Responsive Banner design

Selamat datang

Bantu like bos...

Arsip Blog

Mahalnya sebuah Kejujuran

Salam Pagi SEMANGAT pagi inspirasi pagi...
RENUNGAN HARIAN PAGI Untuk Sahabat...
Kisah dari kejujuran"""

Seorang CEO ... Perusahaan bermaksud untuk Pensiun, dan ingin menyerahkan jabatan nya tersebut kepada salah Seorang Karyawan terbaiknya.

Untuk itu ia memanggil Seluruh karyawannya, memberikan masing2 sebutir BENIH di tangannya dan berkata :

" Rawat, Pupuk, Siram dengan teratur Benih ini dan kembalilah 3 bulan dari sekarang dengan membawa Tanaman Yang tumbuh dari Benih ini"

" YANG TERBAIK, akan menjadi penggantiku sebagai CEO di Perusahaan ini."

Salah seorang karyawan, bernama Toni yg juga mendapat Benih.  tersebut, langsung pulang ke Rumah dan Merawat dg penuh disiplin Benih tanaman tsb. Setiap hari Benih itu ia Siram dengan air dan diberinya Pupuk.

Setelah 3 bulan, di Kantor, semua orang saling membicarakan kehebatan Tanaman Mereka yg tumbuh dari Benih tsb.

Ternyata Hanya Benih Tanaman Toni yang tanamanya tidak tumbuh sama sekali.

Toni Merasa telah gagal.

Setelah 3 bulan, seluruh Eksekutif menghadap CEO memperlihatkan hasil Benih tersebut.

Toni berkata kepada istrinya bahwa ia tidak akan membawa Pot yang Kosong Karena Bibitnya busuk dan tidak bisa Tumbuh.,

Namun istrinya mendorong untuk tetap membawa Pot Kosong tsb apa adanya utk memenuhi janji kepada Sang CEO 3 bulan yang lalu.

"Bawa saja Mas, meskipun Mas Gagal utk bisa menumbuhkan Benih tsb, paling tidak Mas Toni sdh menunjukan itikad baik sdh berusaha semaksimal mungkin merawatnya sesuai dengan Permintaan dan Arahan CEO tsb " demikian kata Istrinya.

"Baiklah " Jawab Toni, meskipun dgn hati ciut karena merasa tidak bisa melaksanakan perintah sang CEO dgn sebaik2 nya.

Masuk ruang meeting , Toni membawa pot kosong. Seluruh mata memandangnya kasihan.

Ketika CEO masuk ruangan Ia memandang keindahan Seluruh Tanaman yang katanya Hasil dari Benih2 yg diberikan sang CEO 3 Bulan yg lalu itu, hingga akhirnya berhenti di depan Toni yang tertunduk malu.

Sang CEO memintanya ke Depan & Toni disuruh menceritakan Secara Kronologis proses penanamannya kok sampai tidak bisa tumbuh...??

Ketika ia selesai cerita, CEO berkata dengan Antusias,
"Beri tepuk tangan 👏
utk Toni , CEO kita Yang Baru ", Ia kemudian Menceritakan:

"Semua benih Yang kuberikan kepada Kalian, sebelumnya Telah KUREBUS dgn AIR PANAS hingga mati & tidak mungkin tumbuh lagi.

Jika Benih kalian dapat Tumbuh, berarti kalian telah MENUKARNYA  & BERBOHONG  padaku.

Kecuali Toni, hanya dia yang JUJUR"

MORAL STORY : Taburlah KEJUJURAN, karena dengan Menabur Kejujuran akan menuai Kepercayaan.

Jangan pernah takut berbuat  ""JUJUR ""

The Real Moral Story!

Yg hebat itu Isterinya Toni- hanya perempuan hebatlah yg bisa memberi dorongan semangat suaminya utk selalu menjaga Integritasnya!

Awali Hidup Bersih Dengan KEJUJURAN
Perbuatan baik INSYAALLAH Akan Mendapatkan Hasil yang Baik, Semoga cerita ini
Berguna untuk SAHABAT
SAHABATKU DI pagi hari
SALAM SUKSES SELALU 💪💪💪🙏🙏🙏

Mau sukses tapi dilarang keluarga..

*MAU SUKSES TAPI TAKUT DI LARANG KELUARGA😫😫*

🙋🏼PERTANYAAN NYA
Suksesnya Buat Siapa??
Yang Nyesek di Cengkeram Gaji Majikan Siapa??
Yg Menangis Tiap Malam di Pojokan Kamar karna kecapekan Siapa??
Yg Tiap Bulan Jadi ATM kluarga  Siapa??😫😫

BELAJAR YUUUK DARI JURUS JITU TKw singapure
🙋🏼Peringkat  star leader *paytren*

👇🏻👇🏻

👹DILARANG SUAMI??

👍🏻Nah, ini tips AMPUH dari nistakiyati, peraih hp disingapure

👇🏻👇🏻👇🏻
CARANYA:
Cuek bebek aja, pura2 nurut ama si bebek, eh salah... ama suami, krn dia kan gak paham, wong dya belum join *paytren*

Juga belum gabung di grup Whatsapp sprti kita.

👇🏻👇🏻👇🏻
Namun kita MINTA IJIN ALLAH yg Maha Melihat dan Maha Tau.

(Kalo si bebek: udah gak lihat, tapi sok tahu)

👇🏻👇🏻👇🏻

Lalu kita ngotot di balik layar mengerjakan bisnis ini bersama leader2 yg lbh ber pengalaman dan bnyak ilmuya di group Whatsap dan fb

👇🏻👇🏻👇🏻
DAN SAAT KITA JADI BUKTI SUKSES... KIRIM hp REWARD ITU dan sertifikatya

👇🏻👇🏻👇🏻
BAHKAN, KALO PERLU, SAAT KITA DAPAT REWARD bronze leader jalan2 singapur, KITA KADOKAN AMA BEBEK (eh, Beibeh ding!! Gitu kan manggilnya: "Beib"... preeet duut!)

👆🏻👆🏻👆🏻

ITULAH TIPS PEMENANG MENAKLUKKAN BEIB...BEK!!

WKWKWKWK!!!

Gabung *paytren*kok dilarang
(Tabrak pake Bukti, Langsung Ijin Diberi)

KWEK KWEK KWEK KWEK!!
🐔🐔🐔🐔

*GO 1 bilion pngguna*
*Go together tomorrow*
*Salam sukses berjamaah*

jualan itu modus?

Jualan = Modus?
SALAH BESAR

Sesuai dengan artinya.
Modus disingkat menjadi Modal Dusta.

Orang berbohong untuk mendapatkan suatu hal / yang diinginkan.
Lalu apakah jualan = modus?

Kalau jualannya nipu ya iya.. kalo engga ya bukan modus.

Jadi kalau dipikiran Anda bilang kalau jualan itu modus, kayaknya ada yang ga beres dengan otak Anda & perlu di restart.

Esensi jualan adalah membantu orang. Setelah dibantu orang memberikan upah ke orang tersebut.

Orang ga ada transport naik gojek, habis itu bayar.
Orang lapar mau makan yang cepat saji ya sudah pesan mc'donald aja deh biar cepat, pada saat dianter lalu ia bayar.
Orang mau ke toilet karena kebelet, lalu setelah lega, dia bayar

Apa itu yang jaga toilet modus? Terus Anda mau bilang " wah, bisa aja pak modusnya, kencing saja bayar "

Bisa gila lama - lama :p

Sebelum berjualan, alangkah baiknya niatkan untuk bantu orang terlebih dahulu. Kalau sudah diniatkan segala sesuatu menjadi lebih enak

Orang yang membeli produk merasa terbantu apapun produknya, kita enak konsumen juga enak

Kalau ada konsumen yg PHP?
Ya wajar saja, tapi yang penting niat kita sudah tersampaikan memberikan informasi atas produk yang dijual

Tidak beli sekarang bukan berarti tidak beli selamanya. Masih ada besok, minggu depan, atau bulan depan.

Kan ada trik diskon, bundling, dan upsell.

Sudah ah... praktek ! Masih bilang modus?

Share Jika Bermanfaat Ya !

mau jualan paytren?
Hub saya :
Whatsapp/telegram : 0857 3667 3456
Pin bbm : D53B133D

www.duta-paytren.com

artikel buat pengusaha

Kalo kita usaha, terus hasilnya belum keliatan, itu mah bukan gagal kali... apalagi disebut sia-sia.. gak ada usaha yang gak berarti...

