Responsive Banner design

Selamat datang

Bantu like bos...

Arsip Blog

Nasehat Jackma Buat Pebisnis

NASEHAT JACK MA BUAT MEREKA YANG SERIUS MEMBANGUN HIGH VALUE NETWORKING

Saat ini siapa yang tidak kenal dengan Jack Ma. Founder Alibaba yang dalam daftar majalah Forbes masuk diurutan ke-18 orang terkaya didunia dan nomer satu di Asia ini memiliki pengalaman hidup yang amat panjang dan pahit. From Zero to Hero. Tak heran jika kata-kata nasehat nya selalu diburu banyak pengagumnya diseluruh dunia, terutama buat mereka yang semangat merintis dari bawah.

Salah satu nasehatnya yang sangat mengena di hati para entreprenuers dan intraprenuers adalah tentang nasehat Ma untuk tidak terburu-buru memburu dan mengeksploitasi networking sebelum mereka benar-benar memantaskan diri untuk masuk dalam lingkaran tersebut.

"Seseorang yang sungguh- sungguh kuat, tidak akan pernah menghabiskan waktu untuk mengambil hati orang lain. Mengenai relasi dan koneksi, itu semua hanyalah pelengkap, hal yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan kemampuan dalam diri sendiri.

Orang hanya bisa datang kepadamu, setelah kamu memperbaiki diri. Kalau kamu sudah jadi pohon rimbun, burung- burung baru akan datang. Kalau kamu sudah jadi samudera, seluruh aliran air baru akan berkumpul kepadamu. Kamu harus mencapai suatu tingkat terlebih dulu, baru bisa mendapatkan koneksi yang sepadan, bukan sebaliknya. " - Jack Ma

Ini adalah tamparan keras buat kita. Kadang, kita sangat terobsesi untuk masuk ke sebuah lingkaran impian kita. Lingkaran yang didalamnya banyak berkumpul orang-orang yang sudah berada pada level yang kita idam-idamkan. Sedangkan kita sendiri tidak memiliki tekad yang kuat mencari tau value apa dalam diri kita yang dihargai mahal di komunitas tersebut.

Seorang Lionel Messi atau Christiano Ronaldo tidak akan dengan serta merta melayani tantangan permainan dengan tim bola kelas tarkam yang hanya mampu memenangkan tropi tingkat kabupaten. Bukan berarti mereka sombong, namun mereka memang mencari lawan tanding yang paling tidak sepadan atau malah diatas mereka.

Seorang penyanyi sekelas Raisa atau Isyana hanya akan mau berduet dengan mereka yang popularitas nya sepadaan atau dengan mereka atau penyanyi kaliber international. Saya yakin jika Adam Levine atau Katy Perry ngajak duet mereka berdua pasti mereka gak mungkin nolak.

Kalau kita baru merintis usaha ayam krispi.. Kepo Prett Chicken.. baru sebulan dua bulan, baru ngabisin satu ekor ayam sehari, terus udah ngotot cari koneksi supplier ayam yang berkualitas dan murah ya.. dijamin mumet-mumet sampe salto dan kayang pun juga ndak akan nemu. Tapi jika kita telaten, warung laris luar biasa, yang beli antriannya puaannjang, ngabisin minimal 500 ekor ayam sehari..dijamin.. kita tidak akan kesulitan nyari supplier. Mereka yang akan bingung ngantriin kita. Kalo gini kita malah dalam posisi mengendalikan harga, mereka yang pasrah.

Jika kita penulis baru belajar ikut workshop sekali dua kali terus langsung kasih bandrol 10 juta pertulisan, itu mah tidak tau diri namanya. Namun jika Anda sudah punya jam terbang ribuan jam,  karya Anda sudah berkali-kali jadi mega best seller, terus Anda membandrol satu tulisan puluhan sampai ratusan juta itu sah-sah aja. Malah orang akan rebutan berburu karya Anda. Apalagi sekarang jamannya Inbound Marketing dimana konten-konten berkualitas menjadi barang mahal.

Kata Jack Ma ini adalah salah satu kesalahan para entreprenuers pemula. Keinginan untuk memanfaatkan koneksi tapi selalu lupa untuk mengupgrade diri. Percayalah jika Anda memang memiliki kualitas, dan Anda bisa menunjukkan kualitas Anda koneksi-koneksi baru akan terbentuk dengan sendirinya. Anda tidak perlu menceritakan kalau Anda berkualitas, namun cukup tunjukkan karya-karya Anda sampai orang-orang mengakui kualitas Anda. Just SHOW, don't TELL.

t.me/motivasibisnisonline

Mindset Salah Kaprah Tentang Kekayaan



Mindset Salah kaprah mengenai kekayaan.
.
.
.
" Kekayaan cermin keserakahan."
.
.
" Banyak uang, banyak dosa."
.
.
" Uang menjadikan seseorang menjadi jahat."
.
.
" Buat apa punya uang, jika keluarga tidak bahagia?"
.
.
" Banyak orang kaya hidupnya berantakan."
.
.
" Lebih baik sedikit, asal tenang."
.
.
DAN KEKAYAAN BUKAN CUMA UANG.
.
.
See?
Terlihat "manis" tapi menjerumuskan.
.
.
instagram @catatan_pengusaha

Kedermawanan Yang Tertukar

Kedermawanan yg Tertukar

Seorang wanita bertanya pada penjual telur yg sudah tua, "Berapa harga telurnya?"
Penjual telur menjawab, "Satu butir harganya Rp 2.000, Nyonya."
Wanita itu berkata, "Saya mau mengambil 6 butir tapi dengan harga Rp 10.000 atau kalau ngga ya udah, ngga jadi beli."
Penjual telur menjawab, "Baiklah, mungkin ini awal yg baik karena dari tadi tak ada satupun telur yg berhasil saya jual."

Wanita itu mengambil telur2 tersebut dan berjalan dengan perasaan senang bahwa dia sudah menang. Kemudian dia masuk ke dalam mobil mewahnya dan pergi ke restoran bersama temannya. Di sana, dia bersama temannya memesan apapun yg mereka sukai. Mereka makan sedikit dan menyisakan banyak dari apa yg sudah mereka pesan. Kemudian wanita tersebut membayar tagihannya. Tagihannya sebanyak Rp 450.000. Dia memberikan uang Rp 500.000 dan berkata bahwa kembaliannya untuk sang pemilik restoran saja.

Kejadian seperti ini mungkin terlihat normal bagi pemilik restoran, tapi sangat menyakitkan bagi penjual telur yg sudah tua.

Intinya adalah: "Mengapa kita selalu menunjukkan bahwa kita punya kuasa ketika kita membeli dari orang2 yg membutuhkan? Dan kenapa juga kita jadi dermawan kepada orang2 yg bahkan tidak membutuhkan kedermawanan kita?"

Saya jadi teringat nasehat Bijak :
"Ayahku biasa membeli barang2  dari orang miskin dengan harga tinggi, walaupun dia tidak membutuhkan barang2 tersebut. Kadang2 dia bahkan membayar lebih untuk itu. Aku tertarik pada hal ini dan lantas bertanya mengapa dia melakukannya? Kemudian ayahku menjawab, 'Anakku, ini adalah sedekah yg terbungkus dengan harga diri.'"

Saya tahu anda tak akan membagikan pesan ini, tapi jika anda merasa bahwa orang2 perlu mengetahuinya, maka sebarkanlah pesan ini.

sumber :
http://kakecho.blogspot.com

comment