Responsive Banner design

selamat datang

Monggo di like

Saat Mencoba Mic, Teknisi Ini Bikin Jamaah Masjid Melongo

Banyak klip menarik di YouTube yang menggambarkan bagaimana seseorang bisa melantunkan ayat-ayat Al Quran dengan begitu indahnya. Tapi, klip yang satu ini menjadi salah satu yang paling menarik.
Video ini juga mengajarkan, bagaimana kita mestinya tidak menilai atau menghakimi seseorang dari cara berpakaiannya. Seperti yang dikutip dari tribunnews.com, video ini diambil pada tahun 2013 lalu di sebuah masjid di Arab Saudi.

Video ini merekam bagaimana seorang juru tata suara yang disewa masjid, sedang mencoba tata suara yang sudah diperbaikinya. Yang menarik, tukang tata suara itu, yang tidak menggunakan pakaian ala orang Arab, mencoba mikrofon tidak dengan “tes-tes-tes, 1,2, 3,” seperti halnya biasanya.
Tapi ia mencoba mikrofon itu dengan mengaji. Hebatnya, ia mengaji dengan begitu indahnya.
Para jamaah di sekitar masjid pun melihatinya. Mereka merasa terkejut melihat pria itu mengaji dengan begitu indahnya.
Sejumlah sumber menyebut pria itu adalah seorang juru tata suara asal Philipina.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/T-TYOSRFh0s" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Jadilah pribadi yang senyum bukan sedih


Ketika kita menonton filem yang sedih, kita tahanpun tidak bisa, airmata ikut mengalir.Walau kita tahu itu “hanya” sebuah filem.Demikian pula sebaliknya, ber-sama2 dengan teman2 yang suka tertawa kita ikut gembira.Empati, rasa ikut merasakan perasaan orang lain, memang ada didalam kita sejak lahir, dan menjadi bagian dari kehidupan kita.

Pada perjalanan kehidupan kita, sering kita temui dua type manusia ekstrim: Energizer dan Zapper. Kita harus pandai2 memilah dan memilih mereka.Karena sukses kita tergantung dari bagaimana kita memilih teman, karyawan, atasan, ataupun network yang benar.
Zapper melihat kehidupan sebagai sebuah persoalan besar, selalu mencurigai siapa dan apa saja, iri pada sukses orang lain, menggembosi kegembiraan teman2, terlalu cepat menuduh orang, selalu menceritakan kekurangan orang lain, tidak mudah tersenyum, serta banyak sikap2 negatip lainnya.

Saya yakin anda kenal orang seperti ini, dan dekat dengan satu orang seperti ini sejam saja, habis energi positip kita, kita turut menjadi murung, emotional ikut marah, dan tidak bersemangat sama sekali untuk mengerjakan apa saja. 

Energizer selalu melihat kehidupan dari sisi kesempatan, membuat orang tambah semangat, menerima dan optimis pada keadaan apapun. Energizer sering tersenyum dan tertawa terbahak bahak, bersyukur pada apa yang terjadi, turut merasa senang atas impian orang lain dan menyemangatinya. Membuat orang merasa nyaman dan bersemangat kembali walau dihadang kesulitan.

Nah, tipe ini juga saya yakin sering anda temui dalam kehidupan anda.Tangkap dan jadikan sahabat, karena kita membutuhkan energizers untuk kesuksesan kita. Kita pasti akan mengalami kesulitan dalam perjalanan kehidupan kita, dan energizer akan meringankan beban kita, membuka belitan kesulitan yang kita hadapi, membuat kita kembali bersemangat.
Kita mempunyai pilihan, dan kita harus mencari sebanyak mungkin energizers dalam network kita, menhindari zappers sebisanya.Hidup sudah cukup sulit, persaingan makin tajam, dan kita tidak selalu benar dalam berbisnis.Kita membutuhkan teman yang bisa membuat kita bersemangat selalu.

Kita sendiri harus juga menjadi Energizers! Karena kita tahu orang2 lebih suka bersahabat dengan energizers, dan kalau orang lebih suka bersahabat dengan kita, maka kesempatan sukses kita akan lebih besar. Ini sebuah keunggulan komparatip yang berguna.

Bersikaplah optimistik dan positip, jangan terlalu sering mengkritik, semangatilah mereka semua, sering berikan support dengan tulus, katakan “asal kamu mau, pasti bisa.” Selalulah tersenyum dan tertawa, dan selalu lah ringan tangan membantu orang lain. Hidup Energizers! Salam sukses selalu.

