Responsive Banner design

selamat datang

Bantu like bos...

Perbedaan pedagang dan pengusaha

Perbedaan pedagang dan pengusaha biasanya dianggap tidak ada perbedaannya oleh sebagian orang. Namun, sebenarnya pedagang dan pengusaha memiliki banyak sekali perbedaannya. Salah satunya adalah pengusaha umumnya akan berpikir mengenai usahanya secara jangka panjang. Sedangkan, umumnya pedagang hanya menginginkan dagangannya untuk laku dan mendapatkan untung saja.

Apa Itu Pedagang dan Apa Itu Pengusaha?
Sebelum dijelaskan mengenai apa perbedaan pedagang dan pengusaha, terlebih dahulu mari cari tahu apa itu pedagang dan pengusaha.

Pedagang adalah seseorang yang menjual suatu barang dengan menginginkan akan mendapatkan untung. Hal itu bukan berarti bahwa pengusaha tidak menginginkan untung ya.
Cara kerja pedagang adalah mereka akan mencari barang yang memiliki harga lebih murah dan akan dijual lagi dengan selisih harga. Contohnya saja seorang pedagang yang membeli buku seharga 10 ribu rupiah, maka ia bisa menjualnya menjadi 15 ribu rupiah. Begitulah cara kerja pedagang pada umumnya.

Sedangkan pengusaha adalah orang yang membuat suatu usaha yang belum ada menjadi ada. Seorang usaha umumnya akan mencari sebuah peluang usaha yang biasanya belum banyak ada di sekitarnya.
Seorang pedagang akan mencari untung untuk saat itu juga. Caranya pun dengan menjual suatu barang dengan selisih harga. Sedangkan cara pengusaha mencari untung adalah dengan membangun usaha yang belum ada sehingga akan menghasilkan sesuatu dan bisa dibuat menjadi untung. Begitulah cara mencari untung dari pedagang dan pengusaha yang bisa dibilang sangat berbeda bukan.

Seorang pengusaha juga akan memiliki keinginan untuk selalu membuat usahanya lebih maju. Para pengusaha akan membuat strategi untuk pemasaran agar produknya bisa dikenal luas oleh masyarakat. Sedangkan bagi pengusaha, jika dagangan mereka untung itulah salah satu tujuan mereka, tanpa mereka memikirkan suatu strategi. Semakin banyak pembeli di tempat usaha mereka, semakin banyaklah untung yang mereka dapat.

Pengusaha akan memiliki risiko investasi yang lebih besar daripada yang ditanggung oleh pedagang. Sebab pengusaha belum tentu bisa mendapatkan untung mereka saat itu juga. Lain halnya dengan pedagang yang bisa meraih untung setelah barang dagangan mereka laku.

Seorang pengusaha biasanya akan mempunyai mental yang sangat kuat dan juga tahan banting. Pengusaha juga telah terbiasa mengahdapi tekanan fisik maupun psikis. Hal itu disebabkan seorang pengusaha bisa saja mengalami kegagalan yang besar saat usahanya belum bisa diterima oleh masyarakat.

Mental antara pedagang dan pengusaha bisa menjadi salah satu perbedaan terbesar diantara mereka.
Berikut Faktor Pembeda Seorang Pedagang dan Pengusaha
Berikut ini faktor yang bisa menjadi pembeda antara pedagang dan pengusaha.

1. Perencanaan
Perbedaan pedagang dan pengusaha yang pertama bisa dilihat dari perencanaannya. Seorang pengusaha pasti akan merencanakan usahanya dalam jangka pendek, jangka menengah dan juga dalam jangka panjang. Hal itu dilakukan agar usaha yang dilakukannya bisa dilaksanakan dengan jelas. Jelas dalam maksud kapan barang akan habis maupun kapan harus memasang modal lagi. Hal itu dilakukan agar pengusaha itu tidak akan mengalami kerugian.

Sedangkan bagi pedagang, umumnya mereka tidak terlalu mementingkan sebuah perencanaan. Bagi pedagang jika dagangannya laku mereka sudah sangat senang. Sehingga tidak ada pemantauan yang detail terhadap keuntungannya seperti yang dilakukan oleh seorang pengusaha.

2. Pemasaran
Perbedaan pedagang dan pengusaha yang kedua adalah dari segi pemasarannya. Baik pedagang dan juga pengusaha sama-sama melakukan pemasaran. Namun, strategi dan cara pemasarannya cukup berbeda.

Seorang pengusaha lebih berpikir bagaimana cara memasarkan usahanya dengan mempercantik kemasan dari produknya agar menarik bagi banyak orang. Selain itu pengusaha juga akan mencari tempat yang dianggap bagus untuk menjual produk dari usahanya.

Sedangkan bagi seorang pedagang dalam memasarkan produknya hanya dilakukan di satu tempat saja. Selain itu, pedagang juga umumnya memasarkan dagangannya dengan tenaga yang banyak seperti dengan berteriak-teriak.

3. Perbendaharaan
Perbedaan pedagang dan pengusaha yang terakhir adalah dalam hal perbendaharaannya. Seorang pedagang dan pengusahah akan selalu mencatat pemasukan dan pengeluaran yang dilakukannya. Namun, seorang pengusaha lebih detail saat mencatat pemasukan dan pengeluarannya. Seorang pengusaha juga akan mengamati usahanya apakah telah berkembang dengan baik melalui sebuah grafik.

Bagi kalian yang ingin memulai usaha lebih baik mulai sekarang kalian mulai merencanakan usaha apa yang ingin kalian lakukan. Jangan lupa juga untuk mengetahui sasaran pemasaran dari usaha kalian agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Informasi di atas semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari perbedaan pedagang dan pengusaha.

Cheers,
Kevin Jonathan

Membentuk Pola fikir

Membentuk Pola Pikir

Hal "Buruk" dapat diubah menjadi hal yang baik, it's all about our Mindset.

Pada tahun 1892, Toko Buah Yu mengangkut 50 keranjang nanas dari Laiyang ke Shanghai. Krn perjalanan yang jauh maka nanas-nanas membusuk dan dibuang.

Di seberang Toko Buah Yu ini ada toko kecil dihuni sepasang suami istri yang tidak memiliki sesuatu untuk dimakan dan segera memungut nanas yang dibuang itu. Nanas dikupas, dipotong kecil-kecil dan dijualnya.

Bisnis ini berjalan lancar. Suami istri ini membeli nanas busuk dari Toko Yu. Toko Yu dengan senang hati menjual murah.

Nanas itu dipilah dan diproses jadi kue dodol nanas dan terjual laris. Dalam waktu singkat kue dodol nanas ini jadi makanan khas daerah Tiongkok Selatan dan sampai ke kerajaan.

Pemilik Toko Yu iri. Yu tahu bhw kue dodol nanas itu terbuat dr nanas busuk (sisa) yang dia jual. Malam harinya Yu menulis “Tian Zhi Dao” (Langit Tahu) lalu menempelnya di pintu toko kue dodol nanas.

Esoknya suami istri itu melihat tulisan ini. Mereka terperanjat, tahu kalau ada orang yang ingin merusak bisnis mereka. Suami tertawa dan berucap, “Kita kebetulan sedang berpikir mencari nama toko, hari ini ada orang yg menuliskan nama toko dan mengirimnya ke depan pintu, itu bagus sekali." Kaisar juga pernah memakan kue dodol nanas tokoku, Kaisar adalah Putra Langit pada masa itu, jadi sdh seharusnya kalau memakai nama ‘Tian Zhi Dao’. Oke, saya gunakan ini sebagai nama toko !”

Dampaknya bisnis kue dodol nanasnya jadi semakin melejit. Yu jadi semakin berang. Lalu Yu dgn liciknya melukis di dinding toko itu seekor kura-kura yang menyembunyikan kepala di dalam tempurung dengan disertai tulisan: “Tidak tahu malu”

Keesokan harinya, melihat lukisan kura-kura ini, sepasang suami istri itu terdiam, namun sejenak kemudian berucap secara bersamaan, “Kita gunakan gambar kura-kura ini sebagai logo produk. Kue dodol nanas dapat menyembuhkan batuk dan memperpanjang usia. Kura-kura adalah hewan yang panjang usianya.”

Sejak itu, logo kura-kura jadi logo yg terkenal di Shanghai.

Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran tentang kekuatan pikiran.
Seseorang yang bijak akan mampu mengubah hinaan, kegagalan, dan kekecewaan, menjadi sebuah motivasi hidup yang membawa kesuksesan.