Kalo kita sudah bekerja, usaha, berjuang, dan hasilnya belum keliatan... maka yang terjadi secara metafisik adalah tabungan energi... energi perjuangan Anda sedang ditabung.. dan nantinya menjadi buah kesuksesan yang cair disaat yang tepat... sabar aja...

Makanya yah.. kalo kita lihat orang yang sukses besar, biasanya aksi pemicunya sederhana... kita suka nyeletuk.. 

"Ya elah.. gitu doank ane juga bisa.."

Sayangnya.. kita cuma lihat "aksi pemicu" sukses nya saja. Kita gak pernah lihat tabungan energinya...

So.. tetap positif kalo usaha ya..

Yang berkarir jadi pembicara, jangan kecil hati kalo honornya kecil atau bahkan gak ada honor.. energi Anda sedang ditabung.. sabar aja.. ntar juga cair sendiri disaat yang tepat...

Yang usaha jualan produk di online, ngiklan sudah... bikin content sudah.. bayar traffic sudah.. masih aja nihil hasil.. usaha aja terus.. evaluasi.. insyaAllah nanti cair juga tabungannya.. gak ada yang sia sia...

Oke ya teman teman.. jangan suka baper kalo belum berhasil... usahamu sedang ditabung... jadi... saldo energi kebaikanmu akan cair disuatu saat nanti...

@RendySaputra

http://bit.ly/bacapaytren

bisnis online

Dalam revolusi internet, orang yang bergerak dulu akan menjadi pemenang

Ini adalah jalan anda...
Ambil majalah apa saja
Tonton acara tv apa aja
Baca koran apapun
Dotcom adalam kata yang sering dibahas

Tahun 1998 ada 95,4 jt orang online
th 2005 lebih dari 700jt orang online
Tahun 1998 Menghasilkan 39 milyar dollar (390 trilyun rupiah)
Tahun 1998 Menghasilkan 114 milyar dollar (1.140 trilyun rupiah)
Tahun 2004 mencapai 1,5trilyun dollar (15.000 trilyun rupiah)
Sekarang 2016?

E-commerce telah datang
Dan menarik orang yang mau berbelanja
Para abg, para remaja dan orangtua, orangtua, mereka adalah segmen online paling cepat pertumbuhannya.

Bertanyalah pada diri anda 3hal berikut:
1.apakah internet adalah masa depan?
2.apakah ada kekayaan dari internet?
3.apakah anda menghasilkan kekayaan dari internet?
Mengapa tidak?
Karena kekayaang sedang dibangun sekarang, 24jam sehari, 7hari seminggu, 356 hari setahun.

40 orang terkaya baru dibawah usia 40tahun muncul dari bisnis internet, facebook,google,ebay,youtube,alibaba,yahoo, paytren, dll

Percaya atau tidak, andapun bisa..
Yang anda butuhkan hanya akses internet dari komputer atau hp anda,
Internet akan melakukan 2hal,
1.menciptakan peluang baru
2.dan melakukan semua metode untuk melakukan bisnis

Selamat datang diperburuan emas lewat internet, anda dapat memanfaatkannya atau jadi penonton saja.

Revolusi internet hanya terjadi satu kali, semua orang yang melihat ini mempunyai peluang yang sama "bergabung atau tertinggal?"

Internet sangat efektif untuk belanja,
98konsumen akan puas berbelanja online
98akan berencana belanja lagi
88akan mengajak temannya
71akan belanja terus menerus bila diberikan bonus/diskon

Disebut jaringan, afiliasi marketing, penjualan langsung, reveral marketing, sebut apa saja itu semua akan jadi bisnis anda di internet.

Bisnis yang dapat dilakukan dengan penuh waktu atau paruh waktu
Bisa dilakukan dirumah tanpa modal
Sedikit pengeluaran
Tanpa karyawan
Tanpa diperlukan pengalaman bisnis
Sebuah bisnis yang tidak mengatur waktu anda

Sebuah bisnis yang mengantarkan kita bebas waktu dan bebas uang
Dan rencana bisnis secara bertahap
Tanpa dibebani pajak

apa yang anda tunggu?
Pikirkan e-commerce akan berlalu?
Statistik menunjukkan 96orang dewasa mencari peluangnya sendiri,
Pertanyaanya adalah "apakah anda siap?"
Jika anda tidak mengikuti revolusi internet ini, apa yang akan anda katakan kelak pada cucu anda?

Jika tidak sekarang? Kapan?
Jika bukan anda? Siapa?
Jika bukan paytren? Apa?

Sekali dalam hidupmu kamu akan berkata " saya dibisnis yang benar, dan disaat yang benar"

Apakah anda bosan dengan rutinitas pulang pergi kerja dengan lingkaran tanpa akhir?
Apakah anda siap dengan kebebasan waktu?
Berlibur kemanapun anda suka?
Tidak diatur oleh bos anda?
Kendarai mobil impian anda, bukan mobil yang biasa?

Tinggal dirumah yang layak bukan yang dekat dengan tempat kerja?
Pensiun dengan kecukupan, bukan kekurangan?

Join us www.duta-paytren.com

Bisnis itu mulai saja

Kalau memang baru mulai Bisnis, jangan terlalu banyak mikir banyak Strategi, udah mulai aja...

Kalau memang sudah mulai Bisnis, jangan terlalu mikir banyak Keuntungan, udah jalankan aja...

Pikirkanlah seberapa besar Manfaat yang bisa Anda berikan oleh hadirnya produk yang Anda jual di pasaran...

Niscaya keuntungan akan datang dengan sendirinya.

Keuntungan yang besar tidak akan menjamin bisnis kita ada pada keberkahan.

Bahkan, tak jarang justru hal tersebut membawa kita pada kehancuran.

Kuncinya adalah: BERSYUKUR

Syukuri berapapun keuntungan yang kau dapat. Karena itulah awal dari pertumbuhan.

Bukti terbesar dalam bersyukur bukan hanya dalam bentuk ucapan dan lisan, melainkan dari seberapa banyak manfaat yang Anda tebarkan di lingkungan sekitar.

Bukankah agama menganjurkan kita untuk terus bersyukur?

Karena yang Bersyukur, Makmur...

Yang Kufur, Tersungkur...

Pejaran marketing luar biasa dari bapak penjual bubur jalanan

*PELAJARAN KEREN DARI TUKANG BUBUR PINGGIR JALAN*

Jangan kalah ama tukang bubur pinggir jalan.
yup, jangan kalah ama semangatnya Bapak Penjual Bubur ini. Lokasi dekat lanud Pondok Cabe, Tangsel.
Bangun jam 3 untuk menyiapkan Bubur dan mulai berjualan jam 05.30.

15 menit pertama Omzetnya langsung tembus 100rb pagi ini. Gileee kan!

Jadi begini ceritanya, pagi ini saya jalan kaki di sekitar rumah, tujuannya cari sarapan. Anehnya tumben jam 6 ini banyak yg belum buka euy. Cari kesana kemari, blum ada yg jualan.
Pada kemana ya? apa mungkin pada kesiangan atau gara2 nonton bola. Wong bola bukan td malam kok. Kan dah lewat.
Positif thinking aja, mungkin sabtu minggu kemarin kecapekan weekend.

Dan tanpa diduga, ketemulah dg si bapak tukang jualan bubur ini. Ngobrol2, beliau ini kerennn bgt. KONSISTEN bangun pagi subuh2 demi menyiapkan buburnya, jam 5.30 udah mulai jualan. Dan kerennya, Padahal buburnya sederhana kok, boro2 ada brandnya, wong cuma pinggir jalan.

Tapi omzetnya 500rb per hari, beliau jualan cuma dari jam 5.30 - 11.00 Alias cuma 6 jam kurang. Jualannya setiap hari, Omzet per bulannya sekitar 15jt, profitnya sekitar 8jutaan
Jika seandainya bapak ini punya 5 gerobak, maka profitnya 8x5jt, alias 40jt per bulan. Ini keuntungan lhooo.

Tapi saya ga sempet tanya tadi, beliau punya gerobak lain apa ga.

Oh iya, pagi ini, 15 menit pertama udah tembus Omzet 100rb, dan itu baru dari 3 pembeli, pada ngeborong.
Langsung aja saya dpt banyak learning keren dari Tukang Bubur pagi ini

1. Saya percaya dgn ini, rezeki itu dekat dengan orang yg RAJIN. Lihat saja si bapak ini bahkan mungkin ga kepikiran, tiba2 dlm 15 menit baru buka udah dpt 100rb

2. KONSISTEN, learning keren yg selalu saya share ke temen2 pebisnis. Kuncinya konsisten. Bapak ini bangun pagi subuh2 dan mulai jualan jam 5.30, beliau berusaha sejak pagi dg KONSISTEN. bagaimana dg kita.