Nasihat Orang terkaya di Cina untuk Anak muda





 Tentang menjadi pengusaha sukses, dalam sebuah talkshow di Korea, Jack Ma memberikan sejumlah nasihat untuk anak-anak muda:


(1) Sebelum berusia 20 tahun, jadilah murid yang baik. Jika Anda memang ingin menjadi pengusaha, belajarlah sedikit-sedikit. Jika Anda belajar berwirausaha, lakukanlah banyak kesalahan. Jangan khawatir, jika Anda gagal, bangkit lagi. Jika gagal lagi, bangkit lagi. Nikmatilah semuanya. 

(2) Sebelum berusia 30 tahun, ikutilah seseorang. 
Bekerjalan di sebuah lembaga atau perusahaan. Biasaya, jika Anda bekerja di perusahaan yang besar, Anda akan belajar tentang proses, pahami bagaimana sebuah mesin besar bekerja dan Anda adalah bagian dari mesin itu. Jika Anda bekerja di sebuah perusahaan kecil, belajarlah tentang semangat dan cita-cita, bagaimana semua itu dibangun. Untuk menjaga dan mencapainya, Anda akan belajar bagaimana mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Sebelum berusia 30 tahun, bukan tentang di perusahaan mana Anda bekerja, tetapi kepada siapa Anda belajar. “It is not which company you go, but which boss you follow. Because, a good boss teach you differently.”

(3) Di usia 30-40 tahun, bekerjalah untuk diri Anda sendiri, jika Anda memang benar-benar ingin menjadi seorang pengusaha (entrepreneur).

(4) Di usia 40-50 tahun, Anda harus fokus pada semua hal yang benar-benar Anda kuasai. Jangan coba-coba mencari minat atau pekerjaan baru, sebab bisa jadi Anda memang akan sukses tapi Anda hanya punya sedikit waktu. 

(6) Saat usia Anda 50-60 tahun, bekerjalah untuk anak-anak muda, karena mereka bisa melakukan hal yang lebih baik daripada yang Anda bisa. Maka bergantunglah pada mereka, berinvestasilah pada anak-anak muda itu, pastikan mereka mengerjakan hal terbaik untuk Anda. 

(7) Saat usia Anda di atas 60 tahun, habiskanlah waktu untuk diri Anda sendiri. Nikmati semuanya, bersenang-senanglah. 

Dalam talkshow yang sama, seorang anak muda bertanya kepada Jack Ma tentang hal yang paling ia sesali dalam hidupnya, “Setelah semua sukses yang Anda dapatkan, apa yang paling Anda sesali?” Tanya anak muda itu.
“Tidak banyak yang saya sesali, kecuali soal waktu dan privasi. Saya menyesal karena saya bekerja terlalu keras sehingga saya hanya bisa menghabiskan sedikit waktu bersama keluarga saya.” 

Melbourne, 5 Juli 2015

Resep Mendidik Anak


1— Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2— Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: "Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!". Tapi katakan kepada mereka: "Mainnya 5 menit lagi yaaa". Kemudian ingatkan kembali: "Dua menit lagi yaaa". Kemudian barulah katakan: "Ayo, waktu main sudah habis". Mereka akan berhenti bermain.

3— Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: "Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..". Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4— Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: "Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh", maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: "Ayo tidur, besok kan sekolah", akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5— Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6— Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: "Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak".

Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Mengerti Istri

Jika istri sedang sensitif, mungkin ia butuh refreshing. Untuk menyegarkan jiwanya yang lelah dengan rutinitas di rumah.
Jika istri terlihat murung, mungkin ia butuh didengarkan. Karena ia butuh Sahabat yang mendengar keluh kesahnya.
Jika istri terlihat sedih, mungkin ia butuh pundak dan tangan. Pundak yang siap menjadi sandaran kepalanya dan tangan untuk menyeka air matanya.
Jika istri terlihat bingung, mungkin ia butuh bimbingan. Untuk menentukan pilihan penting dalam hidupnya.
Jika istri terlihat ceria, mungkin ia butuh kehadiranmu. Agar lengkap sudah kebahagiaannya.
Percayalah, suami sehebat apapun tak kan bisa tenang saat melihat istrinya sedih. Sebaliknya, senyum dan do'a istri menjadi penyemangat suami dalam menjemput rizki.
Setujuu...??
*Boleh di-SHARE smile emotikon

