Responsive Banner design

Selamat datang

Bantu like bos...

Arsip Blog

BUAT PENDIAM




Diam itu ibadah tanpa perlu bersusah payah
diam adalah perhiasan tanpa berhias
diam adalah kehebatan tanpa kerajaan
diam itu benteng tanpa pagar
diam merupakan kekayaan tanpa minta maaf kepada orang
diam menjadikan istirahat bagi kedua malaikat pencatat amal
diam, menutup segala keaiban (cacat), 
menjadi keindahan bagi orang alim dan menutup bagi yang bodoh.
 
Kitab tanbihul ghafilin

keutamaan perempuan dibanding laki laki

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding pria.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding pria.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada pria.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan di tangan istri.
8. Wanita kurang dalam beribadah karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada pria. Itulah sebabnya banyak yang berpromosi untuk, “MEMERDEKAKAN WANITA...!!!” AND LOOK...!!!

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan...??? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita.
2. Wanita perlu taat kepada suami.
Bahwa sesungguhnya pria wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya.
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada pria, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila pria menerima warisan, ia perlu atau wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak².
4. Di akhirat kelak, seorang pria akan mempertanggung j­awabkan terhadap 4 wanita, yaitu; Isterinya. Ibunya, Anak perempuannya. Dan saudara perempuannya. Artinya; Bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang pria, yaitu; Suaminya, Ayahnya, Anak prianya, Dan saudara prianya.
5. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia di do'akan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH SWT di muka bumi ini dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu; Shalat 5 waktu. Puasa di bulan Ramadhan. Taat kepada suaminya.
Dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang pria wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan
tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata. Masya ALLAH...!!!

Subhanallah...!!! Demikian sayangnya ALLAH SWT pada wanita.
Ingat firman-Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut atau tunduk kepada cara² atau peraturan yang telah dibuat-Nya. Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukum-Nya atau peraturan-Nya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan yang dibuat manusia.

Jagalah istrimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum pria) berbuat baik selalu (gently) terhadap istrimu.

Adalah sabda Rasulullah SAW bahwa; Ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya...!!! Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan agamamu, niscaya surga menanti.

Mari Kita Berdo'a Sahabat
Ya Allah...
Semoga kami selalu termasuk dari golongan wanita muslimah dihapanmu... Ya Rabb...
Bagi yang laki², semoga pasanganmu adalah seorang muslimah dihadapan Allah SWT...
Aamiin Ya Rabbal'alamiin...

Penebang dan kapak yang hilang.

Dijaman dulu, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, dan tanpa kapak dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya.

Pagi itu ketika sang tetangga berangkat, dia menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencur
inya.

Besoknya, bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya 2 hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya. Semakin dipikir semakin yakin.


Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan dilaci dapur. Istrinya yang sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali.


Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri, dan senyumnya juga tulus tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri?


**


Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita. Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan. Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih medit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip, dan makanan tidak enak dibilang bergizi.


Hidup tidak pernah dan tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Perception creates worldview, we create our own reality. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita dan bagaimana kita memandang semuanya itu.


Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman dan keadaan. Hemat menjadi medit, tegas menjadi keraskepala, dan cinta menjadi sebuah luka. Segalanya mengalir pada ruang dan waktu. Dan cara kita melihat hidup ini adalah bagian dari sudut pandang kita.

Mengapa Di Indonesia Ada Gelar Haji?

Gelar haji Konon hanya dipakai oleh bangsa melayu. Tidak ada dalil yang mengharuskan jika setelah menunaikan ibadah haji harus diberi gelar haji/hajjah. Bahkan sahabat Rasulullah pun tidak ada yang dipanggil haji.

Sejarah pemberian gelar haji dimulai pada tahun 654H, pada saat kalangan tertentu di kota Makkah bertikai dan pertikaian ini menimbulkan kekacauan dan fitnah yang mengganggu keamanan kota Makkah. Karena kondisi yang tidak kondusif tersebut, hubungan kota Makkah dengan dunia luar terputus, ditambah kekacauan yang terjadi, maka pada tahun itu ibadah haji tidak bisa dilaksanakan sama sekali, bahkan oleh penduduk setempat juga tidak.

Setahun kemudian setelah keadaan mulai membaik, ibadah haji dapat dilaksanakan. Tapi bagi mereka yang berasal dari luar kota Makkah selain mempersiapkan mental, mereka juga membawa senjata lengkap untuk perlindungan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan perengkapan ini para jemaah haji ibaratkan mau berangkat ke medan perang.