Positive thinking istilah kerennya, berprasangka baik terhadap takdir hidup yang diberikan oleh Tuhan akan membawa rejeki yang datang dari tempat tidak terduga.

Www.duta-paytren.com

Banggalah jadi pengusaha

BANGGALAH JADI PENGUSAHA YANG BERMANFAAT & MENGAYAKAN

Seperti yang pernah Saya paparkan di buku hitam,
"Tidak ada yang lebih mulia antara pengusaha dan karyawan kecuali mereka yang bertaqwa kepada-Nya"
Karenanya, jika saat ini Anda sudah jadi pengusaha, jangan songong dan merasa bahwa diri Anda paling mulia. Alasannya mentang2 bisa menggaji karyawan dan bermanfaat bagi banyak orang. Lha iya kalau Anda pengusaha sukses dan kaya beneran, boleh2 saja Anda mengatakan demikian. Tapi ingat, indikator kemuliaan bukanlah kesuksesan atau kekayaan, melainkan ketaqwaan.

Dan bagi Anda yang masih jadi karyawan, jangan berkecil hati. Karena kalau ibadah Anda lebih joss daripada mereka pengusaha yang menghalakan segala cara, makan harta riba, suap menyuap, dan melupakan Allah, bisa jadi Anda lebih mulia dari mereka.

Oh ya, ngomong2 soal karyawan, Saya pribadi pernah jadi karyawan selama 2 tahun di perusahaan konsultan pendidikan. Saya menikmati proses "ngaryawan" dan mensyukurinya, sebelum akhirnya memutuskan full time jadi pengusaha.
Ya, Saya lebih memilih untuk meninggalkan tempat kerja saat itu walaupun gaji yang Saya dapat lumayan besar untuk menghidupi kehidupan. Sejak saat itu, Saya kerja di perusahaan kecil, sebagai CEO (Chief Everything Officer) di perusahaan Saya sendiri. Hehe
Mungkin orang di luar sana ada yang bangga bergaji besar dan kerja di perusahaan ternama. Tapi Saya pribadi lebih memilih berkarir sebagai pengusaha dengan ketidakpastian gaji setiap bulan. Apakah Anda juga begitu?

Sadarlah, di saat Anda putuskan jadi pengusaha, di saat itu pula Anda putuskan untuk jadi orang besar. Maksudnya?
Selain Anda berjiwa besar karena siap menerima segala kenyataan dan kemungkinan buruk di bisnis, Anda pun siap2 mendapatkan penghasilan besar dan kerugian besar. Nah, lho...
Memilih profesi pengusaha dan karyawan adalah pilihan hidup. Jangan pernah sesali apa yang sudah kau putuskan.

Nikmati prosesnya, rasakan hasilnya. InsyaAllah, hasil yang didapat akan sesuai dengan keringat yang dikeluarkan.

Kisah anak 8 tahun pembunuh preman

ARIF UMUR 8 TaHuN MEMBUNUH PREMAN .
KISAH NYATA ARIF SI NARAPIDANA CILIK YANG CERDAS (8 Tahun)

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.

Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak.

Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?

Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun.Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu tinggi.

Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.
"Siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.
"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.
Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat lho waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras.

Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.
Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpan di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur.

Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruang ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan Tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah.Pelarian-pelariannya didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil Omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!
Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

* Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. * Tulisnya singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, kebijakan bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.
Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan di negeri ini!

Sumber : KASKUS
Mohon like dan sebarkan [SHARE] sampai kepada Presiden!!
Penulis: Lars Fredick Sugandha

Kisah keledai, ayam dan anjing

Suatu hari di sebuah peternakan, hiduplah seekor keledai yang merana. Keledai ini dimiliki oleh seorang majikan yang kejam. Setiap hari, si majikan tak pernah luput mencambuk si keledai, meskipun hewan itu tidak bersalah. Karena tidak tahan dengan perlakuan kejam ini setiap hari, si keledai memutuskan untuk lari.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan anjing yang juga diusir pemiliknya karena dianggap tidak berguna. Mereka berdua memutuskan untuk berjalan bersama. Tak lama kemudian, mereka melihat seekor ayam yang hendak di sembelih. Karena kasihan melihat nasib si ayam, mereka mmutuskan untuk melepaskan ayam dari kandangnya dan bertiga berjalan ke kota Bremen, yang lebih besar dari desa mereka.

Lama dalam perjalanan, tiga sekawan ini kelaparan dan kehausan. Namun apa daya, tidak ada apapun yang bisa dimakan atau diminum di sekitar mereka. Bahkan sungai kecil yang biasanya berair jernih pun siang itu tampak kering kerontang.

"Aduh, aku lapar sekali!" Seru si Keledai."Dan aku haus!" Sahut si anjing. "Aku lapar dan haus!" Sahut si ayam pula. Mereka pun terduduk dengan lesu di sisi pintu masuk kota Bremen. Tak lama kemudian mereka menagis bersama.tak disangka, suara tangisan mereka terdengar bagaikan musik! Penduduk kota mulai berkumpul dan melemparkan uang pada tiga sekawan ini. Maka ketiga sekawan ini memperoleh cukup uang untuk membeli makan dan minum. Sejak saat itu, mereka menyanyi bersama dan dikenal sebagai Pemusik dari Bremen. Nyanyian mereka terkenal dan orang - orang berdatangan ke Bremen hanya untuk melihat mereka bernyanyi.

Ketiga sekawan ini menjadi sombong dan masing - masing menganggap dirinyalah yang paling penting. Ayam berkata, "Kokokan ku lah yang paling mereka kagumi. Kokokanku terdengar berwibawa dan membangkitkan semangat!" Keledai mendengus, "Huh, ringkikankulah yang paling merdu, ditambah detuman kakiku, sangat menggetarkan hati!" Anjing menyahut, "Kalian salah! Lolongankulah yang membuat mereka terkagum - kagum!" Ketiga sahabat itu bertengkar dan berdebat. Akhirnya mereka memutuskan agar besok, masing - masing tampil bergiliran untuk melihat siapa yang paling disukai.

Maka esoknya, pergilah mereka ke lapangan kota tempat biasanya mereka bernyayi. Ayam mendapat giliran pertama untuk tampil. Ayam berkokok penuh semangat dan mengepakkan sayapnya. Tapi tak seorangpun menghiraukan aksinya! Ayam pun kelelahan dan terduduk.
Kini anjing mendapat giliran tampil. Ia melolong sekuat tenaganya. Penduduk kota merasa kesal dengan lolongan si anjing dan mulai mencemoohmya. Anjing putus asa dan segera menghentikan aksinya.

Terakhir giliran keledai. Ia pun segera meringkik - ringkik sambil menyepakkan kaki. Penduduk kota menjadi ketakutan dan segera menyingkir dari lapangan tersebut. Lapangan pun menjadi sepi dan ketiga sekawan itu terduduk dengan kecewa.
Keledai angkat bicara, "Ternyata kita salah, teman - teman. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk diantara kita. Kita harus berkerja sama agar bisa bernyanyi dengan baik." Kedua kawannya mengangguk dan mereka pun mulai bernyanyi bersama lagi, hingga penduduk kota kembali berkumpul mendengar mereka bernyanyi.

Apakah sekolah kita sudah beradab

*APAKAH SEKOLAH KITA SUDAH "BERADAB"?*
(Irfan Amalee)

Setahun terakhir ini saya terlibat membantu program _Teaching Respect for All UNESCO_. Saya juga membantu sejumlah sekolah agar menjadi sekolah _welas asih_ (compassionate school). Dua hal di atas membawa saya bertemu dengan sejumlah sekolah, pendidik, hingga aktivis revolusioner dalam menciptakan pendidikan alternatif. Di benak saya ada satu pertanyaan: sudah se- "compassionate" apa sekolah kita? Sejauh mana sekolah menumbuhkan sikap _respect_ pada siswa dan guru, serta semua unsur di lingkungan sekolah? Karena _compassion_ (welas asih) dan _respect_ (sikap hormat dan empathy) adalah bagian dari _adab_ (akhlak) maka pertanyaannya bisa sedikit diubah dan terdengar kasar: *sudah seber-adab apakah sekolah kita?*

Rekan saya melakukan sebuah experimen yang menarik. Dia berkunjung ke *SD Ciputra*, sekolah milik peniputra yang menekankan pada *karakter*, *leadership* dan *entrepreneurship* serta memberi penghargaan pada *keragaman agama dan budaya*. Pada kunjungan pertama rekan saya itu datang dengan baju necis menggunakan mobil pribadi. Di depan gerbang Pak Satpam langsung menyambut hangat, "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" Rekan saya menjawab bahwa dia ingin bertemu dengan kepala sekolah, tetapi dia belum buat janji. Dengan sopan Pak Satpam berkata, "Baik, saya akan telepon Pak Kepala Sekolah untuk memastikan apakah bisa ditemui, bapak silakan duduk, mau minum kopi atau teh?" Pelayanan yang begitu mengesankan!