10 Perbedaan Antara Mereka yang Sukses dan Mereka yang Akan Terus Biasa-Biasa Saja

Pernahkah kamu penasaran kenapa tidak semua orang bisa keluar menjadi sukses dalam kehidupan mereka? Terkadang malah seseorang yang dibesarkan dalam fasilitas-fasilitas dan berbagai kenyamanan bisa mengambil keputusan-keputusan sembarangan, mangkir dari tanggung jawab, dan tak pernah mengetahui apa makna dari hari-hari yang dilaluinya. Sebaliknya, seseorang bisa dibesarkan dalam keluarga yang biasa-biasa saja, belajar mengambil kesempatan dalam kesempitan yang dilaluinya, hingga akhirnya mampu menjalani hidup yang bermakna. Ini menunjukkan, kesuksesan lebih banyak kaitannya dengan mental dan kerja keras kita daripada kondisi keluarga yang di mana kita lahir. Artinya, orang yang berasal dari manapun dan dari keluarga apapun punya kesempatan untuk menjadi sukses — jika mereka punya mental yang tepat.
Lantas apakah itu yang disebut dengan mental orang-orang sukses? Di bawah ini adalah 11 perbedaan mental antara mereka yang sukses dan mereka yang akan jadi biasa-biasa saja selamanya.
 1. Bagi orang biasa, orang sukses adalah mereka yang banyak harta. Bagi orang sukses, harta hanyalah alat untuk mewujudkan tujuan mereka yang sebenarnya.
Harta adalah alat, bukan tujuan
Harta adalah alat, bukan tujuan via www.huffingtonpost.ca
Perbedaan antara mereka yang sukses dan mereka yang biasa-biasa saja sebenarnya sesederhana bagaimana keduanya memandang nilai uang.
Bagi orang yang biasa-biasa saja, “sukses” adalah memiliki banyak uang dan harta. Selain simpanan yang aman di berbagai bank, sukses juga berarti bisa bersekolah di sekolah elite, memiliki gadget terbaru, bisa ke luar negeri sesering mungkin, atau punya mobil lebih dari satu. Orang yang sukses adalah orang yang bisa memiliki kenikmatan-kenikmatan di atas.
Nyatanya bagi mereka yang benar-benar sudah merasakan kesuksesan, “sukses” bukanlah tentang cara mendapatkan sebanyak-banyaknya kenikmatan. Sukses adalah tentang memikirkan bagaimana cara memanfaatkan kenikmatan-kenikmatan itu untuk mewujudkan tujuan yang lebih besar lagi. Ya, orang sukses tidak akan puas hanya bisa bersekolah di tempat baik, memiliki gawai yang canggih, atau pergi ke luar negeri. Lebih dari itu, mereka juga akan memikirkan cara terbaik untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapat di sekolah ke masyarakat. Mereka mengambil pelajaran hidup terbaik dari perjalanan-perjalanan mereka ke luar negeri, dan menjadi pribadi yang lebih rendah hati. Prinsip mereka, kenikmatan-kenikmatan itu hanyalah alat untuk memiliki hidup yang lebih bermakna. Karena menghidupi makna adalah kesuksesan yang sebenarnya.
 2. Orang yang sukses dalam arti nyata tak akan lupa bahwa hidup tidak hanya berisi kerja. Pada hal-hal penting lainnya, mereka setia.
Bukan hanya kerja
Bukan hanya kerja via www.businessinsider.co.id
Mereka tak mengorbankan kehidupan pribadi mereka. Alih-alih terus bekerja dan berusaha, mereka juga ingat akan keluarga, sahabat, dan Tuhannya. Mereka yang ‘kurang sukses’ biasanya tak mengindahkan bagian ini.
Ketika banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang tanpa memperhatikan kehidupan pribadi, mereka justru sadar bahwa untuk mendapatkan kesuksesan yang sesungguhnya, mereka juga harus menjaga kehidupan pribadi mereka sendiri, baik dari segi fisik, mental, dan spiritual.
3. Membicarakan keburukan orang tidaklah menarik mereka. Orang sekitar justru dijadikan inspirasi yang mesti dihormati.
Tak mudah bergunjing
Tak mudah bergunjing via www.stylesaint.com
Orang-orang yang sukses memperlakukan orang lain dengan sangat hormat, dan menghargai setiap perbedaan dan karakter masing-masing individu. Mereka tak akan pernah tertangkap basah memulai percakapan dengan kalimat: 
“Tahu nggak, tadi tuh si X…”
 Bagi mereka, orang lain itu ada bukan untuk dibicarakan keburukannya. Orang lain ada untuk menawarkan pelajaran dan inspirasi kepada kita. Bukannya mencari celah buruk orang sekitar, orang-orang yang benar-benar sukses justru memperlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Ini karena mereka tahu, dari mana saja mereka bisa belajar.
 4. Mereka tak hanya bekerja keras, namun juga bekerja cerdas. Hak tubuh untuk beristirahat selalu mereka bayar lunas.
mereka punya waktu istirahat yang cukup
mereka punya waktu istirahat yang cukup via pixgood.com
Selama ini, kita selalu diajarkan untuk bekerja keras. Mengorbankan reuni dengan teman lama, waktu luang di akhir pekan, hingga waktu tidur malam agar bisa menghasilkan karya terbaik yang bisa ada. Menunda kesenangan-kesenangan pribadi agar bisa lebih berkonsentrasi meraih ambisi.
Kita lupa bahwa yang tak kalah pentingnya dari bekerja keras adalah bekerja cerdas. Mengetahui ritme kerja tubuh, memaksimalkan kapasitas otak, menghindari distraksi. Dengan ini, kita tak perlu mengorbankan banyak waktu luang demi target-target pekerjaan. Kita pun tak perlu menggunakan waktu istirahat untuk bekerja.