3. Jualan itu ga harus yg aneh2 produknya, ga harus yg pusing2 sistem bisnisnya. Ini cuma jualan BUBUR euyyyy. Omzet bs 15jt dan profit 8jtan, kebayang aja klo ada 10. Omzet 150jt, profit 80an jt lho.

4. Bapak ini ga pake minder buat jualan, ga pake gengsi buat jualan. cuma pake mangkok buat jualan. hehehe. Beneran lho.
Mau sukses? jgn gedein gengsi deh. Mau sampe kapan gengsi mulu

Gimana, seruuu ya belajar dari Tukang Bubur ini
Pelajaran berharga yg ga bisa didapat di kampus atau workshop.

Pelajaran berharga tentang apa artinya rajin, konsisten, ga minder dan berusaha tanpa kenal gengsi.
Saya berdoa semoga bapak tukang bubur ini bs terus mengembangkan usahanya dan terus menebar manfaat melalui semangkok bubur.

*Hermas Puspito*

Kalo anda tidak bakat mencari ilmu, carilah uang

*PESAN DR. HAMID FAHMY ZARKASYI, M.A*
*Pembukaan Semester Genap 2016-2017*
_Unida Gontor, 20 Des 2016_

1. Orang yang sukses bukan orang yang cerdas, tapi orang yang tekun

2. Kalau anda tidak bakat mencari ilmu, pindah halauan, cari uang. Kalau anda tidak jadi Ulama, jadilah wirausawahan.

3. Jangan hanya ingin kaya tanpa tujuan.

4. Orang yang sampai S3, mereka adalah orang-orang yang tekun. Bukan orang cerdas. Orang cerdas belum tentu bisa selesai S3.

5. Silahkan mulai dihitung, dari hari ke hari, apa yang sdah kamu dapatkan.

6. Orang kuliah itu hanya seperti ritual. Daftar, kuliah, uts, uas, ujian komprehensif, ujian skripsi, kemudian lulus. Ditanya dapat apa, jawabannya, nasitu. Maka kuliah itu harus dibareng dengan membaca dan menulis.

7. Percuma jika hanya kuliahnya sekedar ritual kuliah saja. Harus dibarengi dengan membaca dan menulis. Percuma punya ilmu tapi tidak bisa bermanfaat.

8. Ritual kuliah itu seperti ritual sholat. Jika kuliahnya hanya kuliah yg sifatnya ritual, maka sama seperti halnya sholat tapi lalai.

9. Apapun yang anda bicarakan dalam diskusi, sama halnya dengan exercise dalam berpikir.

Pentingnya target dan strategi

*Mulailah dari Target dan Strategi*

Bayangkan dahulu target yang ingin anda capai dalam berbisnis online melalui sosial media, misalkan facebook atau instagram. *Tetapkan penghasilan pertama yang ingin anda capai. Tulis* di sebuah kertas dan tempel di tempat-tempat yang mudah dilihat. Di meja kerja, di dalam kamar, di pintu rumah atau jadikan wallpaper di handphone anda.

Misal kita akan *menentukan* bahwa kita mempunyai *Target Profit 3 juta rupiah*.
Koq kocil amat ?
Iya, di kota besar, 3 Juta memang bukan angka yang besar. Tapi perlu kita ingat bahwa segala sesuatu itu butuh latihan. Seperti halnya olahraga. Jika kita baru memulai olahraga, mulailah dari olahraga ringan terlebih dahulu. Apa yang terjadi jika kita jarang berolahraga, sekalinya berolahraga langsung lari 10 km, push up dan sit up 100 kali ? Yang ada kita bisa cidera otot.

Begitu pula dalam bisnis. Sebelum mendapatkan Penghasilan 10 Juta/bulan, mulailah dulu dari 50 ribu pertama, 500 ribu pertama, 1 juta pertama, 3 juta pertama, 5 juta pertama, baru kemudian nanti bisa mencapai 10 juta pertama atau bahkan lebih. ��

*_Mulailah dari yang MUDAH dan yang bisa Anda kerjakan SEKARANG_.*

Setelah menentukan target profit, maka selanjutnya kita harus *menentukan tanggal pencapaiannya*. Misal, saya akan *mencapainya* di tanggal *21 Desember 2016*.

Sesuatu bisa dinamakan target jika sudah mempunyai *angka yang jelas* dan *batas waktu* pencapaian.

_“Sesuatu yang tidak bisa diukur, tidak bisa ditingkatkan”_.

Bagi yang sudah mencapai penghasilan 3 Juta sebulan dari
bisnis online, angka segitu kecil. Tapi bagi yang belum pernah mencapai profit 3 Juta dari bisnis online, pasti mikirnya sulit, “gimana caranya ?”. Maka jangan fokus pada angka 3 Jutanya.

Begini cara dan beberapa alternatif yang mungkin Anda lakukan untuk mencapai 3 Juta Pertama:

- Jualan *1 barang* yang untungnya *3 jt*
- Jualan *2 barang* yang untungnya *1,5 jt*
- Jualan *5 barang* yang untungnya *600 rb*
- Jualan *10 barang* yang untungnya *300 rb*
- Jualan *25 barang* yang untungnya *120 rb*
- Jualan *50 barang* yang untungnya *60 rb*
- Jualan *100 barang* yang untungnya *30 rb*
- Jualan *200 barang* yang untungnya *15 rb*
- Jualan *500 barang* yang untungnya *6 rb*
- Jualan *1000 barang* yang untungnya *3 rb*

Nah, ternyata banyak jalan untuk mencapai penghasilan 3 Juta Pertama.

Oke, berarti Anda sudah punya Alternatif untuk dapat mencapai Target penghasilan 3 Juta Pertama.

*Perhatikan baik-baik,* begini cara breakdown targetnya:

Jika *3 Juta* ingin Anda capai dalam waktu 1 bulan, dan *sebulan*
ada 4 minggu, maka dalam *seminggu* Anda harus mendapatkan profit *Rp 750.000,-*.

Jika kita breakdown lagi menjadi harian. Misal dalam 1 minggu ada *5 hari kerja*, maka *per hari* Anda harus bisa mendapatkan *profit Rp 150.000,-*.

Jika *keuntungan* produk *Anda Rp 60.000,-/pcs*, kemudian
untuk mendapatkan 1 pembeli, dibutuhkan *biaya akuisisi*  Rp 10.000,-. Maka keuntungan 1 produk adalah Rp 50.000/pcs. Berarti Anda harus *menjual 3 produk/hari*, atau *15 produk/minggu* (5 hari kerja) atau *60 produk/bulan*.
* *_Mengenai apa itu biaya akuisisi akan saya jelaskan nanti_*.

Kemudian _misalkan_ untuk dapat *closing 1 orang*, maka Anda harus mendapatkan *20 orang yang bertanya* tentang produk Anda *(5 %)*.
Dari 20 orang yang bertanya, didapatkan dari *400 orang yang tertarik (5 %).*
Dari 400 orang yang tertarik, didapatkan dari *trafik 8000 orang (5%)*.
* _Persentase yang berbeda akan menghasilkan angka yang berbeda_.

Jadi untuk mendapatkan *1 closing*, dibutuhkan *minimal 8000 trafik*.
Untuk memperoleh trafik 8000 orang *dibutuhkan biaya Rp 10.000,-* untuk iklan fb ads. Inilah yang disebut *_biaya akuisisi (untuk closing), yaitu biaya untuk yang dibutuhkan untuk mendapatkan 1 orang pembeli_*.

Jika untuk closing 1 pembeli dibutuhkan trafik 8.000
orang (biaya akuisisi Rp 10.000,-). Maka untuk mendapatkan closing 3 orang per hari dibutuhkan 24.000 trafik (biaya iklan Rp 30.000,-/hari). Jika *sebulan 20 hari kerja*, maka *biaya iklan* dalam *1 bulan* adalah Rp 30.000,- x 20 hari = *Rp 600.000,-*.

_Seperti inilah detail cara realistis menentukan Target Penjualan_.

by: *_www.duta-paytren.com_*

3 hal yg dilakukan pebisnis sukses

*Ini 3 hal yg selalu dilakukan pebisnis sukses*

Beberapa hari ini saya lagi seneng banget belajar tentang ilmu-ilmu baru. Ternyata ditinggal sebentar saja, sudah banyak ilmu keren diluar sana.

Kondisi seperti inilah yang dihadapi pebisnis. Bisa jadi kita menjadi pionir atau menjadi pengikut, atau malah jadi penonton saja, menyaksikan pebisnis yang lain mengalami kesuksesan.