Di waktu lain, rekan saya datang lagi, dengan penampilan yang berbeda. Baju kumal, dengan berjalan kaki. Satpam yang bertugas memberikan sambutan yang tak beda dengan sebelumnya, diperlihakan duduk dan diberi minuman. Saat berjalan menuju ruang Kepala Sekolah, Satpam mengantarkan sambil terus bercerita, menjelaskan tentang sekolah, bangunan, serta cerita lain seolah dia adalah seorang _tour guide_ yang betul menguasai medan. Bertemu dengan Kepala Sekolah tak ada birokrasi rumit dan penuh suasana kehangatan. Padahal rekan saya itu bukan siapa-siapa, dan datang tanpa janjian sebelumnya. Melatih Satpam menjadi sigap dan waspada adalah hal biasa. Tetapi menciptakan Satpam dengan perangai mengesankan pastilah bukan kerja semalaman. Pastilah sekolah ini punya komitmen besar untuk menerapkan *karakter luhur* bukan hanya di buku teks dan di kelas. Tapi semua wilayah sekolah, sehingga saat kita masuk ke gerbangnya, kita bisa merasakannya. Itulah _hidden curriculum, culture_.

Di kesempatan lain, saya bersama rekan saya itu berkunjung ke sebuah sekolah Islam yang lumayan elit di sebuah kota besar (saya tidak akan sebut namanya). Di halaman sekolah terpampang baliho besar bertuliskan, *"The most innovative and creative elementary school"* sebuah  penghargaan dari media-media nasional. Dinding-dinding sekolah dipenuhi foto-foto siswa yang menjuarai berbagai lomba. Ada dua lemari penuh dengan piala-piala. "Pastilah sekolah ini sekolah luar biasa," gumam saya. Kami berjalan menuju gerbang sekolah menemui Satpam yang bertugas. Setelah kami mengutarakan tujuan kami ketemu Kepala Sekolah, Satpam itu dengan posisi tetap duduk menunjuk posisi gerbang dengan hanya mengatakan satu kalimat, _"Lewat sana"_. Kami masuk ke sekolah tersebut. Di tangga menuju ruangan Kepala Sekolah, ada seorang ibu yang bertugas menjadi _front office_ menghadang kami dengan pertanyaan, _"Mau kemana?"_ dengan wajah tanpa senyum. Saat tiba di ruangan Kepala Sekolah, kebetulan saat itu mereka sedang rapat. Sehingga kami harus menunggu sekitar 45 menit. Selama kami duduk, berseliweran guru datang dan pergi tanpa ada ada yang menghampiri dan bertanya, _"Ada yang bisa saya bantu?"_ Akhirnya Kepala Sekolah mempersilakan kami untuk masuk ke ruangannya. Baru ngobrol sebentar, tiba- tiba seseorang di luar membuka pintu dan memasukkan kepalanya menanyakan sesuatu kepada Kepala Sekolah yang tengah mengobrol dengan kami. Tak lama dari itu tiba-tiba seorang guru masuk lagi langsung minta tanda-tangan tanpa peduli bahwa kami sedang mengobrol. Karena kesal, akhirnya Kepala Sekolah itu mengunci pintu agar tak ada orang masuk. Dalam obrolan, saya sempat bertanya, _"Apa kelebihan sekolah ini?"_ Kepala Sekolah terlihat berpikir keras selama beberapa menit sampai akhirnya menjawab, _"Ini seperti toko serba ada, semua ada"_. Dari jawaban itu saya baru faham, pantas saja Satpam sekolah ini tak punya _sense of excellent service_, Kepala Sekolahnya saja tak bisa menjelaskan apa _value preposition_ sekolahnya. Kemegahan bangunan, serta berbagai prestasi yang telah diraih, rasanya menjadi tak ada apa-apanya. Karena bukan itu yang membuat kita terkesan, melainkan atmosfir sekolah, _hidden curriculum, culture_.

Perjalanan kami lanjutkan ke sekolah Islam di tengah kampung. Bangunannya kecil sederhana. Pendiri sekolah ini seorang lulusan STM, tetapi mengabdikan separuh hidupnya untuk merumuskan dan menerapkan konsep *sekolah kreatif yang dapat memanusiakan manusia*. Saat ditanya tentang sekolahnya, dengan lancar dia menjelaskan konsep sekolah kreatif yang memberikan kertas besar pada *kreativitas anak dan guru*. Ruang kelas dibuat tanpa daun pintu. Hanya lubang- lubang besar berbentuk kotak, lingkaran, bulan sabit, bintang. Sehingga ketika guru tidak menarik, siswa boleh keluar kapan saja. Tak ada seragam sekolah dan buku pelajaran. Kami duduk di pelataran sekolah sambil menyaksikan keceriaan anak-anak yang tengah bermain. Selama kami duduk, ada tiga orang guru dalam waktu yang berbeda menghampiri menyambut kami dan bertanya, _"Ada yang bisa saya bantu?"_. Saya menangkap semangat melayani para guru tersebut. Mereka ingin memastikan tak ada tamu yang tak dilayani dengan baik. Saat mengamati anak-anak bermain, saya melihat ada seorang anak yang jatuh dan menangis. Saya menebak bahwa guru akan segera membantu. Tetapi tebakan saya salah. Ternyata dua teman sekelasnya datang menghibur dan membantunya untuk berdiri dan memapahnya ke kelas. Saya cukup terkesan. Di sekolah yang sederhana ini saya menangkap aura kebahagiaan dari siswa dan guru-gurunya. Saya tak perlu tahu kurikulum dan sistemnya, saya sudah bisa merasakannya. *Konsep* dan *Visi* pendirinya, ternyata bukan hanya di kertas. Saya bisa melihat dalam praktik. Itulah _hidden curriculum, culture_.

Pada kesempatan lain rekan saya pernah juga terkesan oleh siswa sekolah internasional yang kebanyakan siswanya berkebangsaan Jepang. Saat itu rekan saya akan mengisi acara di depan siswa pukul 10 pagi. Setengah sepuluh aula masih kosong. Tak ada orang, tak ada kursi. Lima belas menit sebelum acara para siswa datang, mengambil kursi lipat dan meletakkannya dalam posisi barisan yang rapi. Seusai acara, setiap siswa kembali melipat kursi dan meletakkannya di tempat penyimpanan, hingga ruangan kembali kosong dan bersih seperti semula. Itulah _culture_.

Dari cerita di atas, saya semakin tidak tertarik pada prestasi apa yang diraih sekolah, semegah apa sebuah sekolah. Saya lebih tertarik bagaimana *budaya sekolah* dibangun dan diterapkan? Banyak sekolah yang menginvestasikan begitu banyak waktu dan pikiran untuk menyabet berbagai penghargaan. Tapi tak banyak yang serius membuat sekolah menjadi berharga dengan *karakter* dan *budi pekerti*. Banyak guru dan pelatih didatangkan untuk memberikan pembinaan tambahan pada siswa agar dapat menang lomba. Tapi sedikit sekali pelatihan _service excellence_ untuk Satpam dan Karyawan. Dinding sekolah dipenuhi foto-foto siswa yang juara ini juara itu, tapi jarang sekali foto seorang siswa dipajang karena dia melakukan sebuah kebaikan. Kehebatan lebih dihargai daripada kebaikan. Prestasi lebih berharga dari budi pekerti.

Kita harus segera mengubah *sistem pendidikan* kita masih berorientasi pada _ta'lîm_ (mengajarkan) menjadi _ta'dîb_ (penanaman adab).

Dalam konsep _compassionate school_, *ta'dîb* harus diterapkan secara menyeluruh (whole school approach) meliputi tiga area:

_pertama_ *SDM* yaitu guru, karyawan, orang-tua, hingga satpam, _kedua_ *kurikulum*, dan yang _ketiga_ *iklim* atau _hidden curriculum_.

Sebuah sekolah bukanlah pabrik yang melahirkan siswa-siswa pintar. Tapi sebuah *lingkungan* yang membuat semua unsur di dalamnya menjadi lebih ber-adab.

Untuk mengukur apakah sebuah sekolah sudah menjadi _compassionate school_ tak serumit standar ISO. Cobalah berinteraksi dengan satpam sekolah, amatilah bagaimana guru beriteraksi, siswa bersikap. Rasakan atmosfirnya. Jika prestasi akademik bisa dilihat di selembar kertas, budi pekerti hanya bisa kita rasakan.