Karena istirahat adalah hak setiap manusia. Dengan istirahat, tubuh serta pikiran kita akan menjadi segar dan siap untuk menghadapi segala tantangan. Jika kita memaksa untuk bekerja secara terus-menerus, kita tak akan memiliki waktu untuk berpikir jernih. Lagipula, apa kita mau menghabiskan masa muda hanya untuk bekerja, sebelum tiba-tiba menjadi tua lalu meninggal dunia?
 5. Kesuksesan tak pernah datang sekejap mata. Ia baru mau mengetuk pintu setelah mencium bau darah dan keringatmu.
Kesuksesan tak datang sekejap mata
Kesuksesan tak datang sekejap mata
 Bahkan segala macam ketakutan dan kekhawatiran mengenai masa depan selalu mewarnai langkah manusia. Maka tak jarang banyak orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan keinginan mereka. Berbuat curang, korupsi, mengambil yang bukan haknya, menipu, adalah contoh yang sering temui di masyarakat. Alih-alih tergiur dengan keuntungan instan, orang-orang sukses justru tetap berpegang teguh pada prinsip mereka.
6. Ilmu adalah kue manis yang harus dibagi-bagi. Bagi orang-orang yang benar-benar sukses, percuma punya makanan enak kalau harus dihabiskan sendiri.
Almarhum Bob Sadino, tak pernah pelit ilmu
Almarhum Bob Sadino, tak pernah pelit ilmu via gastronomy-aficionado.com
Mungkin di dunia ini kita akan sering dihadapkan pada orang yang enggan membagi ilmunya. Baik di teman kampus maupun teman kantor, ada saja yang tidak mau membagi pengetahuaanya kepada para junior. Mungkin karena alasan tidak mau disaingi, atau tak ingin jabatannya diambil oleh mereka yang lebih berkompeten. Tipe-tipe orang yang seperti ini biasanya adalah orang yang malas, dan tak mau pindah dari zona nyamannya.
Orang yang sangat sukses justru sadar bahwa membagi ilmunya kepada orang lain justru akan sangat bermanfaat bagi tujuan-tujuan mereka. Mereka sadar bahwa generasi muda-lah yang akan menjadi penerus.
7. Orang sukses dan orang biasa sama-sama pernah terpuruk gagal. Namun, orang sukses tak pernah kehilangan rasa percaya pada rencana Tuhan.
Sama-sama pernah terpuruk dan gagal
Sama-sama pernah terpuruk dan gagal via inanutshell.ca
Meski telah diterpa dengan berbagai macam cobaan, mereka tetap tegar dan berusaha untuk bangkit lagi. Tak ada kata menyerah dan putus asa di dalam kamus mereka. Cobalah kalian lihat sendiri, adakah orang sukses yang dalam perjalanannya sama sekali tak menemui kegagalan? Kamu bahkan akan terkejut jika menemukan fakta bahwa orang-orang yang paling sukses justru lebih banyak mengalami hal buruk dibanding mereka yang ‘kurang sukses’.
Yang membedakan mereka adalah kepercayaan yang tak pernah pudar pada rencana Tuhan. Ketika terpuruk karena kegagalan dan bahkan hampir mencapai kebangkrutan, mereka tidak mengkhianati nilai-nilai kegigihan yang selama ini mereka percaya. Bagi mereka, ini hanyalah cara Tuhan menyuruh mereka mempersiapkan diri sebelum menjemput rezeki yang lebih besar lagi. Karena Tuhan adalah satu-satunya dzat yang tak pernah mengkhianati perkataan-Nya sendiri.
8. Mereka tak merasa paling pintar meski gemar berbagi ilmu. Justru, merekalah yang paling mudah mengaku tidak tahu.
Mereka tahu mereka tidak tahu
Mereka tahu mereka tidak tahu via 8tracks.com
Daripada menebak-nebak dengan jawaban yang klise dan terkesan dibuat-buat, mereka lebih memilih untuk mengatakan bahawa mereka memang tidak tahu. Mereka berhati-hati, dan lebih memilih untuk meminta saran atau nasehat kepada orang yang lebih ahli untuk menghindari kesalahpahaman dan keputusan yang salah.
9. Mereka pun sadar bahwa kebahagiaan itu nyata hanya jika bisa dibagi.
Berbagi kepada sesama
Berbagi kepada sesama via mcgrawhillfinancial.tumblr.com
Apalah arti hidup ini jika kita hanya menikmati nikmat yang didapat seorang diri. Dengan berbagi kepada orang lain menunjukkan bahwa kita peduli, kita sadar bahwa kita tak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, dan yang lebih penting adalah kita dapat berbagi secuil kebahagiaan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?
 10. Alih-alih membenci dan sibuk berkompetisi, mereka belajar untuk mencintai. Bahkan jika itu musuhnya sendiri.
Cintai musuhmu
Cintai musuhmu via www.gcurley.info
“Musuh yang pintar lebih baik daripada teman yang bodoh.”
Pepatah Arab
Mereka sadar, dengan membenci musuh-musuh atau saingan mereka, akan mengakibatkan rasa sakit di dalam hati yang bahkan bisa berimplikasi kepada kebencian dan rasa khawatir yang berlebih. Daripada membenci, toh lebih baik saling bekerja sama untuk mendapatkan tujuan yang ingin dicapai. Bahkan kekuatan dan keberanian yang sebenarnya adalah bagaimana caranya mencintai mereka yang tak mudah untuk dicintai.
 Nah, sudahkah kalian mempraktikkan salah satu dari sifat-sifat orang sukses diatas? Jika belum, Hipwee sarankan mulai sekarang untuk segera mempraktikkan beberapa diantaranya. Good luck!