Sekembalinya mereka dari ibadah haji, mereka disambut dengan upacara kebesaran bagaikan menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang. Dengan kemeriahan sambutan dengan tambur dan seruling, mereka dielu-elukan dengan sebutan “Ya Hajj, Ya Hajj”. Maka berawal dari situ, setiap orang yang pulang haji diberi gelar “Haji”.

Gelar Haji di Indonesia Di zaman penjajahan belanda, pemerintahan kolonial sangat membatasi gerak-gerik umat muslim dalam berdakwah, segala sesuatu yang berhubungan dengan penyebaran agama terlebih dahulu harus mendapat ijin dari pihak pemerintah belanda. Mereka sangat khawatir dapat menimbulkan rasa persaudaraan dan persatuan di kalangan rakyat pribumi, lalu menimbulkan pemberontakan. 

Masalahnya, banyak tokoh yang kembali ke tanah air sepulang naik Haji membawa perubahan. Contohnya adalah Muhammad Darwis yang pergi haji dan ketika pulang mendirikan Muhammadiyah, Hasyim Asyari yang pergi haji dan kemudian mendirikan Nadhlatul Ulama, Samanhudi yang pergi haji dan kemudian mendirikan Sarekat Dagang Islam, Cokroaminoto yang juga berhaji dan mendirikan Sarekat Islam. Hal-hal seperti inilah yang merisaukan pihak Belanda.

Maka salah satu upaya belanda untuk mengawasi dan memantau aktivitas serta gerak-gerik ulama-ulama ini adalah dengan mengharuskan penambahan gelar haji di depan nama orang yang telah menunaikan ibadah haji dan kembali ke tanah air.

Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintahan Belanda Staatsblad tahun 1903. Pemerintahan kolonial pun mengkhususkan P. Onrust dan P. Khayangan di Kepulauan Seribu jadi gerbang utama jalur lalu lintas perhajian di Indonesia.

Jadi demikianlah, gelar Haji pertama kali dibuat oleh pemerintahan kolonial dengan penambahan gelar huruf “H” yang berarti orang tersebut telah naik haji ke mekah. Seperti disinggung sebelumnya, banyak tokoh yang membawa perubahan sepulang berhaji, maka pemakaian gelar H akan memudahkan pemerintah kolonial untuk mencari orang tersebut apabila terjadi pemberontakan.

Uniknya, pemakaian gelar tersebut sekarang malah jadi kebanggaan. Tak lengkap rasanya bila pulang berhaji tak dipanggil "Pak Haji" atau "Bu Hajjah". Ritual ibadah yang berubah makna menjadi prestise? Ironis...

Sumber : aliefqu.innomuslim

KEUTAMAAN WANITA DIBANDING PRIA

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding pria.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding pria.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada pria.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan di tangan istri.
8. Wanita kurang dalam beribadah karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada pria. Itulah sebabnya banyak yang berpromosi untuk, “MEMERDEKAKAN WANITA...!!!” AND LOOK...!!!

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan...??? Itulah perbandingannya dengan seorang wanita. 

2. Wanita perlu taat kepada suami.
Bahwa sesungguhnya pria wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya. 

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada pria, tetapi bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sementara apabila pria menerima warisan, ia perlu atau wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak². 

4. Di akhirat kelak, seorang pria akan mempertanggung j­awabkan terhadap 4 wanita, yaitu; Isterinya. Ibunya, Anak perempuannya. Dan saudara perempuannya. Artinya; Bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang pria, yaitu; Suaminya, Ayahnya, Anak prianya, Dan saudara prianya. 

5. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi bahwa setiap saat dia di do'akan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH SWT di muka bumi ini dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. 

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu; Shalat 5 waktu. Puasa di bulan Ramadhan. Taat kepada suaminya. Dan menjaga kehormatannya. 

7. Seorang pria wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata. Masya ALLAH...!!!

Subhanallah...!!! Demikian sayangnya ALLAH SWT pada wanita.
Ingat firman-Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut atau tunduk kepada cara² atau peraturan yang telah dibuat-Nya. Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukum-Nya atau peraturan-Nya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan yang dibuat manusia.

Jagalah istrimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum pria) berbuat baik selalu (gently) terhadap istrimu.

Adalah sabda Rasulullah SAW bahwa; Ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya...!!! Berbahagialah wahai para muslimah. Tunaikan dan menegakkan agamamu, niscaya surga menanti.