Toko paytren

Harga Rp.195.000/pcs
Pembelian 2 Pcs Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia

Istri adalah harga diri suami

SUNGGUH TERHARU dengan Kisah Suami Istri ini

Pada suatu waktu, ketika seorang suami dan istri sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan, tali sepatu istrinya lepas maka kemudian suaminya yang mengikatkannya, ketika ditanyakan oleh istrinya kenapa engkau tidak membiarkan aku saja yang mengikatnya?

Suaminya menjawab..
Engkau adalah harga diriku dan aku tidak akan biarkan engkau merunduk kebawah

Istrinya tertunduk haru dan berkata, aku takut jika tanganmu menyentuh kakiku, engkau akan kehilangan kewibawaan?

Suaminya menjawab..
Wibawa suami terletak pada Istrinya, jika istri takut kepada Allah, diluar dan didalam rumah, maka ia telah menjaga wibawa suaminya

Apakah engkau tidak takut hina atau dihina teman-temanmu?
tanya istrinya lebih lanjut

Suaminya menjawab..
Karena engkau adalah wasiat Nabiku Muhammad salallahu 'alaihi wasalam, hendaknya kalian takut dalam urusan perempuan, dan sebaik-baiknya manusia adalah yang baik terhadap keluarganya.
Maka aku sangat berharap dengan menyayangimu, bisa menjadi manusia yang sebaik-baiknya manusia

Masya' Allah.....
Subhanallah bukan! Suami seperti ini... Wanita mana yang tidak mendambakan seorang yang menyayanginya sepenuh hati dengan kasih sayang penuh Islami???

Mudah-mudahan Allah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada kita semua ya Sahabat..
.
.
silakan like dan share yaa sahabat.. InsyaAllah manfaat

Masjid jogokariyan yang fenomenal

*MASJID JOGOKARIYAN YOGYAKARTA* yg fenomenal
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Oleh : Ustadz Salim A Fillah
Edisi : # Berkhidmat Untuk Ummat
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Faktanya...
Negeri kita memiliki lebih dari 1 juta Masjid besar maupun kecil... Pertanyaannya adalah :
*"Berapa Masjid kah yang menjadi BEBAN bagi Jama'ah dibandingkan dengan Masjid yg MEMBERDAYAKAN Jama'ah..?"*
Maka jawabannya adalah :
*"Ratusan ribu Masjid membebani Jama'ah untuk listrik...air...dan kebersihan..padahal pemanfaatannya hanyalah sholat dan sholatnya pun tak pernah penuh.."*
Disamping itu...
Aset Masjid berupa jutaan meter persegi tanah dan bangunan dinilai dari aspek apapun (serasa) masih sangat tak produktif, padahal...soal *Masjid adalah ideologi sekaligus substansi Peradaban Islam...*
Tapi baiklah...
Kita masuk pada "langkah strategis" dan praktis yang ditempuh kami di *Masjid Jogokariyan Yogyakarta...*
Bahwa secara sederhana *Manajamen Masjid* memiliki 3 langkah yakni :
🕌 *Pemetaan...*
🕌 *Pelayanan...*dan
🕌 *Pemberdayaan...*
Setiap Masjid harus memiliki Peta
🕌 *Da'wah yang jelas...*
🕌 *Wilayah kerja yang nyata*...dan
🕌 *Jamaah yang terdata...*
Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jamaah mencakup :
🕌 *Potensi dan kebutuhan...*
🕌 *Peluang dan tantangan...*
🕌 *Kekuatan dan kelemahan...*
Kami di *Masjid Jogokariyan Yogyakarta* meng-inisiasi _SENSUS MASJID_ yakni berupa :
*Pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base dan Peta Da'wah komperehensif...*
Data Base dan Peta Da'wah *Masjid Jogokariyan Yogyakarta* tak hanya mencakup :
Nama KK dan warga...
Pendapatan...
Pendidikan dll...
tetapi juga sampai pd :
Siapa saja yg *sholat* & yg belum sholat...
Yang *sholat di Masjid* & yg belum sholat di Masjid...
Yang sdh *berzakat* atau yg belum...
Yang sdh *ber-qurban* atau yg belum ber-qurban...
Yang *aktif mengikuti kegiatan masjid* atau yg belum...
Yang *berkemampuan* di bidang apa dan *bekerja* di mana...
pokoknya detail bingitz deh... 😉 😘
Dari *Data Base* diatas kita bisa tahu
Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yg belum sholat tahun 2010 ada 17 orang...
Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang...
Dari sinilah perkembangan Da'wah selama 10 tahun terlihat
*Peta da'wah Masjid* juga mem
perlihatkan gambar kampung yang dirumah-rumahnya berwarna-warni...
Warna hijau 🐸 berarti
*SANGAT* mendukung da'wah
Warna hijau muda 💚 berarti
*CUKUP* mendukung Da'wah
Warna kuning 💛 berarti
*NETRAL* terhadap Da'wah
sedangkan...
Warna merah ❤ berarti
*MUSUH* Da'wah
Di tiap rumah ada juga atribut iconik.. Icon Ka'bah 🕋 berarti sdh berhaji
Icon Unta 🐫 berarti sdh ber-Qurban Icon Koin 💰 berarti sdh berzakat
Icon Peci 🎩 berarti sdh...dsb...
Konfigurasi rumah sekampung itu juga biasa dipakai tuk mengarahkan para Ikhwah da'i yang juga sedang cari rumah...
*Masjid Jogokariyan* juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa...
ini harus dijaga...
misalnya...
tiap pekan *Masjid Jogokariyan* biasa menerima ratusan tamu, shg konsumsi utk tamu di-orderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan...
Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah...
Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh...
By name...
UNDANGAN :
Mengharap kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara...
dlm acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB
di *Masjid Jogokariyan..."*
Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh... hasilnya...??
Silahkan mampir ke *Masjid Jogokariyan* untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum'at...
Sistem keuangan *Masjid Jogokariyan* juga berbeda dari yg lain...
Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan, maka *Masjid Jogokariyan* selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !!
Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi amal sholih, bukan tuk disimpan di rekening Bank...
Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah...
Masjid yang _menyakiti Jamaah_ ialah *tragedi da'wah...*
Shg dgn pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya...
pun kalau saldo Masjid masih jutaan yaa maaf kalau malah membuat _infak jamaahnya nggak semangat..._
_Wifi_ di *Masjid Jogokariyan* sudah dr tahun 2004...dan itu "gratis-tis",
shg Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tdk perlu repot-repot ke WarNet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan...😐
Kami juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dll, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah...
Daripada "mereka" main atau ber-olahraga diluar masjid yg biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat...
Dan Alhamdulillah...
Biasanya kami bisa menyediakan setidaknya 1000 piring sebagai menu buka puasa di Bulan Romadhon...
Juga secara gratis-tis untuk para Jama'ah...
*Masjid Jogokariyan* pada thn 2005 juga meng-inisiasi _Gerakan Jamaah Mandiri..._yaitu :
Jumlah biaya setahun dihitung
dibagi 52...
ketemu biaya pekanan...
dibagi lagi dgn kapasitas masjid...
lalu ketemu biaya per-tempat sholat... Setelah itu disosialisasikan...
Kemudian Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah "segitu" maka dia katagori *Jamaah Mandiri...*
Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk *Jamaah Pensubsidi...*
Tetapi...
Jika dia tidak ber-infak atau berinfak kurang maka dia termasuk *Jamaah di Subsidi...*
Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat :
*"Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya..."*
_Gerakan Jamaah Mandiri_ Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%...☺😍😘
Toh ternyata orang malu 🙈🙊 jika ia beribadah tapi disubsidi...
Demikianlah jika *peta...data...*
dan pertanggungjawaban keuangan masjid transparan...
sehingga infak 1000 rupiah pun kita tahu kemana alirannya
Maka tanpa diminta pun jamaah
akan berpartisipasi...
Dan tiap kali renovasi Masjid...
Takmir Masjid berupaya
tak membebani jamaah dgn Proposal sebab Takmir hanya pasang spanduk : *"Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi..."*
Nomor rekening tertera di bawah...
Dan sejak tahun 2005 *Masjid Jogokariyan* sudah menjalankan _program Universal Conference Insurance..._
dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa *Kartu Sehat Masjid Jogokariyan...*
Dan kami juga biasa memberi *hibah Umrah* bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Sholat Shubuh di *Masjid Jogokariyan...*
Inilah beberapa output dari _Program Masjid Mandiri..._
Artinya *semua yang dari jamaah akan kembali ke Jamaah...*
Satu kisah lagi tuk menunjukkan _pentingnya data dan dokumentasi_, yakni......
*MasjidJogokariyan* punya foto pembangunannya di tahun 1967, gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam...berbaju batik...
dan sarungan sedang mengawasi
para tukang pengaduk semen tuk *Masjid Jogokariyan...*
Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tsb...
Putranya seorang juragan kayu...
Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi :
*"Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan...*
Alhamdulillah...
foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang 1 Miliar Rupiah dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan *Masjid Jogokariyan* sampai sekarang...
Ajib...!!
Foto tua yg telah dibingkai indah itu ternyata "seharga" 1 Miliar...😊
So...
kapan mau ke *Masjid Jogokariyan...?* 😍😘

Rejeki berkah di parkiran

REJEKI "BERKAH" DARI PARKIRAN..