Puisi Abdur di Standup Comedy 4 Kompas Tv

Ada satu hal yang paling menarik menurut saya di sepanjang perjalanan Stand Up Comedy Indonesia yang ditayangkan oleh Kompas TV, yaitu penampilan kedua Abdur pada saat final SUCI4. Komik asal Nusa Tenggara Timur ini merupakan komika favorit saya di SUCI4. Komika yang cerdas dan kreatif, dia mampu membawakan kritik sosial di panggung stand up comedy, bukan hanya sekedar membuat kita "hahahahahihihihi", tetapi dia telah menjadi penyambung lidah suara minor.. suara keresahan.. suara yang merindukan keadilan.. suara yang mungkin sudah kehilangan tempat untuk bercerita.. khususnya suara dari "timur"..


Puisi Abdur di Final SUCI4 KompasTV


Abdur kerap kali menyisipkan "karya sastra" pada penampilannya dan yang paling terbaik adalah puisi atau sajak yang dia sampaikan pada saat final SUCI4 dengan tema politik (pemilu Presiden 2014). Keren!!!


*Rasanya saya sudah kehabisan kata-kata, tanpa panjang lebar lagi silakan simak puisi Abdur di Final SUCI4 yang coba saya tuliskan kembali teks lengkap puisi Abdur SUCI4 di bawah ini. Kurang tahu apa judulnya, saya tulis saja Nahkoda Indonesia. Jika ingin videonya, silakan cari di Youtube :)

Jangan lupa bagikan pada teman2 kalian :)

***

Nahkoda Indonesia

Jaya Indonesia..
Sebagai anak nelayan dari Lamakera..
saya melihat Indonesia itu seperti kapal tua..
yang berlayar tak tau arah..
arah nya ada,
hanya nahkoda kita yang tak bisa membaca..
mungkin dia bisa membaca..
tapi tertutup hasrat membabi buta..
hasrat hidupi keluarga, saudara, kolega..
dan mungkin istri muda.