Yang siap menghadapi perubahan, yang cepat untuk belajar dan yang siap beradaptasilah yang akan menang. Saya makin tersadar, era persaingan bisnis terus berubah, era persaingan terutama di masa BOOM internet mudah sekali berubah, banyak yang datang dan pergi.

Tiba-tiba aja ada bisnis yang meroket, tiba-tiba aja ada yang bisnis yang menurun. Era media social dan internet seakan-seakan mengubah banyak wajah bisnis di Indonesia.

Yang menarik buat saya adalah, meski persaingan dan era terus berubah, masih banyak pebisnis sukses yang terus bertahan bahkan makin melejit. Ketika saya pelajari lebih lanjut, ternyata ada benang merahnya. Setidaknya ada 3 hal yang selalu dilakukan banyak pebisnis sukses

1. BELAJAR TERUS MENERUS

Poin ini menjadi hal yang hampir selalu dilakukan banyak pebisnis sukses. Saya kenal Mas Denny Santoso, beliau pebisnis senior dan bisnisnya sudah banyak, tapi yang menarik adalah ketika mendengar ceritanya beliau. Mas Denny bilang, saya menyediakan waktu berjam-jam setiap harinya untuk belajar dan belajar. Ini keren!

Jadi teringat kata mendiang Steve Jobs, salah satu pendiri Apple, beliau berkata stay foolish, stay hungry. Maksudnya begini, jika kita mau berkembang dan sukses, kita harus terus lapar untuk belajar hal yang baru. Harus punya keinginan untuk belajar suatu yang baru yang bisa berdampak positif untuk bisnis.

Bahasa keren dari hasil belajar inilah ide inovasi produk tercipta.
Bagaimana dengan Anda, sudahkah menyediakan waktu untuk belajar, sudahkah menyediakan waktu untuk mempelajari ilmu bisnis untuk mengembangkan bisnis Anda?

2. PRAKTEK ITU PENTING BANGET

Poin ke dua setelah belajar adalah praktek, saya melihat banyak pebisnis sukses yang tidak hanya berhenti di fase belajar tetapi juga melanjutkan ke fase berikutnya yaitu praktek. Sampai ada istilah, belajar 1x praktek 3x. hehe saya suka istilah ini.

Sebenarnya istilah ini menekankan supaya kita jangan sampai lupa untuk praktek. Tapi tahukah Anda, seringkali ini menjadi kelemahan kita para calon pebisnis dan pebisnis pemula. Sukanya belajar tapi jarang dipraktekan. Padahal kalau bisnis mau melejit, belajar + praktek adalah satu kesatuan penting.

Action itu akan menyempurnakan program belajar kita. Jangan takut untuk gagal, karena gagalpun juga nantinya akan ada learning untuk kita. Yang penting praktek dan terus sempurnakan. Jangan nunggu sempurna idenya baru action, tapi action aja dulu nanti sempurnakan sambal jalan.

3. KECEPATAN !

Poin ini yang lebih menarik lagi, ternyata ada satu hal yang banyak dilakukan pebisnis sukses. Yaitu SPEED! Alias kecepatan. Pebisnis sukses ternyata tidak hanya suka belajar dan suka praktek, namun mereka membungkus keduanya dengan kecepatan.

Kecepatan berbicara tentang momentum. Jika kita lambat belajar dan lambat untuk action, ujungnya kita disalip pesaing. Hal ini tidak hanya berlaku untuk pebisnis. Hal ini juga berlaku untuk calon pebisnis. Ketika sudah belajar dan punya ide bisnis tapi lambat untuk segera action, lamaaa untuk segera memulai bisnis, jangan-jangan nantinya malah keduluan pesaing. Nah lho!

Saya pun ketika menulis artikel ini sedang mempercepat realisasi program baru yang di request banyak teman-teman UKM ke saya, program belajar jualan secara intensif via online. Sekarang saya belajar satu hal yang penting yang dulu saya tidak lakukan ketika merintis bisnis, yaitu cepat untuk belajar cepat untuk praktek.

Bagaimana dengan Anda? Mau mengikuti langkah pebisnis sukses? Anda perlu lebih cepat untuk belajar dan lebih cepat untuk take action. Semoga sharing ini bermanfaat

Www.duta-paytren.com

5 alasan anda harus jadi enterpreneur


Uang, uang, uang. Siapa sih yang nggak suka uang? Siapa sih yang gak butuh uang? Siapa sih yang gak hepi kalo punya banyak uang? Kita semua suka uang!
Punya banyak uang memang menyenangkan, tetapi kalau bisa menghasilkan banyak uang dengan bisnis sendiri pasti lebih menyenangkan ya gan??

Ada yang masih ingat kutipan dari Billy Boen si Founder Young On Top? "Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua?" Nah! Di artikel kali ini kita akan membahas beberapa alasan kenapa agan-agan meski coba jadi enterpreneur muda. Let's check it out!

FREE!
Inilah alasan utama kenapa kamu harus menjadi enterpreneur nih gan! Sebenarnya kenapa sih harus mencoba untuk membangun bisnismu? Karena menjadi seorang wirausahawan memiliki kebebasan dalam mengatur bisnismu sendiri. Kamu akan mengurus strategi bisnismu, sistem keuangan bisnismu, dan lainnya. Semua akan berpacu pada keputusanmu. Gak akan ada yang namanya kamu ditegur ketika telat, kerja lembur sampai malam di kantor, dll. There's no boss, you are the boss!
Jadi, buat kamu yang memang kurang suka disuruh-suruh, datang kekantor dengan waktu sesukamu, dan mencintai kebebasan, then this job is for you!

HIRING PEOPLE!
Kamu pasti tahu kan gan kalau di Indonesia masih banyak sekali pengangguran? Nah, menjadi seorang pebisnis atau enterpreneur dapat memberikan solusi untuk mengurangi itu. Bagaimana tidak, kamu akan membutuhkan karyawan untuk membantu mengelola bisnismu.
Kamu secara langsung sudah membantu masalah sosial dan memberikan solusi bagi negara. Negara akan memperoleh pajak dari hasil bisnismu yang selanjutnya pajak itu akan dikelola untuk pembangunan negara. Dan yang terpenting, kamu telah memberikan kehidupan lebih baik bagi orang lain gan

Memperluas Networking
Dengan menjadi seorang enterpreneur, sekecil apapun bisnisnya, tetap saja kamu adalah bos nya. Ketika seseorang ingin mencari informasi mengenai bisnismu, kamu lah orang pertama yang akan dicari. Tidak menutup kemungkinan kamu akan dipanggil untuk menghadiri acara konferensi yang juga mengundang pebisnis sukses lainnya. Dengan bertemu di tempat yang sama, dan dengan minat yang sama, maka networking kamu akan bertambah luas loh gan!
Nah, ketika bisnismu sudah dikenal oleh para pebisnis lainnya, kamu akan lebih mudah menjalin kerja sama untuk kedepannya. Seru banget deh!

GOOD EXPERIENCES!
Menjadi seorang pebisnis tidaklah mudah, apalagi untuk mengenalkan bisnismu ke masyarakat luas. Jarang sekali ketika mereka yang membangun bisnis dan semua langsung berjalan sesuai rencana, pasti ada waktu dimana bisnis itu jatuh. Buat kamu yang sudah merasakannya, pasti kamu sudah merasakan semua pengalaman manis dan pahitnya berbisnis.
Semua pengalaman manis dan pahit dalam membangun bisnis itu akan sangat bermanfaat dan memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk kedepannya. So, you should never give up, no matter how hard the situation is. Stay strong!

Memperkuat Mental
Membangun sebuah bisnis tidak semudah yang orang lihat. Ketika bisnis itu telah dikenal, sebagian orang hanya melihat enaknya saja dan belum melihat prosesnya gan. Membangun bisnis sebenarnya mudah saja, yang sulit adalah mengembangkannya.
Salah satu kunci bisnis dapat bertahan adalah menjadikan kegagalan sebagai temanmu, karena kamu harus selalu menerima resiko yang mungkin terjadi, seperti turunnya minat orang-orang untuk mengkonsumsi bisnis yang kamu miliki.

Dengan kata lain, dengan menjadi pebisnis, kamu akan memiliki mental yang kuat dalam mengalami kegagalan, kamu juga akan terlatih untuk menjadi kreatif. Mengapa kreatif? Karena kamu akan dituntut untuk membuat strategi unik yang dapat membuat bisnismu lebih unggul dari yang lain.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa memiliki bisnis sendiri memang menyenangkan. Kamu dapat secara total mengurus segala macam urusan dalam bisnismu. Dengan berbisnis, kamu akan dapat merasakan manisnya hasil dari bisnismu dan merasakan pahit dan sulitnya mencari uang, kamu akan mendapatkan sejuta pengalaman yang tidak semua orang memilikinya. 

