Responsive Banner design

selamat datang

Bantu like bos...

Arsip Blog

Home » » RESENSI PADANG BULAN

RESENSI PADANG BULAN

Setelah sukses dengan tetralogi Laskar Pelang-
Sang Pemimpi-Edensor-Maryamah Karpov, tahun 2010 Andrea Hirata kembali dengan Novel
Dwilogi 'Padang Bulan' dan 'Cinta di Dalam Gelas'.
Dari Paket bukunya, cukup menarik karena dalam satu buku terbagi menjadi 2 novel.
Sisi 1: 'Padang Bulan', dan Sisi 2: 'Cinta di Dalam Gelas'. Berikut resensi Novel 'Padang Bulan':

Membaca Novel 'Padang Bulan' awalnya cukup membosankan, karena Andrea Hirata masih
melulu mengeksplorasi kisah kasihnya dengan A Ling, pujaannya sejak SD. Untungnya, ada kisah
Enong, gadis pendulang timah pertama di dunia. Menarik sekali membaca perjuangan enong untuk
menghidupi ibu dan adik-adiknya semenjak kematian ayahanda tercinta.
Yang paling menarik adalah ketika membaca semangat Enong untuk belajar bahasa inggris, apalagi setelah dibelikan kamus bahasa inggris 1.000.000.000 ( 1 miliar) kata oleh ayahanda beberapa hari sebelum tewas. Luaarr Biasa!!! Satu lagi, untuk kisah Ikal yang menarik hanyalah Ilustrasi Burung Punai dan Pekatik dari Raja Punai. Begitu megah dan mempesona. Thanks Andrea!

Untuk hikmah religi, ada fragmen ketika ikal mengagumi bibinya yang memakai Jilbab penuh keanggunan dan terlihat tulus sekali menutup aurat mencerminkan dirinya sebagai muslimah sejati. Untuk Fragmen lucu dalam novel ini adalah kisah burung merpati Jose Rizal milik detektif M.Nur
yang mampu mengirimkan pesan seperti masa- masa kerajaan tempo dulu, lucu dan unik.
Uniknya di novel ini diceritakan kekonyolan- kekonyolan ikal, mulai dari menantang zinar- saingannya- di lomba catur 17 Agustusan, Pertandingan Sepak Bola, hingga pingpong.
Termasuk membeli alat peninggi badan: ortoceria yang membawa malapetaka.
Terakhir, novel ini juga menceritakan bahwa pada akhirnya James Bond 007 bertobat dari
membunuh dan masuk islam. Penasaran???

0 comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

blogger. Powered by Blogger.

comment