Indonesia itu memang seperti kapal tua..
dengan penumpang berbagai rupa..
ada dari Sumatera, Jawa, Madura, Sumbawa hingga Papua..
bersatu dalam Nusantara.

Enam kali sudah kita ganti nahkoda,
tapi masih jauh dari kata sejahtera.
Dari dulu teman-teman, dari teriakan kata merdeka..
sampai sekarang, folbak donk kaka..

Nahkoda pertama,
sang proklamator bersama Hatta..
membangun dengan semangat Pancasila..
dan terkenal di kalangan wanita..

ia pernah berkata..
mampu guncangkan dunia dengan sepuluh pemuda..
tapi itu kan kurang satu untuk tim sepakbola..
kalau begini kapan baru kita ikut piala dunia?


nahkoda kedua,
32 tahun berkuasa..
datang dengan program pembangunan beranama pelita..
bapak pembangunan bagi mereka..
bagi saya tidak ada bedanya.. tidak ada!!!

penumpang bersuara berakhir di penjara..
atau hilang di lautan tanpa berita..
beda dengan Dodit Mulyanto..
hanya modal biola saja terkenal di Indonesia..


nahkoda ketiga,
sang wakil yang naik tahta..
mewarisi pecah belahnya masa orba..
belum sempat menjelajah samudera..
Ia terhenti di tahun pertama..
dibanggakan di Eropa,
dipermainkan di Indonesia..
Jerman dapat ilmunya..
kita dapat apa...??
...antrian panjang nonton film nya.


nahkoda selanjutnya,
Sang Kiai dengan hati terbuka.
Ia terhenti dalam sidang istimewah..
ketika tokoh-tokoh reformasi berebut istana..
potong bebek saja..
gitu aja kok repot.. kata Gusdur featuring Ursula..


nahkoda kelima,
nahkoda pertama seorang wanita..
dari tangan ibunya..
bendera pusaka tercipta..
kata bapaknya..
berikan aku sepuluh pemuda..
tapi apa daya..
itu diluar kemampuan ibu beranak tiga..
kalau mau sepuluh pemuda..
ambil saja dari followersnya Raditya Dika..
cemungud yah kaka..


nahkoda keenam bagian A..
kenapa bagian A..
sengaja biar tetap ada 5A..

dua pemilu mengungguli perolehan suara..
dua kali disumpah atas nama garuda..
tapi itu hanya awal cerita..
cerita panjangnya terpampang di banyak media..
lapindo, Munir, centuri, hambalang.. kami menolak lupa!

kini, ia telah hadir di sosial media..
mungkin bermaksud mengalahkan Raditya Dika..
setelah empat album yang berakhir entah seperti apa..
mungkin ia akan membuat film.. Malam Minggu Istana.

teman-teman, kini 2014 telah tiba..
saatnya kita kembali memilih nahkoda..
pastikan dia yang mengerti Bhinneka Tunggal Ika..
bukan boneka milik Amerika!
Dia yang menerti suara kita..
suara kalau Indonesia bisa!
bukan suara 'aitakata.. aiyaahya..'
atau folbek donk kaka..

Inilah cerita kapal tua kita..
ada yang tidak percaya? ada?
sudah.. kalian percaya saja..

***
sekian.

Berapa Gaji Nick Vujicic (Motivator termahal didunia)

Berapa Gaji Nick Vujicic per Jam...?

Nick Vujicic dibayar USD 150.000 per 2 jam.

Siapa yg tak kenal motivator sekaligus Inspirator kelahiran benua Australia. Pemuda Cacat Fisik yg usianya belum genap 34 th (tanpa lengan dan kaki ini) mengispirasi banyak orang di dunia.

Dia sudah 2x datang ke Indonesia. Terakhir diundang oleh sebuah perusahaan asuransi asing di Bali dengan
Bayaran sekitar USD 125000-150000 per 2 jam. Jadi hampir 2 Milyar. Fantastic!

Yg kebetulan menyaksikan seminar NICK di Bali awal Maret kemarin berdiskusi.
Ada yg nyeletuk: "wah enak benar yah jadi motivator hanya bicara 2 jam bisa dapat 2 milyar sambil bercanda.