So, what are you waiting for? Yuk bangun dan kenalkan bisnismu! Kalau bisa sukses di usia muda, kenapa mesti nunggu tua? ;D

Perbedaan pedagang dan pengusaha

Perbedaan pedagang dan pengusaha biasanya dianggap tidak ada perbedaannya oleh sebagian orang. Namun, sebenarnya pedagang dan pengusaha memiliki banyak sekali perbedaannya. Salah satunya adalah pengusaha umumnya akan berpikir mengenai usahanya secara jangka panjang. Sedangkan, umumnya pedagang hanya menginginkan dagangannya untuk laku dan mendapatkan untung saja.

Apa Itu Pedagang dan Apa Itu Pengusaha?
Sebelum dijelaskan mengenai apa perbedaan pedagang dan pengusaha, terlebih dahulu mari cari tahu apa itu pedagang dan pengusaha.

Pedagang adalah seseorang yang menjual suatu barang dengan menginginkan akan mendapatkan untung. Hal itu bukan berarti bahwa pengusaha tidak menginginkan untung ya.
Cara kerja pedagang adalah mereka akan mencari barang yang memiliki harga lebih murah dan akan dijual lagi dengan selisih harga. Contohnya saja seorang pedagang yang membeli buku seharga 10 ribu rupiah, maka ia bisa menjualnya menjadi 15 ribu rupiah. Begitulah cara kerja pedagang pada umumnya.

Sedangkan pengusaha adalah orang yang membuat suatu usaha yang belum ada menjadi ada. Seorang usaha umumnya akan mencari sebuah peluang usaha yang biasanya belum banyak ada di sekitarnya.
Seorang pedagang akan mencari untung untuk saat itu juga. Caranya pun dengan menjual suatu barang dengan selisih harga. Sedangkan cara pengusaha mencari untung adalah dengan membangun usaha yang belum ada sehingga akan menghasilkan sesuatu dan bisa dibuat menjadi untung. Begitulah cara mencari untung dari pedagang dan pengusaha yang bisa dibilang sangat berbeda bukan.

Seorang pengusaha juga akan memiliki keinginan untuk selalu membuat usahanya lebih maju. Para pengusaha akan membuat strategi untuk pemasaran agar produknya bisa dikenal luas oleh masyarakat. Sedangkan bagi pengusaha, jika dagangan mereka untung itulah salah satu tujuan mereka, tanpa mereka memikirkan suatu strategi. Semakin banyak pembeli di tempat usaha mereka, semakin banyaklah untung yang mereka dapat.

Pengusaha akan memiliki risiko investasi yang lebih besar daripada yang ditanggung oleh pedagang. Sebab pengusaha belum tentu bisa mendapatkan untung mereka saat itu juga. Lain halnya dengan pedagang yang bisa meraih untung setelah barang dagangan mereka laku.

Seorang pengusaha biasanya akan mempunyai mental yang sangat kuat dan juga tahan banting. Pengusaha juga telah terbiasa mengahdapi tekanan fisik maupun psikis. Hal itu disebabkan seorang pengusaha bisa saja mengalami kegagalan yang besar saat usahanya belum bisa diterima oleh masyarakat.

Mental antara pedagang dan pengusaha bisa menjadi salah satu perbedaan terbesar diantara mereka.
Berikut Faktor Pembeda Seorang Pedagang dan Pengusaha
Berikut ini faktor yang bisa menjadi pembeda antara pedagang dan pengusaha.

1. Perencanaan
Perbedaan pedagang dan pengusaha yang pertama bisa dilihat dari perencanaannya. Seorang pengusaha pasti akan merencanakan usahanya dalam jangka pendek, jangka menengah dan juga dalam jangka panjang. Hal itu dilakukan agar usaha yang dilakukannya bisa dilaksanakan dengan jelas. Jelas dalam maksud kapan barang akan habis maupun kapan harus memasang modal lagi. Hal itu dilakukan agar pengusaha itu tidak akan mengalami kerugian.

Sedangkan bagi pedagang, umumnya mereka tidak terlalu mementingkan sebuah perencanaan. Bagi pedagang jika dagangannya laku mereka sudah sangat senang. Sehingga tidak ada pemantauan yang detail terhadap keuntungannya seperti yang dilakukan oleh seorang pengusaha.

2. Pemasaran
Perbedaan pedagang dan pengusaha yang kedua adalah dari segi pemasarannya. Baik pedagang dan juga pengusaha sama-sama melakukan pemasaran. Namun, strategi dan cara pemasarannya cukup berbeda.

Seorang pengusaha lebih berpikir bagaimana cara memasarkan usahanya dengan mempercantik kemasan dari produknya agar menarik bagi banyak orang. Selain itu pengusaha juga akan mencari tempat yang dianggap bagus untuk menjual produk dari usahanya.

Sedangkan bagi seorang pedagang dalam memasarkan produknya hanya dilakukan di satu tempat saja. Selain itu, pedagang juga umumnya memasarkan dagangannya dengan tenaga yang banyak seperti dengan berteriak-teriak.

3. Perbendaharaan
Perbedaan pedagang dan pengusaha yang terakhir adalah dalam hal perbendaharaannya. Seorang pedagang dan pengusahah akan selalu mencatat pemasukan dan pengeluaran yang dilakukannya. Namun, seorang pengusaha lebih detail saat mencatat pemasukan dan pengeluarannya. Seorang pengusaha juga akan mengamati usahanya apakah telah berkembang dengan baik melalui sebuah grafik.

Bagi kalian yang ingin memulai usaha lebih baik mulai sekarang kalian mulai merencanakan usaha apa yang ingin kalian lakukan. Jangan lupa juga untuk mengetahui sasaran pemasaran dari usaha kalian agar bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Informasi di atas semoga bermanfaat bagi kalian yang sedang mencari perbedaan pedagang dan pengusaha.

Cheers,
Kevin Jonathan

Banggalah jadi pengusaha

BANGGALAH JADI PENGUSAHA YANG BERMANFAAT & MENGAYAKAN

Seperti yang pernah Saya paparkan di buku hitam,
"Tidak ada yang lebih mulia antara pengusaha dan karyawan kecuali mereka yang bertaqwa kepada-Nya"
Karenanya, jika saat ini Anda sudah jadi pengusaha, jangan songong dan merasa bahwa diri Anda paling mulia. Alasannya mentang2 bisa menggaji karyawan dan bermanfaat bagi banyak orang. Lha iya kalau Anda pengusaha sukses dan kaya beneran, boleh2 saja Anda mengatakan demikian. Tapi ingat, indikator kemuliaan bukanlah kesuksesan atau kekayaan, melainkan ketaqwaan.

Dan bagi Anda yang masih jadi karyawan, jangan berkecil hati. Karena kalau ibadah Anda lebih joss daripada mereka pengusaha yang menghalakan segala cara, makan harta riba, suap menyuap, dan melupakan Allah, bisa jadi Anda lebih mulia dari mereka.

Oh ya, ngomong2 soal karyawan, Saya pribadi pernah jadi karyawan selama 2 tahun di perusahaan konsultan pendidikan. Saya menikmati proses "ngaryawan" dan mensyukurinya, sebelum akhirnya memutuskan full time jadi pengusaha.
Ya, Saya lebih memilih untuk meninggalkan tempat kerja saat itu walaupun gaji yang Saya dapat lumayan besar untuk menghidupi kehidupan. Sejak saat itu, Saya kerja di perusahaan kecil, sebagai CEO (Chief Everything Officer) di perusahaan Saya sendiri. Hehe
Mungkin orang di luar sana ada yang bangga bergaji besar dan kerja di perusahaan ternama. Tapi Saya pribadi lebih memilih berkarir sebagai pengusaha dengan ketidakpastian gaji setiap bulan. Apakah Anda juga begitu?

Sadarlah, di saat Anda putuskan jadi pengusaha, di saat itu pula Anda putuskan untuk jadi orang besar. Maksudnya?
Selain Anda berjiwa besar karena siap menerima segala kenyataan dan kemungkinan buruk di bisnis, Anda pun siap2 mendapatkan penghasilan besar dan kerugian besar. Nah, lho...
Memilih profesi pengusaha dan karyawan adalah pilihan hidup. Jangan pernah sesali apa yang sudah kau putuskan.

Nikmati prosesnya, rasakan hasilnya. InsyaAllah, hasil yang didapat akan sesuai dengan keringat yang dikeluarkan.