Mari Kita Berdo'a Sahabat
Ya Allah...
Semoga kami selalu termasuk dari golongan wanita muslimah dihapanmu... Ya Rabb...
Bagi yang laki², semoga pasanganmu adalah seorang muslimah dihadapan Allah SWT...
Aamiin Ya Rabbal'alamiin...

RENUNGAN KISAH ANAK UNTA

Percakapan seekor unta muda dengan induknya. “Ibu, boleh aku bertanya sesuatu”, sang anak berkata. “Ya, anakku apakah ada yang mengganggu pikiranmu?”, sang induk menjawab. “Mengapa kita punya punuk, sementara gajah, rusa tidak?”, sang anak memandang induknya. “Kita adalah binatang padang gurun, dan punuk ini digunakan untuk menyimpan air. Kita dikenal sebagai hewan yang dapat bertahan tanpa air”, induknya menjelaskan dengan sabar.

“Lalu mengapa kaki kita panjang dan bulat?”, anaknya bertanya lagi.
“Anakku, sudah jelas itu kita gunakan untuk dapat berjalan di padang pasir lebih baik dan lebih cepat dari pada yang lainnya”, induknya berusaha sabar terhadap anaknya.

“OK. Terus mengapa kita punya alis mata yang panjang?”, tanya anaknya lagi.
“Alis ini”, sambil menjilat alis mata anaknya, “kau gunakan untuk melindungi mata dari butiran pasir yang beterbangan di padang gurun”, sang induk mulai kewalahan dengan pertanyaan anaknya. Lalu menjelaskannya sekali lagi.

“Jadi, punuk ini digunakan untuk menyimpan air ketika kita di padang pasir, kaki ini untuk berjalan di atas pasir, dan alis mata ini untuk melindungi mata kita dari butiran pasir….” “Satu pertanyaan lagi, ibu”, anaknya menyela kata-kata indukknya. “Ya, anakku!”

“Lalu mengapa kita berada di kebun binatang ini?
Apa yang kita lakukan disini?
Untuk apa semua yang kita miliki ini, kalau kita tidak berada di padang gurun?”,

anaknya menunggu jawaban dari induknya. Ada yang bisa bantu sang induk menjawab? Monggo... Dicoment...

KARMA ISTRI ISTRI SOEKARNO

Andai ajal tak menjemput, bagi Bung Karno, seolah tak pernah ada wanita terakhir untuk diperistri. Di hadapan wanita sepuh itu, Fatmawati Sukarno bersimpuh. Sambil berurai air mata, dia bersujud menciumi kedua kakinya. Dengan terbata-bata, Fatmawati meminta maaf karena telah menjalin tali kasih dan menikah dengan Sukarno.

“Indung mah lautan hampura (seorang ibu adalah lautan maaf),” si perempuan sepuh itu membalas sambil memeluk dan mengelus kepala Fatmawati. Hanya, ke depan, dia melanjutkan, jangan mencubit orang lain kalau tak ingin dicubit, karena dicubit itu rasanya sakit. Si perempuan sepuh itu tak lain adalah Inggit Garnasih. Dia perempuan kedua, setelah Oetari Tjokroaminoto, yang dinikahi Bung Karno. Istri yang cuma bisa memberi tanpa mau meminta kepada suaminya. Sayang, setelah 20 tahun berumah tangga, bahkan dengan setia nunut Bung Karno hingga ke Ende dan Bengkulu, Inggit harus rela berpisah. Karena si Bung terpikat pada Fatmawati, yang pernah ikut mondok dalam rumah tangga mereka saat di Bengkulu. Kehendak Fatmawati menemui Inggit di Jalan Ciateul Nomor 8, Bandung, seperti tertulis dalam buku Fatmawati Sukarno: The First Lady karya Arifin Suryo Nugroho, terwujud berkat bujuk rayu mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Ali menemui Inggit pada 7 Februari 1980 untuk menjajaki kemungkinan menerima kehadiran Fatmawati, yang telah 38 tahun tak lagi berkomunikasi. Bagi Fatmawati, kehendaknya menemui mantan ibu angkatnya itu seolah menjadi penyuci diri. Sebab, pada 14 Mei 1980, Fatmawati berpulang setelah menunaikan umrah. Kehadiran anak kandung sangat diidamkan Bung Karno, dan Fatmawati memberinya lima putra-putri.

Tapi kebahagiaannya sebagai pendamping Bung Karno harus terkoyak pada tahun ke-12. Sebab, belum genap dua hari ia melahirkan Guruh, Sukarno mendekat sambil berkata lirih, “Fat, aku minta izinmu, aku akan kawin dengan Hartini.” Tak terbayangkan betapa sakitnya hati Fatmawati kala itu. Tapi bisa jadi itulah karma yang harus diterimanya setelah Bung Karno terpaksa menceraikan Inggit, yang tak memberinya keturunan.