Hari ini saya ada undangan sebagai pembicara tamu di seminar Pengusaha Tanpa Riba di Jakarta, seperti biasa saya selalu PP gak pernah menginap, berangkat pagi pulang sore, atau berangkat siang pulang malam.

Sengaja saya bawa mobil dan saya tinggal di Bandara Adi Sucipto Jogja, saya parkir di parkiran VIP sebelah timur biar kalau pas pulang tidak perlu ke sebelah utara rel. Di parkiran ini tidak ada papan pengumuman bahwa parkir dibatasi jam, penjaganya pun masih manual. Tidak ada mesin parkir yang mendata berapa jam lamanya parkir.

Saya ingat kalo mobil menginap bisa di parkiran sebelah utara bandara, semalam 30 ribu. Saya pernah 3 hari meninggalkan mobil disana membayar 90 ribu. Akadnya jelas di depan, sepakat dan saling menyetujui ketika kunci saya tinggal. Salaman...

Malam ini Citilink dari Halim delay, jam 21.30 baru landing di Jogja. Sisa-sisa penumpang dari beberapa pesawat terakhir masih riuh rendah di pintu kedatangan. Saya langsung menuju parkiran VIP untuk mengambil mobil saya yang sejak siang tadi saya parkir disana.

Ketika mobil saya hidupkan, kaca diketuk oleh petugas parkir berkacamata memakai seragam coklat.. Begini dialog saya dengannya.

"Mas, ini parkirnya sejak siang yaaa.." Dia bertanya

"Oh iya mas, berapa ongkos parkirnya?"

"Seratus ribu saja mas.." Katanya sambil menyerahkan karcis parkir berwarna hijau, saya amati sejenak. Tercetak disana parkir VIP 10.000, ditumpuk dengan cap parkir VIP 30.000, tidak ada keterangan berapa batasan lama parkirnya, dendanya, dan lain-lainnya. Sambil menyerahkan uang 100 ribu kepadanya sambil iseng saya bertanya..

"Nyuwun ngapunten mas, tarif 100 ribu itu resmi bukan ya? Kok gak ada tulisannya disini.. Bisa ditawar 50.000 saja ya? atau ini harga ilegal mas?"

"Laaah itu mas ada tulisannya" sambil menunjuk keluar ke arah yang gak jelas, saya celingak-celinguk mencari tulisan yang ditunjukkannya... Gak nemu..

"Kalo ilegal nanti malah jadi rejeki gak berkah lho mas" kata saya lagi..

Mendengar kata "gak berkah" ekspresi wajahnya berubah, tiba-tiba dia memberikan kembalian uang 70.000 kepada saya sambil berkata..

"Pun mas monggo, daripada gak berkah!" Dengan nada mengayun yang terkesan kecewa..

Duuuh.. Gantian saya yang gak enak hati, maksud hati hanya bertanya kok langsung nembaknya kena. Mobil saya mundurkan, terus menuju pintu keluar. Petugas itu sudah berdiri di depan sana. Saya buka kaca jendela, saya ulurkan lagi uang 70.000 itu kepadanya..

"Monggo mas, ini diambil saja.."

"Pun mas, mboten mas mboten! Nanti malah gak berkah.." Jawabnya..

Sepanjang jalan saya mikir, antara salah dan tidak, saya mengikuti aturan yang tertera di karcis, namun membuat kecewa penjaga parkir yang harusnya malam ini dapet sabetan lebih..

Entah berapa banyak orang diposisi saya, ketika berhadapan dengan orang yang butuh uang, namun kepentok dengan istilah haram dan halal, berkah dan gak berkah..

Ada kawan saya yang menolak bonus sebuah mobil baru cash dari mitra kerjanya, asal mau membuatkan nota fiktif pengiriman kain batik berton-ton jumlahnya, agar dapat cair pinjaman dari bank.

Ada kawan lain yang membatalkan proyek pemerintah karena bagian yang memberikan tender minta jatah 20% dimuka.

Ada lagi yang menolak uang panas 1,2 Milyar dari satu BUMN yang bekerja sama dengan perusahaannya, asal mau mark up harga.. Dia membatalkan gara-gara istrinya cukup melarang dengan kata sederhana.. "Pah, uang begituan jangan dibawa pulang ke rumah ya.. kasihan anak-anak makan dari uang begituan" klakep! Proyek itu ditolaknya, uang 1,2 Milyar tak pernah dimilikinya.

Apalagi sekarang komunitas-komunitas pengusaha sedang bareng-bareng membersihkan dari jeratan riba, setiap mengajak untuk berhijrah kawan, saudara, teman untuk ikutan biasanya malah dibully dan dijauhi, dianggap sok suci, bahkan ada yang dicaci maki..

Karcis parkir dari Bandara itu saya simpan, untuk kenang-kenangan atas kelancangan saya yang sok suci..

Salam, @Saptuari

Pitutur kagem sariyem

(obrolon santai tapi sarat makna)

Wengi iku kang Paijan lagi nuturi bojone sing gak tau mangan tembok'e lan dampare pesantren.
Paijan lan Sariyem...
Paijan: "Yem, tak kandani yo Yem...
tapi, awakmu ojo nesu lan ojo gumeter...ugi ojo kuciwo...!"
Sariyem; Iyo Kang.... aku arep dikandhani opo to...??
Paijan: Ngene yo Yem... Wong wadon iku kudune:

1. Dawaamul hayaa'i min zaujihaa (دوام الحياء من زوجها)
Langgeng anggone isin karo sing lanang, lha kowe... jaman mbiyen pas manten anyar isinan, malu-malu... nisbate kudu
ngentut ae diempet, isin karo aku,
lha saiki, isinmu wis ilang, saiki awakmu wis ilang roso isin'e, ngentut yo prat-pret prot pruuuutt sak gelem-gelem mu yeeem yeeem...!!

2. Wa Ghodl-dlu Thorfihaa Quddaamahu  (و غض طرفها قدامه)
Nang ngarepe wong lanang iku pantese ndingkluk, amrih nuduhno hormate...
lha awakmu...
di kandani malah ngajak duel karo mecicili aku...!

3. Wath-thoo'atu li amrihii   (والطاعة لأمره)
Nurut karo printahe wong lanang, kejobo printah sing nerak syare'at, kowe kudu anut, Yem...
lha awakmu, tak kongkon gawe kopi ae malah nyentak-nyentak aku...
cincing-cincing jarik, karo
muring-muring ngamuk ora ngurus piye perasaane aku, Yem...

4. Was sukuutu 'inda kalaamihii  (و السكوت عند كلامه)
Nek wong lanang lagi ngomong,
rungokno Yem...
OJO malah wong lanang ngucap sekecap rong kecap awakmu mbales puluhan kecap... Aku ngomong rung rampung awakmu nek mbales koyo suarane mercon pas wulan poso.

5. Wal qiyaamu 'inda Quduumihii wa khuruujihii  (والقيام عند قدومه و خروجه)
Nek wong lanang arep budal tindakan utowo lungo nyambut gawe, wong wadon kudu nganter tekan ngarep lawang salim ngesun tangan sinambi dada tangan, sinambi dongakno, umpamane sing lanang kundur, wong wadon kudu nyambut rawuhe wong lanang kanthi ajere rahi... lha awakmu...aku mangkat kerjo ora ngurus, aku teko kerjo, koe ya cuek...!!