Tapi yg temannya menimpali dgn agak serius dan bertanya balik: "Apa kamu mau melalui "proses" untuk mencapai 2M selama 33 thn? Masa kecil yg keras, penuh hinaan, dibully, diinjak, diremehkan dan direndahkan. Kamu benar-benar mau mendapatkan 2M tanpa tangan dan kaki?"

Yg bertanya diam sebentar, pikiran benar-benar disentil oleh jawaban balik.

Ternyata dlm kehidupan sehari2, secara sadar kitapun kerap melakukan hal yg bisa sama. Ketika melihat orang sukses kita selalu berkata, betapa enaknya ya hidup mereka sekarang, punya banyak uang berlimpah, aset yg byk, hidup yg serba kecukupan.

Kita mudah sekali memakai "HUKUM PEMBANDING". Akibatnya bukan rasa bersyukur yg diharap, tapi bisa jadi rasa IRI yg menyelinap di hati & kerap kita hanya melihat saat orang ada di puncak, tapi tak pernah tau kapan mereka mulai merayap dan merangkak.

Orang mudah melihat senyum yg lepas tanpa melihat air mata dan keringat yang diperas. Kita iri melihat keberhasilan orang lain, kita menginginkan, tapi kita tak berani bayar harganya.

"Jika Anda hanya INGIN sukses tapi malas dan mudah menyerah, lebih baik jangan bermimpi! Bahkan Berfikir pun jangan!

Tapi bila sangat menginginkan kesuksesan... Anda harus membayarnya sekarang dengan kerja keras, disiplin, berani dan libatkan tuhan dalam keputusan2 hidup anda.

Ibadah


1. Laksanakan segala apa yang diwajibkan Allah, niscaya kamu menjadi orang yang paling bertakwa. (HR. Ath-Thabrani)
 
2. Laksanakan ibadah sesuai kemampuanmu. Jangan membiasakan ibadah lalu meninggalkannya. (HR. Ad-Dailami)
 
Penjelasan:
Yang dimaksud ialah ibadah selain yang fardhu.
 
3. Amal (kebaikan) yang disukai Allah ialah yang langgeng meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
 
4. Sebaik-baik ibadah ialah yang dirahasiakan (tidak dipamerkan). (HR. Asysyihaab)

5. Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
 
6. Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan dalam beribadah. (HR. Muslim)
 
Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

Siapa yang lebih cerdas? mahasiwa aktif organisasi, atau mahasiswa Ipk tinggi?

“Hayo, menurut kamu mana yang lebih cerdas?”
Di dunia perkuliahan, ada dua tipe mahasiswa yang biasanya menonjol. Yang satu, mahasiswa dengan
koleksi name tag dan baju kepanitiaan berjibun, yang satunya mahasiswa dengan koleksi fotokopian bertumpuk-tumpuk. Yang satunya sibuk rapat dan ikut kegiatan ini itu, yang satunya sibuk bergumul dengan buku dan mencurahkan segenap kekuatan untuk tugas kampus. Well, sebenarnya di antara mereka berdua, mana sih yang lebih cerdas? Silakan kamu menilai sendiri ya.

Fakta Mengenai Mahasiswa Aktivis/Organisasi
1. Organisasi Mengasah Soft Skill Mereka
Ini adalah kemampuan manajemen diri maupun manajemen orang lain. Soft skill adalah salah satu
bentuk kecerdasan juga lho, guys. Mengapa? karena dengan melatih soft skill, berarti kamu bisa
bekerja dalam tim, memanajemen sebuah hierarki dan bekerja sama dengan rekan dengan
berbagai latar belakangan.

2. Memperluas Jaringan dan Pintar Menambah Teman
Bayangkan saja sekarang kamu sudah berorganisasi. Temanmu pun akan tambah banyak, tidak seperti dulu saat temanmu hanyalah anak-anak satu jurusan dan satu fakultas.

3. Aktif di Organisasi Bisa Mempertajam Bakat
Kamu bakat ngomong di depan umum? Dengan ikut kepanitiaan kamu bisa mengasah bakatmu dengan
menjadi MC di berbagai acara kampus. Kamu suka mengatur dan melakukan koordinasi? Kamu bisa menjadi koordinator acara untuk pensi kampus, misalnya.

4. Putting Theory Into Practice
Percuma saja berteori, tanpa ada praktek nyata. Kamu cerdas dalam hal teori, tapi kalau gak bisa menerapkannya dengan baik itu artinya sama saja. Kalau kamu berorganisasi, itu akan melatihmu untuk semakin cerdas dalam take action!