Kepada Tempo edisi 22 september 1999, Hartini menepis tudingan publik bahwa dirinya telah merebut Bung Karno dari Fatmawati. Untuk bersedia menerima pinangan Bung Karno yang bertubi-tubi, dia harusmembayarnya dengan amat mahal. Sebab, hampir semua media dan aktivis perempuan kala itu menyudutkan dirinya, dan lebih membela Fatmawati. “Benar, sudah ada Ibu Fatmawati, sang first lady, ketika saya menikah dengan Bung Karno. Tapi, setelah saya, juga ada Dewi,” ujar Hartini. Dan, kalau dirinya dikatakan merebut Bung Karno dari Ibu Fat, ia melanjutkan, bukankah Ibu Fat juga merebut Bung Karno dari Ibu Inggit, dan Ibu Inggit merebutnya dari Ibu Tari (Oetari)? Lalu, setelah Dewi, bukankah masih ada lagi Haryatie, Yurike, dan belum pacar-pacar yang lain? Jadi semuanya sama. Yang membedakan, hanya ada satu first lady. “Saya tidak merebut Bung Karno. Saya menjalani takdir yang digariskan hidup,” Hartini menegaskan.

Total, Bung Karno sembilan kali resmi menikah. Andai ajal tak menjemput, bagi si Bung, seolah tak pernah ada wanita terakhir untuk diperistri. Seorang wanita yang dilimpahi aliran cinta yang bergelora harus tabah menyaksikan padamnya api asmara tatkala Sukarno terpikat pada wanita lain.
sumber | iniunic.blogspot.com

mama papa melarang by:judika

Separuh nafasku ku hembuskan untuk cintaku
Biar rinduku sampai kepada bidadariku
Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu
Biarkan bumi menolak, ku tetap cinta kamu
Biar mamamu tak suka, papamu juga melarang
Walau dunia menolak ku tak takut
Tetap ku katakan ku cinta dirimu

Karena kamu bintang di hatiku
Takkan ada yang lain mampu goyahkan rasa cintaku
padamu

Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu
Biarkan bumi menolak, ku tetap cinta kamu
Biar mamamu tak suka, papamu juga melarang
Walau dunia menolak ku tak takut
Tetap ku katakan ku cinta dirimu

Sudah jangan kau usik lagi
Cinta yang tertanam di hati
akan ku bawa sampai mati

Kamu segalanya, tak terpisah oleh waktu
Biarkan bumi menolak, ku tetap cinta kamu
Biar mamamu tak suka, papamu juga melarang
Walau dunia menolak ku tak takut
Tetap ku katakan ku cinta dirimu oooh

PELAJARAN DARI UANG 100.000 SANGAT INSPIRATIF

Suatu hari, seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara unik. Sambil memegang uang pecahan Rp.100.000,- ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?” Tampak banyak tangan diacungkan, pertanda banyak yang minat.. “Saya akan berikan uang ini kpd salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini..”, uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. 
 Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?” Jumlah tangan yg teracung tak berkurang. “Baiklah, apa jadinya bila saya melakukan ini?”, ujarnya sambil menjatuhkan uang ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya.. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi.. “Apakah sekarang masih ada yang berminat?”, tangan yang mengacung masih tetap banyak.. “Hadirin sekalian, Anda baru saja mendapatkan sebuah pelajaran penting.. 
 Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang Saya lakukan tadi tidak akan mengurangi nilainya.. Biarpun lecek dan kotor, uang ini tetap bernilai 100 ribu rupiah..” Dalam kehidupan ini, Kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, kecewa, & merasa kotor akibat keputusan yang Kita ambil, ataupun situasi yang Kita alami.. :) Dalam kondisi seperti itu, Kita merasa kecil tak berharga dan tak berarti.. Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang
mencintai Anda.. O:) Keluarga.. Sahabat.. Kasih.. Jadi.., Setiap kali Anda merasa diri tak berarti, atau tak berharga.. Ingatlah selembar uang 100 ribu rupiah tersebut.. Jangan pernah lupa – Anda adalah SPESIAL !!! ;)
 "JANGAN MERASA TAK BERARTI, APAPUN YANG TELAH TERJADI ANDA TIDAK AKAN PERNAH KEHILANGAN NILAI DI MATA MEREKA YANG MENCINTAI ANDA"

10 KEBIASAAN YANG TERNYATA DAPAT MEMPERCEPAT KEMATIAN

1. Merokok & Minum
Menurut sebuah studi baru-baru ini, pria yang minum dan merokok secara teratur,rata- rata hidup 10-15 tahun kurang. dari pada mereka yang tidak

2. Seorang Anak Trauma
Menurut beberapa penelitian, orang dengan "pengalaman buruk masa kanak-kanak" hidup rata-rata 20 tahun kurang daripada mereka yang memiliki anak lebih nyaman.

