN DIRI DENGAN APA YANG DIKERJAKAN

HIDUP ITU SEBUAH PROSES
DI DALAM PROSES ITU ADA TAHAP, TINGGAL PILIH AJA MAU BAHAGIA DULU ATAU MAU SUSAH DULU

JADILAH ORANG PINTAR DAN TENTUKAN MULAI SEKARANG!

follow twitter @kak_echo atau like di http://kakecho.blogspot.com/

Kamis, 22 Mei 2014

PRIA VS WANITA DI BERBAGAI KONDISI



SAAT DISKUSI
Pria: Tenang, waspada seperti kaya sedang ujian nasional
Wanita: ribut, semua ngomong, rame, kaya di pasar

SAAT BELANJA
Pria : Langsung ke tempat barang yang dituju.
Wanita : Memutar, mendatangi setiap toko cari yang lucu keliatan bagus dengan harga yang murah. Sampai di rumah, nggak jarang kecewa karena ternyata kurang bagus atau kurang cocok. Ngomongnya, "Kenapa nggak yang di toko itu ya!" Gubraakkk...!!

SAAT MEMBELI BARANG
Pria: Agak mahal sedikit asalkan cocok pasti dibeli.
Wanita: Cari diskon paling besar, harga paling murah. Dan sebel kalau udah beli terus temennya dapetin barang yang sama dengan harga yang lebih murah

NONTON TELEVISI:
Wanita: Kuat berjam-jam nonton program kesayangannya, berlarut2 nggak jarang sampai menangis, melibatkan emosinya.
Pria : Nyalain televisi, mindah-mindahin channel, langsung tidur.

SAAT KE TOILET
Wanita: Satu orang mau ke toilet, yang lain ikutan ke toilet
Pria: Ke toilet pergi sendiri (kan udah gedhe), kalo ada yang ikut... malah ga jadi.

SAAT BEKERJA
Pria: terlalu fokus dengan satu masalah, saat ditanya nggak jawab. Nggak mau diganggu karena sedang berpikir keras.
Wanita: Sambil ngangkat telepon, sambil chattingan, mulut sambil ngunyah makanan. pokoknya SUPEERR..!!

SAAT TENGAH MALAM
Wanita: Sensitif dengan tangis anaknya
Pria: Sensitif dengan bunyi dari luar. Takut ada maling masuk rumah. Tapi kurang sensitif dengan tangis anaknya.

SAAT ADA MASALAH
Lelaki: Nggak mau Diganggu, apalagi dikasih saran tanpa diminta.
Wanita: Nggak terlalu butuh solusi, hanya butuh didengarkan dan diperhatikan. Gimana pendapat Sahabat..???

COMMENT

SELANJUTNYA

Template by : kak echo kakecho.blogspot.com