5. Menambah Nilai CV-Mu
Saat melamar kerja, HRD juga nggak akan melewatkan pengalamanmu berorganisasi. Orang yang banyak pengalaman berorganisasi terkesan valuable. Pasalnya kecerdasan mereka dalam bersosialisasi lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak berorganisasi saat masa perkuliahan.

6. Cerdas Memberikan Ide untuk Peduli Lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan sosial bisa diwadahi dalam organisasi. Kamu akan terlatih untuk peduli dengan sekitar dan mendapatkan ide-ide baru yang lebih baik.

Fakta Mengenai Mahasiswa IPK Tinggi
1. Gigih dalam Belajar
Mereka sangat gigih dalam belajar. Bisa dibilang dalam hal teori mereka sangat cerdas. Dan seolah semua materi kuliah bisa mereka hapalkan diluar kepala. Menjawab pertanyaan tak terduga dari dosen pun adalah hal yang mudah.

2. Kecerdasan yang Berbuah Beasiswa
Hanya orang-orang tertentu yang bisa dapetin beasiswa. Salah satunya adalah mereka yang ber-
IPK tinggi. Cerdas itu mempermudah segalanya, bukan?

3. Banyak Perusahaan Mencari Mahasiswa Ber-IPK Tinggi
Contohnya aja, kalau kamu bercita-cita jadi seorang dosen, IPK minimal yang harus kamu miliki adalah 3 (tiga). Kalau kamu pengen jadi PNS, IPK minimalnya adalah 2.75.

4. Pintar dan Dapat IPK Bagus itu Kebanggaan Tersendiri
Akhirnya, jerih payahmu, ketekunanmu dan semangatmu berbuah manis. Pasti senang melihat
IPK-mu yang bagus terpampang nyata di kartu hasil studi setiap semester. Makin bangga lagi pas
wisuda dan ketika IPK-mu disebutkan sekencang-kencangnya.

5. Aman dari Ancaman DO (Drop Out)
Tidak seperti mahasiswa lainnya yang IPK-nya kecil dan sering TA (titip absen) saat kuliah. Mahasiswa yang IPK-nya bagus akan terselamatkan dari ancaman drop out.

6. Kesiapan Menghadapi Rumitnya Tantangan Kerja Semakin Matang
Berbekal kecerdasan yang kamu miliki, serta kecepatanmu dalam berpikir, maka kamu akan semakin matang mempersiapkan diri dalam bekerja. Kamu akan dengan mudah memahami job desc yang dilimpahkan ke kamu dan product knowledge.

Setelah membaca fakta-fakta di atas, kira-kira menurutmu siapa yang lebih cerdas nih? Ehem.

Tokoh: 10 bersaudara penghafal Alqur'an

Assalamualaikum!!
Masih membahas tentang para penghafal Quran nih!! Wow, subhanallah banget nih 10 bersaudara ini!
Mereka semua adalah kakak beradik yang benar-benar solid dan memiliki ciri khas tersendiri. Penghafal Quran.
Huaaa, mau deh punya saudara kaya’ mereka!!
Oya, artikel ini ana ambil dari pancatunggal.info terimakasih untuk wrtikel di web tersebut ^_^
Oke, jadi inilah mereka…

Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur’an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an ini merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur’an bukan sesuatu yang mustahil.
Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur’an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istriMutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. SedangkanWirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.
10 bersaudara bintang Al-Qur’an itu adalah :
 
Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur’an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.
Faris Jihady Hanifa
Putra kedua. Hafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.
Maryam Qonitat
Putri ketiga. Hafal Al-Qur’an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.
Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur’an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.
Ahmad Rasikh ‘Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur’an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.
Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur’an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.
Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur’an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.
Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur’an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur’an 30 juz pada saat kelas 6 SD.
Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur’an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.
Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur’an.
Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an ini tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur’an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur’an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur’an, Al-Qur’an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur’an Kodifikasi Al-Qur’an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur’an. Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur’an begitu penting. Penulis mengklasifikasikann ya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur’an merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur’an mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Qur’an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.
Apa Kuncinya?
Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur’an itu? Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:
1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)
Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur’an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur’an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur’an yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur’an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur’an sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur’an, mereka diberi hadiah.
Nah, Jadi buat kalian yang mau hafal Quran 30 Juz. Bisa kok ikuti cara mereka.
Tetap semangat hafalan Qurannya ya Akhi wa Ukhti fillah!!
Powered by Blogger.

comment

follower

Followers

My Blog List