3. Duduk Terlalu Banyak
Sebuah penelitian 14 tahun menunjukkan bahwa duduk terlalu banyak (bahkan setelah bekerja keluar) meningkatkan tingkat kematian-laki dan perempuan sebesar 30%. Alasan untuk ini bukan hanya karena Anda kurang aktif tetapi juga karena duduk memperlambat sirkulasi dan menekan sistem kekebalan tubuh.

4. Diabetes
Para peneliti melaporkan baru-baru ini bahwa orang
dengan diabetes 25% lebih mungkin untuk mendapatkan kanker dan lebih dari 50% lebih mungkin untuk mendapatkan penyakit jantung dibandingkan orang tanpa diabetes.Rata-rata mereka dengan diabetes meninggal 6 tahun lebih awal daripada mereka yang tidak.

5. Polusi
Sebuah studi yang dilakukan oleh Komite Audit Lingkungan di Inggris melaporkan bahwa dalam kasus-kasus terburuk orang bisa mati sampai 10 tahun-tahun awal sebagai akibat dari polusi

6. Tidak Tamat Sekolah
Menurut data sensus, orang dengan kurang dari 12 tahun pendidikan dapat berharap untuk hidup 7 tahun lebih kecil dibandingkan dengan lebih dari 12 tahun bersekolah

7. Kegemukan
Sebuah studi yang dilakukan selama 50 tahun menunjukkan bahwa hanya karena kelebihan berat badan (obesitas bahkan tidak) pada usia 40 tahun bisa memakan waktu hingga 3 tahun dari hidup Anda.

8. Terlalu Banyak nonton TV
Sebuah studi menunjukkan bahwa orang dewasa yang menonton lebih dari 2 jam sehari TV adalah 80 persen lebih mungkin untuk meninggal, akibat penyakit jantung dan 46 persen lebih mungkin untuk meninggal akibat penyebab apa pun.

9. Daging Merah
Orang yang mengkonsumsi sejumlah besar atau olahan daging merah adalah 50% lebih mungkin untuk mendapatkan penyakit jantung daripada mereka yang tidak.

10. Tidak Mendapatkan Cukup Tidur
Menurut peneliti Inggris dan Italia, pria dan wanita yang secara teratur mendapatkan kurang dari 8 jam tidur mati rata-rata 3 tahun lebih awal daripada mereka yang tidur 8 jam setiap malam.

Semoga bermanfaat dan salam fantastic

SEBUAH PROPOSAL CINTA

Latar Belakang

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".

Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).

Ibunda dan Ayahanda tercinta... melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga”, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.

Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di  majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran

Dari Al Qur’an dan Al Hadits :
1.     "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).

2.    "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).

3.    ¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).

4.    Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).

5.    Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).

6.    Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

7.    Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).

8.    Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

9.    ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).

10.    Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).

11.    Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

12.    Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

13.    Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud).

14.    Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).

15.    Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

16.    "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah  (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda/i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."

17.    "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).

18.    Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).

19.    Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).

20.    Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).

21.    Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).

22.    Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang(HR. Abu Ya'la dan Thabrani).

23.    Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).

24.    Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Tujuan Pernikahan

1.    Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
2.    Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
3.    Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
4.    Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat/perilaku hina lainnya).
6.    Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi

1.    Kondisi Qalb (hati) yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Dalam sebuah atsar disebutkan:  “Man Jadda Wa Jadda.” (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
2.    Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
3.    Termasuk  tathhir (mensucikan diri).
4.    Secara materi, Insya Allah siap. Sebagaimana firman Allah, “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.”  (Qs. At Thalaq (65) : 7)


Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan

Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik

Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari  manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

Memperbaiki Niat :

Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping

Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).

"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).

Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).

Dari Jabir radhiyallaahu 'anhu, Sesungguhnya Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam telah bersabda, “Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama."(HR. Muslim dan Tirmidzi).

Niat dalam Proses Pernikahan

Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"(Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..

Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.

Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),

Meraih Pernikahan Ruhani

Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS  PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan..

YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"

comment