Beli indonesia

Kisah Lucu Dari Tanah Papua

Konon, suatu ketika ada sebuah desa di pelosok Papua sana yang penghasilan utamanya adalah pisang. Banyak sekali pisang enak yang dihasilkan dari tanah subur di desa tersebut. Selain manis, besar-besar, dan konon khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan.

Itulah mengapa, penduduk di sana banyak yang menggantungkan hidup dari hasil jualan pisang. Tapi, karena daerahnya terpencil, mereka harus menjual pisang tersebut ke kota dan menempuh jarak 30 km-an. Dengan infrastruktur yang masih belum bagus, mereka harus jalan kaki, mengarungi sungai, dengan membawa satu dua tandan pisang per orang.

Sampai di pasar kota, pisang itu sudah langsung ada penadahnya. Laris manis. Uang pun didapat. Dan, masyarakat desa itu pun segera pulang ke kampungnya lagi. Namun sebelum pulang, ada satu tradisi mereka untuk membawa oleh-oleh ke rumah. Dan... yang paling dinanti oleh keluarga mereka sebagai oleh-oleh biasanya adalah PISANG GORENG.

Ya.. jauh-jauh mereka ke kota, jualan pisang, untuk kemudian membeli oleh-oleh pisang goreng. Uang hasil jualan pisang sebagian dipakai untuk membeli pisang goreng.

Ada yang merasa aneh atau lucu dengan kisah tadi? Sebagian teman-teman saya tertawa mendengar kisah itu. Jauh-jauh ke kota jualan pisang kok bawanya oleh-oleh pisang juga? Kenapa tidak menggoreng sendiri? Aneka tanggapan muncul saat tahu kisah ini. Tapi...

Sesaat kemudian, tawa itu berubah jadi hening, ketika saya mengatakan bahwa INILAH YANG TERJADI PADA SEBAGIAN BESAR ORANG INDONESIA!

Air diambil dari Indonesia, diolah jadi A*ua, dijual lagi ke kita, dan uangnya diambil Dan*ne, perusahaan dari luar negeri.

Sepatu keren dibuat orang Indonesia, dibawa ke luar diberi cap N*ke, dan dijual lagi ke Indonesia dengan harga berkali lipat, dan ada yang bangga memakainya.

Kopi-kopi terbaik di Indonesia, dibeli dan diolah St*rb*cks, dibeli dengan harga berkali lipat oleh orang Indonesia.

Kisah di atas saya dapatkan dari teman-teman yang menginisiasi gerakan Beli Indonesia. Sebuah gerakan untuk mendukung dan bangga menggunakan produk Indonesia. Bahkan, meski lebih mahal tapi kualitasnya belum sebagus produk asing, jika kita mau memakai dan membelinya, 250 juta penduduk Indonesia akan lebih sejahtera. Produk sendiri, digunakan sendiri, ekonominya dinikmati masyarakat Indonesia.

5 cara meningkatkan keuntungan bisnis tanpa keluar biaya

Kita mengenal 2 istilah penting dalam dunia bisnis, yaitu omzet dan profit alias keuntungan. Kedua istilah ini berbeda dan jangan sampai disamakan lhoo. Definisinya seperti ini, omzet adalah total pemasukan yang kita peroleh dalam suatu periode tapi belum dikurangi biaya, sedangkan keuntungan (profit) adalah omzet yang sudah dikurangi oleh biaya – biaya (seperti biaya produksi, biaya promosi dll)

Kok jadi membahas omzet dan profit? Karena artikel kali ini saya akan membahas tentang cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keuntungan bisnis (profit) sehingga kita tidak boleh sampai salah dalam mengerti istilahnya. Kita langsung masuk ke poin utamanya ya, saya coba lempar pertanyaan ke rekan pembaca semua, siapa yang pernah punya omzet besar tapi untungnya ga ada?

Nah lho, mungkin saja kita salah menerapkan strategi dalam bisnis kita.

Saya akan mencoba menggunakan ilustrasi contoh dari bisnis mie ayam dan jersey ya. Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan keuntungan bisnis.

1.  Menaikan Harga
Untuk meningkatkan keuntungan bisnis, kita bisa secara perlahan menaikan harga dari produk yang kita jual. Bagaimana cara menaikan harganya? Cara simpelnya, kita bisa lihat tren harga di pasar, lihat daya beli target market kita. Hal penting yang perlu diingat, jangan asal menaikan harga, kita bisa melakukan survei ke konsumen apakah jika kita menaikan harga tertentu, konsumen masih bisa terima atau tidak.

2.  Mengurangi Biaya
Selain menaikan harga, cara lain yang bisa kita lakukan adalah mengurangi biaya rutin. Misalnya kita jualan baju jersey biasanya via brosur dan rutin membuka stand. Kedua strategi ini biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kemudian kita ganti strateginya dengan cara fokus menggunakan strategi social media marketing dan membuat website yang relatif lebih sedikit biayanya.

3.   Teknik Cross Selling
Strategi apa ini? Hehe, ini simple kok. Intinya strategi ini adalah mendorong konsumen membeli produk lain selain produk yang biasanya dibeli. Misalnya kita ambil contoh jualan mie ayam. Nah, agar keuntungan kita meningkat, kita jangan hanya menjual mie ayam, kita bisa memperoleh pendapatan lain dengan cara cross selling dengan cara mudah, yaitu menaruh kerupuk diatas meja atau produk lain di dekat meja konsumen.

Coba kita bayangkan sebagai konsumen, biasanya kita juga ikut membeli kerupuk diatas meja kan? Hehe. Tidak hanya kerupuk yang bisa kita jual, kita pun bisa menjual pulsa, ice cream cone dll. Intinya cross selling ini bisa kita terapkan untuk meningkatkan keuntungan.

4.   Main di Segmen Menengah Ke Atas
Kita bisa tingkatkan keuntungan produk yang kita jual salah satunya dengan cara main ke segmen pasar dengan kelas ekonomi menengah atas. Contohnya jualan mie ayam, kita bisa menjual mie ayam kita ke segmen menengah ke atas, tentunya dengan kualitas mie ayam dan rasa yang enak. Jika kita biasanya jual mie ayam hanya Rp 9000 per mangkuk, kita bisa menjual hingga lebih dari Rp 20,000 jika kita sasar menengah atas.

5.  Membuat Program Marketing Untuk Memperbesar Pembelian
Buat program marketing untuk meningkatkan keuntungan bisnis kita. Dalam konteks UKM, program marketing ini biasanya direncanakan bulanan, tiga bulanan. Program marketing ini nantinya terdiri dari berbagai aktivitas promosi yang dilakukan untuk meningkatkan pembelian konsumen                .

Harapan dari meningkatnya penjualan adalah terjadinya kenaikan keuntungan bisnis. Misalnya kita bisa membuat program bonus atau hadiah jika ada pembelian dalam jumlah tertentu. Misal baju jersey, kita bisa berikan hadiah tertentu kepada konsumen jika membeli jersey dalam jumlah banyak.

Sumber @KelasPengusaha

Silahkan dibagikan jika bermanfaat.

Buat website premium 15menit jadi

Facebook, Instagram, Twiter dan Sosmed yg lainnya akan kembali ke identitasnya...

beberpa teman sdh terbanned jualan di Instagram... hati2 pemilik follower di atas 150rb suatu saat akan ke banned juga... Perubahan Algoritma Sosmed terutama Instagram sudah Running di Maret ini. Satu2nya PROPERTY yg murah & aman adalah memiliki Website. 

Kami sedang mengembangkan web Toko Online untuk produk MLM, Property, Online Shop, UKM, dsb..
Sebuah toko online canggih yang bisa mendongkrak BRAND dan OMSET bisnis Anda. 

Berjualan di Marketplace seperti OLX, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Zalora tidak akan membangun Brand Anda sendiri. Bahkan kita membantu mereka mendatangkan Traffic buat Marketplace.

Saatnya kamu bangun "BRAND" sendiri dan Toko Online sendiri!!