6. Wa 'ardlu nafsihaa lahu 'inda irodatin naumi (و عرض نفسها له عند إرادة النوم)
Misale wong lanang arep nyare, melbu kamar, wong wadon kudune towo awakke...''badhé ngersakke gaya  nopo mas...?",  "Mnopo sampun Jamu Mas..??"
''lha awakmu...
tak jak turu bareng ae wegah, luwih mentingke nonton sinetron lan pesbukan....
Ngene aku ora garing kasih sayang tah piye jal Yem...?
.
7. Wa ta'ath-thuru (و تعطره)
Koe mbok tuku minyak wangi, wong wadon iku kudu gae wewangen, ben sing lanang semangat tur tambah dèmèn.

8. Wa ta'ahhuduha alfamma bil miski wath-thoibi(وتعهدها الفم بالمسك و الطيب)
Sikatan Yem...
koe tak sawang-sawang kok yo jarang sikatan untu...
syukur-syukur nganggo pengharum mulut ben aku tambah betah.

9. Wa dawaamuz ziinati bihadlrotihii wa tarkuhaa 'inda ghoibatihii( ودوام الزينة بحضرته وتركها عند غيبته)
Wong wadon iku kudu macak, nganggo pepaes menawane sing lanang nang omah, amrih nyenengke atine wong lanang, ninggal macak utowo pepaes menawane sing lanang ora nang umah, lha koe... aku nang umah malah nganggone ora genah karo rambute dawul-dawul koyo gendruwo mari lahiran... Pas arep budal arisan utowo kondangan nek macak moblong-moblong koyo ondel-ondel.

10. Watarkul khiyaanati lahu(وترك الخيانة له)
jo nyidrani tresnane wong lanang.......
lha kowe... angger ono "Bronis" malah caper....!, Eling Yem, anakmu wes selikur, Diluk maneh yo arep duwe putu...!!"

Sariyem banjur nangis........
ngerangkul awake kang Paijan.....
Ndadak Sariyem sadar lan nangis
sesenggukan karo sungkem nyuwun ngapuro.....marang kang Paijan.

Energi positif itu menular

Kisah Ban Mobil Kempes.

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan.

Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat, bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala, ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan.

Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri disana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, "Saya disini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja, supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson."

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut usia seperti dia, kejadian itu cukup buruk.

Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun, akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu.

Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum, ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu.

Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar, sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan dan Tuhan mengetahui, bahwa banyak orang telah ditolong dirinya pada waktu yang lalu.

Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya, bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman, ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah.

Restoran itu nampak agak kotor. Diluar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah.

Pelayan itu tersenyum manis, meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari.

Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran.

Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.
Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu.

Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung, kemana perginya wanita itu.
Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata, ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu:

"Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan.

Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja.

Malam itu, ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang.

Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan?

Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan,

"Segalanya akan beres.
Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"

RENUNGAN:
Ada pepatah lama yang berkata, "Berilah, maka engkau diberi." Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja! Kirimkan kepada teman-teman anda!

Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun anda tahu mereka selalu ada..

Mari kita bagikan kebaikan setiap hari setidaknya pada 1 orang saja, semoga rantai ini tak akan pernah terputus.
Percayalah, energi positif itu sifatnya menular. :)

Kata bijak almarhum uje

Kata-kata Bijak UJE / Ustadz Jefri Al-Bukhori

Bismillah...

1. Islam tidak mengajarkan kita untuk menghina Tuhan orang lain. Surat Al Ikhlash cukup jadi jawaban.

2. Santun dalam penyampain dan tutur kata menunjukkan ketinggian budi pekerti seseorang.

3. Setiap segala sesuatu itu ada kelebihannya. Maka janganlah suka meremehkan dan merendahkan.

4. Semakin berkuasa manusia semakin banyak ego yg dipertontonkan.

5. Jika semua ibadah hanya karena ramadhan sungguh ia telah pergi berlalu, tapi jika semua karena Allah, maka takkan ada yang berubah meski ramadhan telah pergi.

6. Tidak ada satupun manusia yg gak pernah berbuat salah. Lalu kenapa jadi sulit utk memaafkan orang yg telah berbuat salah kepada dirinya?

7. "Maafkan" dan "Lupakan", itulah maaf yg sesungguhnya.

8. Meminta maaf itu baik. memberi maaf itu mulia.

9. Jika ada orang berilmu tapi masih suka menjatuhkan orang lain didepan umum untuk menunjukkan dirinya lebih pintar, Dia bukanlah orang berilmu yang bijak.

10. Jika kita hanya boleh memilih 5 didunia ini maka pilihlah agama, harta, akhlaq mulia, rasa malu & pemurah. Pesan luqmanul hakim kepada anaknya.

11. Kebaikan akan mengantarkan seseorang kepada kebenaran dan kebenaran akan mengantarkan seseorang kepada puncak pengetahuan lalu menjadi rendah hati.

12. Puncak ibadah adalah kerendah hatian. Bukan merendahkan.

13. Senyum saja, Meski senyum itu tak terbalas. Karena senyumnya orang yang beriman dengan niat ibadah. Bukan untuk dibalas lagi dengan senyuman.

14. Cobalah fahami musibah sebagai bentuk teguran halus Alloh SWT kpd kita. Supaya kita jauh lebih dekat dan makin dekat lg dgn Yg Maha Kuasa.

15. Menjadi manusia yang "bodoh" setelah pintar itu ternyata susah dan sedikit. tapi menjadi manusia yang "sombong" setelah pintar itu mudah dan banyak.

16. “Lidahku takut.. Tapi hatiku masih suka menentang.. Lidahku berucap syukur.. Tapi hatiku masih saja suka kufur.. Ampuuuunnn Yaa Robb..”

17. Sahabat yg baik adalah sahabat yg berani menunjukkan salahnya engkau
Terima kasihlah kpd orang yg telah berani menunjukkan salahnya engkau.. Dan berhati2lah kpd orang yg terlalu byk memuji dirimu.

18. Kekuatan harta itu hanya ada pada saat harta itu masih ada. Saat harta itu habis, Maka musnahlah juga kekuatannya itu.

19. Saat kita dihina, lalu kita bersabar menghadapinya. saat itu pula Alloh sedang memuliakan dan mengangkat derajat kita.

20. Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buta.. Buta dalam memandang.
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi kacau.. Kacau dalam berfikir.
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi lupa.. Lupa dalam kebaikan.
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi terlena.. Terlena dalam amarah.
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi hina.. Hina dalam perbuatan.
Kemarahan bisa membuat seseorang menjadi buruk.. Buruk dalam sangkaan.
Dan kemarahan bisa,, bisa,, bisa,, tentu sangat bisa membuat seseorang menjadi tdk bijaksana.

21. Janganlah engkau menoleh kpd orang lain sedangkan dlm dirimu msh ada seseuatu yg harus diperbaiki. Celakalah dirimu.

21. Hati dikatakan baik bila telah diisi dgn taqwa, tawakkal, tauhid dan ikhlas kpd_Nya dlm semua amalan.

22. Wanita selalu butuh kepada laki2 yg bukan cuma mampu.. Tapi juga mengerti.. Mengerti kepada segala hal yg dinginkan.. Luar dan dalam.

23. Berhati2lah terhadap lisan yg mengandung dan mengundang banyak fitnah.

24. "Yaa Alloh.. muliakanlah tanganku dgn berdoa dan bekerja.. bukan dgn meminta..! dan jgn biarkan aku meminta selain kpd_MU.. Aamiiin".

25. Ternyata benahi hati itu.. sampai matipun tidak akan pernah selesai.

26. Berhijab saja dulu.. Sambil pelan2 benahi hati.. Insya Alloh hijab akan membuat seseorang lebih hati2 dlm berucap dan bertindak.

27. Ada 5 cara belajar; melihat.. mendengar.. mengamalkan.. dan tidak cepat merasa puas dgn hasilnya.. lalu mengulang dan terus mengulang lagi.

28. Jadilah manusia yg dipandang bukan karna hartanya, bukan karna jabatannya, bukan juga karna wajahnya, tapi ia dipandang karna manfaatnya.

29. Kebencian kpd seseorang jangan sampai menghentikan kebaikan yg seharusnya sampai kepadanya.

30. Letak ilmu ada pada pengamalan bukan pada ketinggian.. Krn ketinggian identik dgn kecongkakkan.

31. Jgn mau bertukar peran.. karna belum tentu peran orang lain membawa kebahagiaan.. Maka nikmatilah peran itu dgn baik.

32. Knp manusia gk boleh berlama2 menanam kebencian, dendam dan kemarahan, khawatir gk ada umur, kemudian mati membawa itu semua, na’udzu billah.

33. Mencium tangan dan kening ibunda adalah obat kedukaan serta mengundang datangnya keberkahan.

34. Lakukanlah sesuatu yg bisa membuat orang2 disekelilingmu tersenyum dan bahagia. Itulah sebaik2nya akhlaq.

35. Rizki tidak harus selalu berupa harta, Kesehatan dan kemantapan iman adalah rizki yg sangat luar biasa.

36. Belajar agama bkn hanya utk menjadikan diri baik, Tapi juga manfaat. Syg jika hanya baik utk diri tapi tdk bermanfaat bagi sekitarnya.

37. Betapa lemah jiwa raga ini.. Betapa diri ini tak lagi memiliki kekuatan apapun utk tegak berdiri.. Karna rasa malu dgn dosa yg menggunung.

38. Bagi orang yg “pelit” segala sesuatu bisa menjadi sangat “mahal”.

39. Terlalu banyak keinginan itu ternyata bisa menyiksa diri.

40. Pastikan langkah kita gak keliru.. jk keliru buru2 sadar diri dan segera kembali.. sebelum terlambat.

41. Selama tinggal didunia tidak akan ada kesenangan dan kesusahan yg abadi.. artinya apapun kesusahan dan kesenangan itu pasti akan berlalu.

42. Berbuat baik/benar bukanlah utk dikatakan baik/benar.. Tapi berbuat buruk/jahat biasanya akan dikatakan buruk/jahat.

43. Menunjukkan kebenaran dgn cara mencaci memaki tdk akn pernah mendapatkan simpati.. Maka tunjukilah kebenaran dgn sifatnya yg penuh kasih.

44. Janganlah “menuntut” Alloh.. jikalau engkau belumlah “menurut” Alloh.. (mentaati kehendak_Nya)

45. Jangan duakan cinta_Nya dengan cinta seorangpun selain daripada_Nya.. Dan berhati2lah jika cinta sudah mulai menginjak2 hati sanubari_mu.

46. Berlemah lembutlah kalian kepada orang yg tidak faham.. Sehingga karna kelemah lembutan kalian mereka menjadi faham.

47. Ke’arifan dan kebijaksanaan ada di dalam hati orang2 yg hatinya lembut.

48. Lelahnya menjadi orang dengki, Setiap saat dia harus mencari2 & menunggu2 kesalahan orang yg didengkinya, jk tdk ada dia akan memfitnahnya.

49. Al-Qur’an.. Membacanya ada kemuliaan.. Membaca lalu memahaminya ada kemuliaan dan keutamaan.. Mengamalkannya itulah para kekasih Alloh.

50. “Hati dan lidah” seringkali jadi pangkal “masalah”.

Terimakasih UJE untuk dakwah-dakwah tlah Engkau berikan. Semoga bermanfaat lahir batin untuk kita.
Semalat jalan UJE... semoga engkau mendapatkan tempat terbaik disisi Allah. Aamiin

Beli indonesia

Kisah Lucu Dari Tanah Papua

Konon, suatu ketika ada sebuah desa di pelosok Papua sana yang penghasilan utamanya adalah pisang. Banyak sekali pisang enak yang dihasilkan dari tanah subur di desa tersebut. Selain manis, besar-besar, dan konon khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan.

Itulah mengapa, penduduk di sana banyak yang menggantungkan hidup dari hasil jualan pisang. Tapi, karena daerahnya terpencil, mereka harus menjual pisang tersebut ke kota dan menempuh jarak 30 km-an. Dengan infrastruktur yang masih belum bagus, mereka harus jalan kaki, mengarungi sungai, dengan membawa satu dua tandan pisang per orang.

Sampai di pasar kota, pisang itu sudah langsung ada penadahnya. Laris manis. Uang pun didapat. Dan, masyarakat desa itu pun segera pulang ke kampungnya lagi. Namun sebelum pulang, ada satu tradisi mereka untuk membawa oleh-oleh ke rumah. Dan... yang paling dinanti oleh keluarga mereka sebagai oleh-oleh biasanya adalah PISANG GORENG.

Ya.. jauh-jauh mereka ke kota, jualan pisang, untuk kemudian membeli oleh-oleh pisang goreng. Uang hasil jualan pisang sebagian dipakai untuk membeli pisang goreng.

Ada yang merasa aneh atau lucu dengan kisah tadi? Sebagian teman-teman saya tertawa mendengar kisah itu. Jauh-jauh ke kota jualan pisang kok bawanya oleh-oleh pisang juga? Kenapa tidak menggoreng sendiri? Aneka tanggapan muncul saat tahu kisah ini. Tapi...

Sesaat kemudian, tawa itu berubah jadi hening, ketika saya mengatakan bahwa INILAH YANG TERJADI PADA SEBAGIAN BESAR ORANG INDONESIA!

Air diambil dari Indonesia, diolah jadi A*ua, dijual lagi ke kita, dan uangnya diambil Dan*ne, perusahaan dari luar negeri.

Sepatu keren dibuat orang Indonesia, dibawa ke luar diberi cap N*ke, dan dijual lagi ke Indonesia dengan harga berkali lipat, dan ada yang bangga memakainya.

Kopi-kopi terbaik di Indonesia, dibeli dan diolah St*rb*cks, dibeli dengan harga berkali lipat oleh orang Indonesia.

Kisah di atas saya dapatkan dari teman-teman yang menginisiasi gerakan Beli Indonesia. Sebuah gerakan untuk mendukung dan bangga menggunakan produk Indonesia. Bahkan, meski lebih mahal tapi kualitasnya belum sebagus produk asing, jika kita mau memakai dan membelinya, 250 juta penduduk Indonesia akan lebih sejahtera. Produk sendiri, digunakan sendiri, ekonominya dinikmati masyarakat Indonesia.

Merasa benar

Secara alamiah, manusia memang memiliki pandangan yg terbatas, ia hanya mampu melihat apa yg ada di depan matanya.
Namun Allah meng-anugerahkan mata hati, yg mampu menerobos berbagai tembok pembatas. 
Mungkin Tingkat ketajaman mata hati itu, sangat bergantung dari kerendahan hati dan kedalaman ilmu seseorang...
Seseorang dikatakan arif bijaksana, bila ia memiliki ketajaman mata hati

ANTARA BENAR DAN MERASA BENAR

Menjadi Benar itu penting, namun Merasa Benar itu tidak baik.
Kearifan akan membuat seorang menjadi Benar, bukan Merasa Benar.

Perbedaan Orang Benar dan Orang Yg Merasa Benar :

🍀Orang Benar, tidak akan berpikiran bahwa ia adlh yg paling benar.

🍂Sebaliknya orang yg merasa benar, di dalam pikirannya hanya dirinyalah yg paling benar.

🍀Orang Benar, bisa menyadari kesalahannya.

🍂Sedangkan Orang Yg Merasa Benar, merasa tidak perlu untuk Mengaku Salah.

🍀Orang Benar, setiap saat akan introspeksi diri dan bersikap Rendah Hati.

🍂Tetapi Orang Yg Merasa Benar, merasa tidak perlu introspeksi. Karena merasa sudah benar, mereka cenderung Tinggi Hati.

🍀Orang Benar memiliki Kelembutan Hati. Ia dapat menerima masukan dan kritikan dari siapa saja, sekalipun itu dari anak kecil.

🍂Orang Yg Merasa Benar, Hatinya Keras. Ia sulit untuk menerima nasihat dan masukan apalagi kritikan.

🍀Orang Benar akan selalu Menjaga Perkataan dan Perilakunya, serta berucap Penuh Kehati-hatian.

🍂Orang Yg Merasa Benar : berpikir, berkata, dan berbuat sekehendak hatinya, tanpa pertimbangan/pedulikan perasaan orang lain.

🍀Pada akhirnya, orang Benar akan dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang.
🍂Sedangkan orang yg Merasa Benar Sendiri hanya akan disanjung oleh mereka yg berpikiran sempit, dan yg sepemikiran dgnnya, atau mereka yg hanya sekedar ingin memanfaatkan dirinya.

🍀Mari terus memperbaiki diri untuk bisa Menjadi Benar, agar tidak selalu Merasa Benar.
🍀Bila kita sudah termasuk tipe Orang Benar, bertahanlah dan tetaplah dalam Kebenaran dan Rendah Hati...👍

Nikah sana..