Keunggulan Web Toko Online :
- Hanya butuh waktu 24jam saja, Toko Online Anda Langsung Jadi!!!
- domain pilih .COM/.NET/.ORG/.BIZ/.INFO
- Unlimited Space hosting & bandwidth
- Unlimited Produk Tampil
- Mobile Version Web
- Fitur SEO
- Blog/Berita
- Toko Online di FB (eksklusif)
  Hanya dalam tampilan Desktop/ PC
- Autoconnect Market Place

Untuk FB Commerce dan MarketPlace fitur ini akan bisa dinikmati April 2016

Contoh Web Toko Online :
www.tokopaytren.com
www.inspirasismart.com
www.kedaitunas.com

Free Trial 15 hari

Harga Web Toko Online Rp 4,5 jt
Harga PROMO dari perusahaan saat ini:
Rp 1.350.000

untuk 3orang pertama yang order hari ini dapatkan diskon khusus

silahkan buka
www.biigbiz.co.id/diskon

info biigbiz
http://info-biigbiz.blogspot.com/

10 pendaftar pertama bulan ini,
gratis saya daftarkan paytren (bisnis ustad yusuf mansur) senilai 350.000

hp/whatsapp: 085736673456

Kata motivasi bisnis jackma orang terkaya di china

Bismillah…

Kemarin saya ketemu video yang bagus sekali dari founder-nya Alibaba.com: Jack Ma.

Dalam video ini, Jack Ma mengatakan:

Orang yang paling sulit dilayani adalah orang yang miskin.

Kata “poor” atau miskin disini menurut saya tidak mengarah ke kondisi finansial seseorang, tapi lebih ke mindset miskin yang ada didalam diri seseorang (tapi bisa jadi juga kondisi finansial, siapa tau?).

Ini nasihat Jack Ma dari video itu setelah diterjemahkan:

Orang paling susah dilayani adalah orang miskin.

Berikan mereka yang gratis, mereka kira itu adalah jebakan.

Beri tahu mereka ini adalah investasi kecil-kecilan, mereka akan bilang tidak akan banyak menghasilkan.

Beri tahu mereka untuk investasi besar, mereka akan bilang tidak ada uang.

Beri tahu mereka untuk mencoba hal baru, mereka akan bilang tidak ada pengalaman.

Beri tahu mereka ini adalah bisnis tradisional, mereka akan bilang susah dijalankan.

Beri tahu mereka ini adalah bisnis model baru, mereka akan bilang ini MLM.

Beri tahu mereka untuk membuka toko, mereka akan bilang tidak ada kebebasan.

Beri tahu mereka untuk menjalankan bisnis baru, mereka akan bilang tidak ada keahlian.

Mereka punya beberapa hal yang sama.

Mereka suka bertanya kepada Google, mendengarkan teman yang sama tak berdayaya dengan mereka.

Mereka berpikir lebih daripada profesor di universitas dan melakukan hal lebih sedikit dibandingkan orang buta.

Cobalah tanya mereka, apa yang bisa mereka lakukan.

Mereka tidak akan bisa menjawabmu.

Kesimpulanku,

Daripada jantungmu berdetak lebih cepat, kenapa tidak bertindak lebih cepat?

Daripada memikirkan hal itu, kenapa tidak melakukan hal itu?

Orang miskin gagal karena satu kebiasaan yang sama.

Seluruh hidup mereka adalah selalu menunggu.

Berdamai dengan perubahan

Ini tulisan Rhenald Kasali
Semoga manfaat....

Selamat Datang Sharing Economy  

Senin (14/3) lalu kawasan Balai Kota DKI Jakarta, Istana Negara, dan kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika diserbu ribuan pengemudi taksi.

Mereka berdemo menolak kehadiran taksi yang berbasis aplikasi online. Anda pasti bisa dengan mudah menerka penyebabnya. Iya, penghasilan mereka terpangkas akibat hadirnya taksi berbasis aplikasi. Bahkan sebetulnya bukan hanya taksi itu yang membuat penumpang berpindah. Ojek online merebut sebagian pasar taksi konvensional.

Mereka mengeluh, utang setoran ke perusahaan terus bertambah. Padahal, uang yang dibawa pulang untuk makan anak-istri makin turun. Kita tentu prihatin dengan kenyataan tersebut. Apalagi jumlah pengemudi angkutan umum ini tidak sedikit. Seluruhnya bisa mencapai 170.000-an. Sampai di sini Anda mungkin bergumam: mengapa mereka tidak berubah saja? Ke mana para eksekutifnya? Mengapa mereka membiarkan pasarnya digerus para pelaku bisnis online tanpa berupaya melakukan perubahan internal? Tentu semua ini tak akan mudah.

Sampai di sini adagium perubahan kembali berbunyi: kalau rasa sakit manusia itu belum melebihi rasa takutnya, rasanya belum tentu mereka mau berubah. Maaf, pesan ini berlaku buat kita semua, baik yang sedang duka maupun yang masih gembira. Tapi, supaya fair, kita juga mesti melihatnya dari sisi yang lain, yakni pengemudi taksi berbasis aplikasi dan ojek online .

Mereka juga tengah mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan anak istrinya. Lalu, pelanggannya juga senang memakai taksi berbasis aplikasi karena serasa naik mobil pribadi dan tarifnya pun murah. Begitu selesai langsung turun. Praktis. Tak pakai bayar-bayaran tunai. Bisnis taksi berbasis aplikasi ini juga punya pesaing. Anda bisa klik www.nebeng.com. Iniaplikasi yang juga mempertemukan pemilik kendaraan pribadi dengan mereka yang membutuhkan angkutan ke arah yang sama.

Tarifnya tak kalah bersaing. Misalnya tarif dari Perumahan Vila Nusa Indah di Bekasi ke Jakarta hanya Rp15.000 sekali jalan. Murah! Para pemilik kendaraan yang rela “ditebengi” ini juga ikut andil dalam mengurangi kemacetan di Jakarta. Ketimbang setiap orang naik mobil pribadi, lebih satu mobil dipakai bersama-sama dengan cara nebeng. Jumlah mobil yang masuk ke Jakarta jadi lebih sedikit.

Pertarungan Business Model 

Tapi, mari kita bahas soal perseteruan taksi konvensional vs taksi berbasis aplikasi. Hadirnya taksi berbasis aplikasi, menurut saya, adalah penanda datangnya era crowd business. Apa itu crowd business? Sederhana. Ini bisnis yang kalau Anda mencoba mencari polanya bakal pusing sendiri. Sebab serba tidak jelas. Misalnya, tidak jelas batasan antara produsen dan konsumen. Juga, tidak jelas kreditor dengan debitor.

Siapapun bisa menjadi pemasok Anda, tetapi sekaligus menjadi konsumen Anda. Crowd business kian kencang berputar akibat kemajuan teknologi informasi— yang terutama membuat arus informasi mengalir deras dan sekaligus memangkas biaya-biaya transaksi. Dulu kalau kita mau mencari suatu barang mesti menghabiskan waktu, tenaga dan uang. Kita datang ke beberapa toko, melihat barang, membandingkan harganya, dan melakukan tawar-menawar.

Kalau setuju, baru kita membayar. Kini tidak perlu lagi. Kita cukup berselancar di dunia maya, mencari barang dan membandingkannya, memilih, memesan, lalu membayar. Semuanya bisa dilakukan tanpa kita harus beranjak dari kursi dan dengan biaya nyaris nol. Itu pula yang terjadi dalam perseteruan antara bisnis taksi konvensional vs taksi berbasis aplikasi.

Di bisnis taksi konvensional, kita bukan hanya harus membayar jasa angkutannya, tetapi secara tidak langsung juga mesti menanggung biaya kredit mobilnya, gaji pegawai perusahaan taksinya, biaya listrik dan AC, dan sebagainya. Di bisnis taksi berbasis aplikasi, kita tidak ikut menanggung biaya-biaya tersebut. Jadi, tak mengherankan kalau tarifnya bisa lebih murah. Kolega saya pernah membandingkan.

Untuk rute Cakung ke Halim Perdanakusuma yang samasama di Jakarta Timur, dengan taksi konvensional tarifnya Rp105.000, sementara dengan taksi berbasis aplikasi hanya Rp55.000. Ini jelas pilihan yang mudah buat calon konsumen. Switching cost dalam industri ini amat rendah. Maka terjadilah downshifting. Lalu, bagaimana yang satu bisa lebih mahal ketimbang yang lain? Ini adalah persoalan model bisnis.

Analoginya mirip bisnis penerbangan full service dengan low cost carrier (LCC). LCC mendesain model bisnisnya dengan memangkas berbagai biaya, sehingga tarifnya menjadi lebih murah ketimbang maskapai penerbangan yang full service. Model bisnis inilah yang membuat bisnis taksi era lama bakal segera usang.

Pesaingnya bukan sesama bisnis taksi, melainkan para pembuat aplikasi yang mempertemukan para pemilik mobil pribadi dengan calon konsumen yang membutuhkan jasa angkutan. Selamat datang di peradaban sharing economy. Efisiensi menjadi kenyataan karena kita saling mendayagunakan segala kepemilikan yang tadinya idle dari owning economy.

Berdamai, bukan Menentang 

Kasus serupa bisnis taksi bakal kita jumpai dalam bisnis-bisnis yang lain. Di luar negeri, pangsa pasar bisnis perbankan mulai terganggu oleh hadirnya perusahaan-perusahaan crowd funding. Anda bisa cek ini di www. l e n d i n g c l u b . com. Perusahaan ini mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit ke masyarakat.

Bedanya, proses mendapatkan kreditnya jauh lebih simpel ketimbang perbankan, dan suku bunganya pun lebih murah. Di Indonesia, bisnis ala lending club sudah ada. Anda bisa cek website-nya di www.gandengtangan.org. Memang untuk sementara bisnis yang didanai masih untuk usaha skala UMKM dan social enterprise. Tapi, siapa tahu ke depannya bakal melebar ke mana-mana Di luar negeri, ada www.airbnb.com yang mempertemukan para pemilik rumah pribadi yang ingin menyewakan rumahnya dengan orang-orang yang mencari penginapan.

Soal tarif, jelas lebih murah ketimbang hotel. Lalu, ada juga aplikasi yang mempertemukan para pemilik mobil pribadi dengan calon konsumen angkutan darat. Namanya Lyft. Hadirnya aplikasi ini membuat bisnis taksi tersaingi. Begitulah, kita tak bisa membendung teknologi. Ia akan hadir untuk menghancurkan bisnis bisnis yang sudah mapan—yang tak bisa beradaptasi dengan perubahan.

Persis kata Charles Darwin, "bukan yang terkuat yang akan bertahan, tetapi yang mampu beradaptasi dengan perubahan". Maka, kita harus berdamai dengan perubahan. Bagaimana caranya? Di luar negeri, para pengelola chain hotel berdamai dengan kompetitornya, para pemilik rumah yang siap disewakan melalui jasa www.airbnb.com . Caranya, mereka menjadi pengelola dari rumah-rumah yang bakal disewakan tersebut sehingga ruangan dan layanannya memiliki standar ala hotel.

Belum lama ini saya menikmatinya di sebuah desa di Spanyol Selatan, dan saya puas. Kasus serupa menimpa Lego, perusahaan mainan anak, yang terancam bangkrut pada awal 1990-an. Hadirnya video games membuat anak-anak kita tak berminat lagi dengan batu bata mainan buatan Lego. Namun, perusahaan itu mampu bangkit lagi dengan mengandalkan inovasi dari orangorang di luar perusahaan, atau crowd sourcing. Mereka semua belajar dari model bisnis Kick Starter yang fenomenal. Lego tak melawan perubahan, tetapi berdamai. Saya tidak punya resep khusus bagaimana caranya setiap perusahaan mesti menghadapi perubahan. Intinya jangan menentang. Berdamailah dengan perubahan.

Demikian juga pesan saya kepada bapak Presiden, Menteri Perhubungan, Gubernur DKI, dan Menteri Kominfo. Kita butuh cara baru yang berdamai dengan perubahan.

Sudahkah anda berdamai dengan hp anda? Temukan solusinya dengan paytren

Info lengkap 085736673456

Tips mengelola keuangan

"Punya uang nggak jaminan bahagia." Yeee, apalagi kalau nggak punya uang? Hehehe. Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!Dan inilah jumlah orang kaya di Jakarta:

26.600 orang, aset >1jt USD
1.380 orang, aset >10jt USD
598 orang, aset >30jt USD

Ada dua sebab sederhana yang menjadikan kita kaya.
Pertama, karena lihai mendapatkan uang. Kedua, karena pandai mengelola uang.

Dulu, Whitney Houston, dan mike tyson lihai mendapatkan uang, namun kurang pandai mengelola uang. Sekarang, kita tahu sendiri akhir hidupnya seperti apa.

Nah, kali ini kita membahas bagaimana mengelola uang. Sekilas saja.

1. Hiduplah di bawah kebutuhan.
Sederhana. Sebagian orang berasumsi, banyak barang mewah yang harus dia beli hanya untuk membuktikan dirinya kaya. Apa-apa dia beli. Padahal nggak perlu. Buat apa? Boleh-boleh saja membeli barang mahal, asalkan itu memang diperlukan.

Mari kita ambil Warren Buffet sebagai contoh. Ia membeli rumah US$ 32 ribu pada 1958 dan masih menempati rumah itu selama puluhan tahun, kendati kekayaannya sudah bertumbuh ribuan kali lipat. Ia juga tak suka membeli barang-barang mewah. Ketika berdonasi, barulah ketahuan bahwa dia adalah 5 besar orang terkaya di dunia!

2. Jangan membayar penuh.
Beberapa orang kaya membeli barang di supermarket biasa bukan toko eksklusif. Kadang mereka membeli barang bekas atau bahkan menyewa. Tak semua harus dibeli, walaupun lagi punya uang. Misalnya, kereta bayi. Boleh-boleh saja disewa.

3. Hapus pengeluaran-pengeluaran yang tak perlu.
Buat anggaran pengeluaran bulanan dengan rinci, lalu amati dan cermati dari bulan ke bulan. Harus terukur. Kenapa? Karena, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan. Betul apa betul?

4. Alokasikan 5% sampai 20% pendapatan kita untuk berinvestasi, setiap bulannya.
Jadi, diri kita bekerja menghasilkan uang. Investasi kita juga bekerja menghasilkan uang. Mereka yang bermental miskin selalu beralasan bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk berinvestasi. Benarkah tidak cukup uang? Padahal karena tak cukup kedisiplinan.
Be rich, be right.
Semoga berkah berlimpah. Amiin

Kisah kolonel sanders setelah ditolak 1009 kali

Kisah Sukses Kolonel Sanders Setelah Ditolak 1009 Kali

Nama Kolonel Sanders pasti tidak terdengar asing lagi di telinga kita. Ya, Ia adalah pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC) yang sangat terkenal itu. Menurutmu, bagaimana ia bisa seterkenal seperti sekarang ini? Apakah ia lahir di keluarga kaya yang memungkinkannya untuk mewujudkan segala cita-citanya dengan mudah? Atau ia adalah orang yang beruntung begitu saja tanpa melakukan apa-apa? Mungkin ada banyak orang yang berpikir seperti itu. Tetapi cerita sesungguhnya sangatlah jauh dari yang kita bayangkan.

Kolonel Harland Sanders lahir pada tanggal 9 September 1890 di Henryville, Indiana, Amerika Serikat. Pada usia 6 tahun, ayahnya meninggal dan Ibunya sudah tidak mampu bekerja lagi sehingga Harland muda harus menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk keluarganya. Di masa ini dia sudah mulai menunjukkan kebolehannya. Pada umur 7 tahun ia sudah pandai memasak di beberapa tempat memasak. Pada usia 10 tahun ia mendapatkan pekerjaan pertamanya di dekat pertanian dengan gaji 2 dolar sebulan. Selepas itu, ia berganti-ganti pekerjaan selama beberapa tahun. Pertama, sebagai tukang parkir pada usia 15 tahun di New Albany, Indiana dan kemudian menjadi tentara yang dikirim ke Kuba.

Setelah Ia menjadi pensiunan Angkatan Darat Amerika, Ia hanya hidup dari tunjangan hari tuanya. Hari demi hari, uang tunjangan itu semakin menipis. Ia lalu berpikir tentang apa yang dapat Ia lakukan untuk orang lain. Lalu jawaban pertama yang Ia dapatkan adalah menawarkan resep ayam goreng yang Ia punya. Temannya menyukai ayam goreng buatannya, dan Ia berpikir bahwa resep ayam goreng itu juga akan disukai oleh banyak orang. Akhirnya, pada usia 65 tahun, Ia mulai menawarkan resep itu ke restoran-restoran. Akan tetapi, banyak orang yang menertawakan dan menolaknya.

Berapa kali Kolonel Sanders ditolak? Ia pernah ditolak 1009 kali! Ia berjuang selama 2 tahun menjelajahi Amerika dengan mobil tuanya. Tidur di mobil, dan bangun di pagi hari dengan kondisi siap untuk menawarkan resepnya pada restoran baru. Dan akhirnya, idenya diterima dengan sukses besar!! Ia telah mendengar 1009 kata "Tidak" sebelum akhirnya Ia mendengar kata "Ya". Pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah.

Saat ini, KFC telah memiliki lebih dari 18000 outlet yang tersebar di 120 negara dengan penghasilan 15 miliar dollar Amerika setiap tahunnya. KFC telah berkembang menjadi salah satu bisnis waralaba yang paling menguntungkan di seluruh dunia.

comment