NIKAH SANA by (Ippho Santosa)

1. Menikah itu mengundang rezeki, menentramkan hati & memelihara diri. Kurang apalagi? Udah, #NikahSana

2. Si jomblo sering menghibur diri “Akan indah pada waktunya” Padahal gundah sepanjang waktunya hehe. Udah,#NikahSana

3. Pengen pernikahan & rumahtangga yang berkah? Jangan awali dgn fase yang nggak berkah, misal pacaran. Mending#NikahSana

4. Menunda-nunda menikah, katanya mencari yang ideal. Yah mana ada! Lihat saja dirimu, apa ideal? Udah deh,#NikahSana

5. Pacaran 10 tahun, emang KPR? Tunangan 2 tahun, emang leasing? Mending#NikahSana

6. Segerain, sederhanain. Kalau prinsipnya begini, jadi tuh nikah insyaAllah. Buruan gih#NikahSana

7. KUA = Kau Untukku Ajah… Udah, berhenti
cengengesan. Mending lamaran &#NikahSana

8. “Kalau dah jodoh, gak akan kemana. Ntar ketemu jg di resepsi” Iya sih, tapi sbg tamu Udah deh, lamaran & #NikahSana

9. “Mau nikah, tapi nggak punya modal.” Kayak beli franchise aja, pake modal segala. Udah deh, #NikahSana

10. Pemain badminton ada pasangannya. Sandal jepit ada pasangannya. Truk ada gandengannya. Situ? Makanya #NikahSana

11. “Mau nikah, tapi nunggu mapan dulu” Lha kalau mapannya di usia 70, apa iya mau nikah di usia 72? Udah deh, #NikahSana

12.”Mau nikah tp nunggu hari baik” Semua hari itu baik! Hari kiamat aja yg nggak bisa, penghulunya entah kemana! #NikahSana

13. Adat & gengsi dalam resepsi, kalau diturutin nggak ada habis2nya. Mending sederhanain, segerain, jadiin. #NikahSana

14. “Mau nikah, tapi nunggu kakak nikah dulu” Lha kalau dia nikah 5 tahun lagi, emang situ mau nunggu? Udah, #NikahSana:)

15. “Mau nikah, tp belum ada jodohnya” Mungkin BUKAN jodoh kita yg belum ada. Tp kepantasan kita yang belum ada.#NikahSana

16. Pria serius & bertanggungjawab akan menentukan tanggal lamaran. Pria lain? Bertele-tele dgn pacaran. Udah, #NikahSana

17. Iklan deterjen “Tidak ada noda, tidak belajar” Wahai wanita, jangan pakai slogan ini dlm hidupmu. Lebih baik #NikahSana

18. “Buat anak kok coba-coba? Yang belum nikah, jangan coba-coba buat anak ya!” Lebih baik #NikahSana

19. Mapan terus nikah, yah alhamdulillah. Belum mapan, nikah? Jg alhamdulillah. Justru nikahlah yang memapankan.#NikahSana

20. 17 Agustus. Sang merah-putih segera berkibar-kibar. Sang janur kuning apa kabar? Makanya #NikahSana

21. Malam Lailatul Qadar udah diikhtiarkan. Malam pertama udah diikhtiarkan? Makanya#NikahSana

22. Catat ya. Menikah itu dianjurkan bersegera, bukan buru2. Bergegas, bukan tergesa-gesa. Kalau siap, mending#NikahSana

23. Jomblo & galau melulu. Untung, hati itu buatan Allah. Kalau buatan China, mungkin sdh hancur… Makanya #NikahSana

24. Menikah itu membuka pintu2 rezeki. Allah yang nyuruh kita menikah, Allah tentu bertanggung-jawab atas kita & rezeki kita. Bismillah #NikahSana

25. Pantaskan diri, perbaiki diri. Itu cara terbaik menjemput jodoh. Mendingan nikah dini daripada maksiat dini. #NikahSana

26. Bulan Ramadhan udah. Bulan Syawal ntar lagi. Bulan madu kapan? Makanya#NikahSana

27. Sahur sendirian? Sakitnya itu di sini *NunjukDada Semoga Ramdhan berikutnya, sdh gak sendiri lagi. Aamiin. #NikahSana

28. Sholat? Ibadah sekian menit. Puasa? Ibadah sekian jam. Haji? Ibadah sekian hari. Nikah? Ibadah seumur-umur! #NikahSana

29. Namanya jodoh, nggak ada yang tahu. Tapi, tugas kita berniat & berusaha utk segera, nggak nunda-nunda. #NikahSana

30. MENJOMBLO? Silakan, dengan niat menjaga diri & memantaskan diri… Tapi, jangan lama-lama. Mending #NikahSana

31. Cowok yang nggak berani melamar, cocoknya pake konde. Kalau serius? Yah lamaran. #NikahSana

Selamat mencari jodoh

Share ulang oleh http://kakecho.blogspot.com/

5 cara meningkatkan keuntungan bisnis tanpa keluar biaya

Kita mengenal 2 istilah penting dalam dunia bisnis, yaitu omzet dan profit alias keuntungan. Kedua istilah ini berbeda dan jangan sampai disamakan lhoo. Definisinya seperti ini, omzet adalah total pemasukan yang kita peroleh dalam suatu periode tapi belum dikurangi biaya, sedangkan keuntungan (profit) adalah omzet yang sudah dikurangi oleh biaya – biaya (seperti biaya produksi, biaya promosi dll)

Kok jadi membahas omzet dan profit? Karena artikel kali ini saya akan membahas tentang cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keuntungan bisnis (profit) sehingga kita tidak boleh sampai salah dalam mengerti istilahnya. Kita langsung masuk ke poin utamanya ya, saya coba lempar pertanyaan ke rekan pembaca semua, siapa yang pernah punya omzet besar tapi untungnya ga ada?

Nah lho, mungkin saja kita salah menerapkan strategi dalam bisnis kita.

Saya akan mencoba menggunakan ilustrasi contoh dari bisnis mie ayam dan jersey ya. Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keuntungan bisnis.

1.  Menaikan Harga
Untuk meningkatkan keuntungan bisnis, kita bisa secara perlahan menaikan harga dari produk yang kita jual. Bagaimana cara menaikan harganya? Cara simpelnya, kita bisa lihat tren harga di pasar, lihat daya beli target market kita. Hal penting yang perlu diingat, jangan asal menaikan harga, kita bisa melakukan survei ke konsumen apakah jika kita menaikan harga tertentu, konsumen masih bisa terima atau tidak.

2.  Mengurangi Biaya
Selain menaikan harga, cara lain yang bisa kita lakukan adalah mengurangi biaya rutin. Misalnya kita jualan baju jersey biasanya via brosur dan rutin membuka stand. Kedua strategi ini biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kemudian kita ganti strateginya dengan cara fokus menggunakan strategi social media marketing dan membuat website yang relatif lebih sedikit biayanya.

3.   Teknik Cross Selling
Strategi apa ini? Hehe, ini simple kok. Intinya strategi ini adalah mendorong konsumen membeli produk lain selain produk yang biasanya dibeli. Misalnya kita ambil contoh jualan mie ayam. Nah, agar keuntungan kita meningkat, kita jangan hanya menjual mie ayam, kita bisa memperoleh pendapatan lain dengan cara cross selling dengan cara mudah, yaitu menaruh kerupuk diatas meja atau produk lain di dekat meja konsumen.

Coba kita bayangkan sebagai konsumen, biasanya kita juga ikut membeli kerupuk diatas meja kan? Hehe. Tidak hanya kerupuk yang bisa kita jual, kita pun bisa menjual pulsa, ice cream cone dll. Intinya cross selling ini bisa kita terapkan untuk meningkatkan keuntungan.

4.   Main di Segmen Menengah Ke Atas
Kita bisa tingkatkan keuntungan produk yang kita jual salah satunya dengan cara main ke segmen pasar dengan kelas ekonomi menengah atas. Contohnya jualan mie ayam, kita bisa menjual mie ayam kita ke segmen menengah ke atas, tentunya dengan kualitas mie ayam dan rasa yang enak. Jika kita biasanya jual mie ayam hanya Rp 9000 per mangkuk, kita bisa menjual hingga lebih dari Rp 20,000 jika kita sasar menengah atas.

5.  Membuat Program Marketing Untuk Memperbesar Pembelian
Buat program marketing untuk meningkatkan keuntungan bisnis kita. Dalam konteks UKM, program marketing ini biasanya direncanakan bulanan, tiga bulanan. Program marketing ini nantinya terdiri dari berbagai aktivitas promosi yang dilakukan untuk meningkatkan pembelian konsumen                .

Harapan dari meningkatnya penjualan adalah terjadinya kenaikan keuntungan bisnis. Misalnya kita bisa membuat program bonus atau hadiah jika ada pembelian dalam jumlah tertentu. Misal baju jersey, kita bisa berikan hadiah tertentu kepada konsumen jika membeli jersey dalam jumlah banyak.

Sumber @KelasPengusaha

Silahkan dibagikan jika bermanfaat.

blogger. Powered by Blogger.

comment